Visit Agenda: Quadra dan Roman Buktikan Kemandirian Industri Keramik Nasional di Keramika 2026
Visit Agenda yang digelar dalam ajang Keramika 2026 menjadi platform strategis bagi industri keramik dalam negeri untuk menunjukkan inovasi dan kualitas yang mampu bersaing secara global. Dalam acara yang berlangsung 4-7 Juni 2006 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) 2, PIK, perusahaan Quadra dan Roman mempersembahkan produk terbaru yang menegaskan kemandirian sektor ini. Salah satu pencapaian terbesar mereka adalah merekam rekor MURI untuk Meja Sintered Stone Seamless Terpanjang sepanjang 5 meter, yang menggambarkan kemajuan teknologi manufaktur Indonesia dalam industri keramik. Inovasi ini tidak hanya menarik perhatian industri, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan sebagai pelaku utama pameran keramika nasional.
Inovasi Teknologi dan Keterampilan Lokal
Sebagai pionir industri batu sintered stone big slab di Tanah Air, Quadra & Roman terus mengembangkan potensi lokal dengan menggabungkan teknologi canggih dan keahlian tradisional. Pada Visit Agenda Keramika 2026, mereka menampilkan hasil kolaborasi antara manufaktur dalam negeri dengan teknik internasional, seperti sistem Sacmi Continua+ dari Italia. Teknologi ini memungkinkan pembuatan slab keramik dengan sifat anti-pori, tahan goresan, noda, dan panas, menjadikannya solusi ideal untuk desain interior modern. Selain itu, inovasi ini juga mengurangi ketergantungan pada produk impor, membuktikan bahwa industri keramik Indonesia mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi.
“Dengan teknologi yang kami kembangkan di pabrik Quadra, material alami dipadatkan hingga mencapai kepadatan optimal. Daya serap air hampir nol, membuat slab ini tahan lama dan cocok untuk berbagai aplikasi arsitektur. Ini adalah bentuk Visit Agenda kami untuk menegaskan kompetensi industri lokal,” kata Willie Low Willie, pemimpin Quadra & Roman.
Keberhasilan Industri Lokal di Mata Dunia
Penghargaan dari MURI menjadi bukti nyata bahwa industri keramik Indonesia tidak hanya berkembang, tetapi juga mampu menembus pasar internasional. Rekor ini menegaskan kualitas produk yang diproduksi sepenuhnya di dalam negeri, dengan seluruh proses manufaktur dilakukan di fasilitas produksi Quadra. Wakil Direktur Utama MURI, Omar Semesta Susilo, menyambut baik upaya perusahaan tersebut sebagai contoh baik dalam mendorong inovasi teknologi. “Visit Agenda seperti ini sangat penting untuk menunjukkan kemampuan anak bangsa dalam memenuhi standar global,” ujar Omar.
Keberhasilan Quadra dan Roman tidak hanya membanggakan sektor keramik, tetapi juga menjadi motivasi bagi pelaku usaha lainnya. Dalam pameran Keramika 2026, mereka menawarkan berbagai produk yang mampu memenuhi kebutuhan desain modern, termasuk genteng Kanmuri yang dirancang untuk kekuatan dan daya tahan lama. Inovasi ini menegaskan bahwa industri keramik dalam negeri siap menghadapi tantangan pasar global, sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
Komitmen ke Tren Desain Global
Dalam Visit Agenda Keramika 2026, Quadra & Roman juga meluncurkan produk baru yang mengikuti perkembangan tren desain dunia. Koleksi Quadra exential hadir dalam ukuran 100cm x 100cm, 120cm x 60cm, dan 80cm x 80cm, serta sintered stone slab 6mm yang ringan namun kuat. Produk-produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan ruang terbatas, tetapi tetap menawarkan kualitas dan estetika premium. Edy Suyanto, Ketua ASAKI, menyatakan bahwa inovasi ini memperlihatkan kemampuan industri lokal untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar modern.
“Visit Agenda di Keramika 2026 adalah kesempatan untuk memperkenalkan produk yang selaras dengan preferensi konsumen global. Dengan inovasi seperti meja seamless 5 meter dan Quadra exential, kami ingin menegaskan bahwa industri keramik Tanah Air mampu menyaingi standar internasional,” tambah Edy.
Pengaruh Visit Agenda terhadap Ekonomi Lokal
Keberhasilan dalam ajang Keramika 2026 menunjukkan bahwa Visit Agenda tidak hanya menarik perhatian industri, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal. Dengan meningkatkan keterlibatan industri dalam pameran nasional, perusahaan seperti Quadra & Roman dapat memperluas pasar dan menciptakan peluang kerja baru. Selain itu, produk-produk inovatif ini membantu mengurangi impor, menghemat devisa, dan mendorong ekspor keramik Indonesia ke luar negeri. Ini adalah langkah penting dalam mewujudkan kemandirian industri sektor krusial seperti keramik.
Visit Agenda di Keramika 2026 juga menjadi ajang untuk menampilkan kemajuan teknologi dan keterampilan kerajinan Indonesia. Pada booth perusahaan, pengunjung dapat menyaksikan proses pembuatan produk dari awal hingga akhir, mengapresiasi bagaimana teknologi lokal diintegrasikan dengan keahlian tradisional. Kombinasi ini menunjukkan bahwa industri keramik tidak hanya fokus pada produksi massal, tetapi juga pada kualitas dan estetika yang menarik.
