Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Walhi: Ekosistem Karst Gunung Sewu Alami Kerusakan Parah
Humaniora

Walhi: Ekosistem Karst Gunung Sewu Alami Kerusakan Parah

Thomas Thomas - beritabaru1.com Reporter Kamis, 23 Juli 2026 pukul 15:09 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
18a730cf-21f4-45ca-aaae-c57f7a6af6b0-0
Foto : Thomas Thomas - beritabaru1.com
Foto : Thomas Thomas - beritabaru1.com

Ekosistem Karst Gunung Sewu Terancam Kerusakan Tak Terbalikkan

Kawasan Lindung Geologi Nasional Menghadapi Tekanan Industri

Beritabaru1.com – Walhi – Rizki Abiyoga, yang menjabat sebagai Eksekutif Daerah Walhi Yogyakarta, menyampaikan keprihatinannya mengenai kondisi ekosistem karst Gunung Sewu. Kawasan yang membentang dari wilayah Gunung Kidul hingga Pacitan ini kini menghadapi kerusakan dalam skala besar. Padahal, berdasarkan Keputusan Menteri ESDM, wilayah tersebut telah resmi ditetapkan sebagai kawasan lindung geologi tingkat nasional.

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (23/7), ia menyoroti kehadiran 13 industri pariwisata yang telah beroperasi di kawasan karst Gunung Sewu, dengan konsentrasi utama di Gunung Kidul. Hasil investigasi yang dilakukan sejak tahun 2024 mengungkap bahwa transformasi bentang alam ini terjadi secara masif.

34,64 hektare kawasan yang telah diubah itu berkorelasi langsung terhadap kemampuan karst itu sendiri untuk menyerap infiltrasi air hujan yang pada gilirannya dia menyuplai air bawah tanah yang menjadi sumber air bagi masyarakat Gunung Kidul secara umum.

Ketidakpatuhan Terhadap Analisis Dampak Lingkungan

Salah satu temuan krusial dari Walhi adalah ketiadaan AMDAL pada ke-13 industri pariwisata tersebut. Hal ini dikonfirmasi oleh pernyataan Bupati Gunung Kidul yang menyatakan bahwa para pelaku usaha lebih memilih membayar denda daripada mengurus perizinan AMDAL secara lengkap.

Rizki menjelaskan bahwa UU PPLH serta PP 22/2021 secara tegas mewajibkan adanya analisis dampak lingkungan bagi usaha yang berlokasi di kawasan hutan lindung. Menurutnya, terdapat prosedur yang disengaja oleh pelaku usaha dan tidak ditegakannya hukum yang berlaku oleh pemerintah kabupaten sendiri.

Analisis Sampel dan Dampak terhadap Sumber Air

Walhi telah melakukan pengambilan sampel dari tiga industri pariwisata, yaitu Drini Park yang dikelola PT Gunung Citra Wisata, HeHa Ocean View di bawah PT HeHa Lancar Kreasindo, serta Queen of The South Resort yang dijalankan PT Garuda Parang Samudra. Dari hasil perhitungan, kebutuhan air untuk satu industri saja mencapai 86,4 juta liter setiap tahunnya.

Meskipun klaim penggunaan PDAM, air tersebut tetap memanfaatkan sungai bawah tanah yang terpengaruh oleh perubahan ekosistem karst. Ketika bentang alam berubah, kemampuan produksi air dari ekosistem karst secara integral akan berkurang.

Ketika karst sudah rusak tidak bisa dipulihkan lagi. Karena sifatnya irreversible. Sekali rusak selesai. Dia tidak bisa lagi dipulihkan atau dikembalikan pada situasi semula.

Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang

Berdasarkan UU 8/2010 tentang TPPU, tindak pidana asalnya telah terpenuhi. Pendapatan yang diperoleh dari operasi industri yang merusak lingkungan dianggap tidak sah. PPATK dapat menindaklanjuti dengan menemukan bukti kuat terkait transaksi keuangan dan aspek lainnya sebagai dugaan pencucian uang.

Dampak Langsung terhadap Masyarakat Lokal

Suparjiyati dari Perempuan Paguyuban Sanglen Berdaulat menceritakan pengalaman pribadinya. Pantai Sanglen telah dibuka selama kurang lebih 50 tahun. Setelah jalan dibuka pada 2016 untuk akses ke pantai, ia mulai berjualan di sana. Namun, pada 2021-2022 ia menerima surat pengosongan lahan dan warung-warung dibongkar.

Dulu berjualan hasilnya Rp100-200 ribu setiap Sabtu-Minggu. Tapi setelah ditutup saya tidak punya penghasilan. Cuma bertani saja banyak kera. Saya nekat buka lagi 2023-2024 sampai sekarang. Alhamdulillah ada penghasilan masuk sedikit-sedikit.

Suparjiyati menambahkan bahwa kehadiran resort menyebabkan pengurangan penghasilan, berkurangnya air, dan hilangnya aktivitas pertanian. Ia kini hanya bisa berjualan dengan hasil yang tidak sebanding dengan masa lalu.

Sementara itu, Yulianto dari Kelompok Masyarakat Wisata Watu Bolong menyebutkan bahwa banyak warga terdampak. Dari Pantai Sanglen terdapat sekitar 57 kepala keluarga dan dari Pantai Watu Bolong ada sekitar 37 kepala keluarga yang merasakan dampak kehadiran 13 industri pariwisata di karst Gunung Sewu.

Bagikan:

Berita Terkait

9a7cba22-e69e-4c64-ad89-563ed42c2180-0

Perkuat Kerja Sama Program Strategis dalam Pengelolaan Zakat, Pendidikan, hingga Layanan Sosial Kemanusiaan

2 Agu 2026
f6a929ee-cd50-4104-8ed6-1ea260c749ec-0

Dampak Jerawat terhadap Kesehatan Mental dan Pentingnya Penanganan Dini

2 Agu 2026
1cd3a24d-9403-472f-b213-cefb42b79a07-0

Risiko Gangguan Kesehatan Mental Ayah Meningkat Setahun setelah Anak Lahir

1 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

0bbcbfd2-9ea7-4ce4-8b2e-22d8070be720-0

Kemenhub Pastikan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berjalan Aman

1 jam yang lalu
9a7cba22-e69e-4c64-ad89-563ed42c2180-0

Perkuat Kerja Sama Program Strategis dalam Pengelolaan Zakat, Pendidikan, hingga Layanan Sosial Kemanusiaan

1 jam yang lalu
69bf6d6b-c264-43da-98c0-e6d75348cfa8-0

Kapal Evakuasi Dikerahkan untuk Selamatkan Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar

1 jam yang lalu
c80c8814-0d90-4730-9d00-9d2454df5536-0

Masjid Berpotensi Jadi Penggerak Transisi Energi Bersih melalui Wakaf Hijau

2 jam yang lalu
92952c96-d344-4970-961c-4ac81d8d5d78-0

Dinkes Mimika Perluas Skrining HIV-AIDS dan Akses Obat ARV

2 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (466)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (268)
  • Humaniora (824)
  • Internasional (429)
  • Jabar (81)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (20)
  • Megapolitan (168)
  • Nusantara (568)
  • Olahraga (193)
  • Opini (73)
  • Otomotif (29)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (252)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (484)
  • Teknologi (240)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Kemenhub Pastikan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berjalan Aman
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.