Estimasi Kerugian Ekonomi Iran Capai Rp4.400 Triliun Pasca Operasi Epic Fury
Beritabaru1.com – Kerugian Ekonomi Iran akibat Operasi Epic Fury diperkirakan mencapai angka yang sangat signifikan, yakni US$280 miliar atau setara dengan Rp4.400 triliun. Pernyataan ini disampaikan oleh Hossein Nouhi, seorang pakar konstruksi bersertifikat yang bekerja di kotamadya Teheran. Ia mengemukakan data tersebut dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Perencanaan Kota Universitas Teheran. Angka ini mencerminkan dampak besar yang dialami negara tersebut dalam konflik terkini.
Nouhi menegaskan bahwa perhitungan ini hanya mencakup kerugian langsung selama fase pembukaan operasi tempur yang berlangsung selama 40 hari. Jumlah tersebut belum memasukkan biaya pemulihan produksi industri maupun faktor tidak berwujud seperti kerusakan psikologis masyarakat. Selain itu, kerusakan akibat operasi lanjutan serta dampak blokade angkatan laut yang masih berjalan juga belum diperhitungkan dalam estimasi ini. Hal ini menunjukkan bahwa angka sebenarnya bisa saja lebih tinggi.
Konsentrasi Serangan di Teheran
Menurut data Departemen Perencanaan Kota dan Arsitektur Kotamadya Teheran, ibu kota Iran menjadi wilayah yang paling parah terkena dampak perang. Total 650 serangan telah terkonfirmasi mengenai Teheran. Namun, distribusi serangan tidak merata di seluruh wilayah kota. Beberapa area strategis mengalami tekanan lebih besar dibandingkan wilayah residensial biasa.
Dari 22 distrik yang ada di Teheran, Distrik 4 mencatatkan jumlah serangan tertinggi dengan 90 kali. Wilayah ini mencakup Lavizan, sebuah lingkungan di timur laut yang menjadi markas besar Organisasi Industri Dirgantara. Organisasi ini merupakan anak perusahaan militer-industri utama di bawah Kementerian Pertahanan Iran. Selain itu, Distrik 4 juga dicurigai menampung fasilitas penelitian nuklir rahasia serta garnisun militer yang diperkuat.
Beberapa distrik lain juga mengalami kerusakan signifikan selama konflik berlangsung. Secara keseluruhan, serangan terhadap Teheran menghancurkan atau merusak sebanyak 50.849 rumah. Dari jumlah tersebut, 2.042 unit hancur total dan 9.315 unit mengalami kerusakan berat. Kondisi ini menambah beban pemulihan infrastruktur yang akan dilakukan pemerintah.
Perbandingan dengan Estimasi Barat
Angka kerugian US$280 miliar ini jauh lebih tinggi dibandingkan estimasi yang dikeluarkan oleh pihak Barat. Pada bulan Mei lalu, Foundation for the Defense of Democracies (FDD) memperkirakan kerugian ekonomi Iran berada di kisaran US$50 miliar hingga US$300 miliar, dengan angka paling mungkin di titik US$144 miliar. Perbedaan ini menunjukkan variasi metodologi perhitungan yang digunakan.
Daniel Swift, analis senior FDD, menyatakan bahwa estimasi total biaya sering kali belum memperhitungkan biaya pembangunan kembali jaringan proksi regional, hilangnya modal manusia, inflasi masa perang yang astronomis, serta pembiayaan rekonstruksi yang bisa bernilai ratusan miliar dolar tambahan.
Dampak Ekonomi Jangka Panjang
Sebelum perang pecah, Iran sudah mengalami keruntuhan ekonomi efektif yang memicu protes besar-besaran. Perang memperburuk situasi ini, terutama melalui inflasi yang meledak karena pemerintah terus mencetak uang untuk membiayai Garda Revolusi sementara ekonomi terhenti. Kondisi ini menciptakan tekanan tambahan pada masyarakat kelas menengah.
Econom Mohammad-Mehdi Behkish menyatakan bahwa Iran membutuhkan investasi sekitar US$500 miliar untuk membangun kembali kerusakan perang, memulihkan pertumbuhan, dan memodernisasi industri. Mengingat keterbatasan sumber daya domestik, dana ini sangat bergantung pada sumber internasional. Tanpa bantuan luar, proses pemulihan akan memakan waktu lebih lama.
Gubernur Bank Sentral, Abdolnaser Hemmati, melaporkan bahwa pendapatan per kapita Iran telah turun sebesar 47%, mencapai level terendah yang tidak terlihat sejak tahun 1990-an. Selain itu, Iran mencatat angka tertinggi dalam Misery Index (indikator gabungan tingkat inflasi dan pengangguran) yang mencapai 91,1 poin, melonjak tajam dari 51,7 poin pada tahun 2022. Data ini menunjukkan betapa beratnya beban ekonomi yang harus ditanggung rakyat Iran.
FAQ: Kerugian Ekonomi Iran akibat Operasi Epic Fury
Berapa total kerugian ekonomi Iran menurut estimasi terbaru? Kerugian ekonomi Iran akibat Operasi Epic Fury diperkirakan mencapai US$280 miliar atau setara Rp4.400 triliun.
Apakah angka tersebut sudah termasuk biaya pemulihan? Belum. Perhitungan ini hanya mencakup kerugian langsung selama fase pembukaan operasi tempur selama 40 hari, belum termasuk biaya pemulihan produksi industri.
Wilayah mana yang paling parah terkena dampak? Teheran menjadi wilayah yang paling parah dengan total 650 serangan terkonfirmasi, khususnya Distrik 4 yang mencatat 90 kali serangan.
Berapa investasi yang dibutuhkan untuk rekonstruksi? Menurut ekonom Mohammad-Mehdi Behkish, Iran membutuhkan investasi sekitar US$500 miliar untuk membangun kembali kerusakan perang dan memodernisasi industri.
