Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. What Happened During: PBNU Minta Perlindungan Korban Kekerasan Seksual Diperkuat
Humaniora

What Happened During: PBNU Minta Perlindungan Korban Kekerasan Seksual Diperkuat

Michael Gonzalez Reporter Rabu, 27 Mei 2026 pukul 19:36 WIB 2 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1779881348_ae7701a24c6deaabaf01

Table of Contents

Toggle
  • PBNU Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual: What Happened During
    • Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pekalongan
    • Upaya PBNU dalam Memperkuat Sistem Perlindungan
    • Penyusunan Satgas Penanggulangan Kekerasan

PBNU Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual: What Happened During

Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pekalongan

What Happened During – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan perlindungan korban kekerasan seksual, khususnya di lingkungan pesantren. Pernyataan ini muncul setelah sejumlah santriwati di sebuah pesantren di Kabupaten Pekalongan mengalami tindakan kekerasan seksual, menimbulkan sorotan terhadap kebijakan dan sistem perlindungan di institusi pendidikan berbasis agama. Alissa Wahid, sebagai Ketua PBNU, menekankan pentingnya respons yang lebih komprehensif dari lembaga-lembaga terkait untuk mencegah dampak yang lebih luas.

“Kita pasti menyampaikan kecaman tajam terhadap kejahatan kekerasan seksual ini, serta mendukung penegak hukum agar mengusut tuntas pelaku sebagai bentuk keadilan bagi yang terkena dampak,” ujar Alissa kepada Media Indonesia, Rabu (27/5).

Alissa menyoroti bahwa kekerasan seksual di pesantren tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga menunjukkan kelemahan dalam sistem pendidikan agama. Ia menegaskan bahwa korban harus diberikan perlindungan yang memadai, sementara penegak hukum perlu bertindak lebih tegas untuk memastikan keadilan. “Kasus ini menunjukkan bahwa ada pelaku yang merasa aman karena statusnya sebagai tokoh masyarakat atau tokoh agama,” tambahnya.

Upaya PBNU dalam Memperkuat Sistem Perlindungan

Sebagai respons atas What Happened During di Pesantren Pekalongan, PBNU memperkuat komitmen untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan anak serta santri. Alissa mengatakan, langkah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan adil, dengan memperhatikan aspek psikososial korban. “Kita perlu menguatkan mekanisme pelaporan dan respons, agar korban tidak merasa kesepian atau terisolasi,” jelasnya.

“Kasus kekerasan seksual yang dilakukan tokoh masyarakat, termasuk tokoh agama, harus ditangani dengan tindakan yang lebih tegas. Jangan sampai restorative justice justru menguntungkan pelaku,” katanya.

Alissa menekankan bahwa pesantren, sebagai tempat pendidikan yang terbuka bagi seluruh kalangan, memiliki tanggung jawab besar untuk mencegah terulangnya kekerasan seksual. Ia menyarankan adanya peningkatan pengawasan dan edukasi kepada para pemangku kepentingan di pesantren, termasuk kyai dan santri, agar lebih waspada terhadap indikasi kekerasan. “Kebanyakan kyai dan nyai merasa prihatin karena dampaknya bisa menyebar ke pesantren lain,” ujar Alissa.

Penyusunan Satgas Penanggulangan Kekerasan

Sebagai langkah konkret, PBNU telah menciptakan Satgas Penanggulangan Kekerasan (SAKA) yang fokus pada pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual. Alissa menyatakan, SAKA mulai beroperasi untuk membantu korban, memperkuat sistem pelaporan, serta memberikan dukungan psikologis dan hukum. “SAKA akan menjadi mitra pesantren dalam memastikan keamanan dan kesejahteraan santri,” terangnya.

Menurut Alissa, SAKA juga akan berperan dalam meninjau kebijakan internal pesantren terkait perlindungan korban. “Kita perlu memastikan bahwa setiap kejadian What Happened During di pesantren diawasi secara transparan dan bertindak cepat,” katanya. Dengan adanya SAKA, PBNU berharap mampu memberikan respons yang lebih sistematis, serta meningkatkan kesadaran kolektif terhadap isu kekerasan seksual.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pesantren-pesantren lain di Indonesia, karena kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan agama semakin menjadi perhatian publik. Alissa menekankan bahwa perlindungan korban bukan hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga mengenai perubahan budaya dan tata kelola pesantren agar lebih inklusif dan peduli terhadap kebutuhan anak-anak.

Bagikan:

Berita Terkait

e02b3063-9761-4219-a8a4-11065b62dfc0-0

Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan Fisik dan Mental serta Tips Memulainya

27 Jun 2026
55aac335-2929-4d54-8a36-7e4e0700bde6-0

Special Plan: 13 Taman Nasional Ditargetkan Mandiri dalam Urusan Pendanaan pada 2030

26 Jun 2026
d324d0c8-8fb8-4f8b-9c9a-75051d1c034f-0

Mengagumkan! Karang Hitam Raksasa Berusia 400 Tahun Ditemukan di Selandia Baru

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

eb172a32-5711-4b42-b085-161af2bfb81f-0

Jerman Siaga Gelombang Panas Ekstrem 41,3 Derajat Celsius

4 jam yang lalu
f1ddcbd6-c208-434b-9a12-96d1a4e1c421-0

Topics Covered: Lima Kerajaan Adat Lampung Beri Gelar Baginda Pemuka Bangsa kepada Jokowi

4 jam yang lalu
a6f06130-2d89-40ca-9843-5c4c16cfd345-0

Facing Challenges: 6 Cara Mengatasi Lag Mobile Legends Terbaru agar Performa Stabil

4 jam yang lalu
d1e908f4-9ed8-4981-a355-0ca936851934-0

Facing Challenges: Piala Dunia 2026: Lionel Scaloni Cadangkan Lionel Messi Melawan Yordania

4 jam yang lalu
a7baf94b-1181-48a2-b35d-431055bd55d3-0

Piala Dunia 2026: Ralf Rangnick Tegaskan Austria Hanya Fokus Kalahkan Aljazair

4 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (656)
  • Internasional (334)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (119)
  • Nusantara (435)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (185)
  • Politik Dan Hukum (171)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (187)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.