Korban Peretasan Data 23andMe Bakal Terima Ganti Rugi Rp720 Miliar
Beritabaru1.com – Insiden kebocoran data yang terjadi pada 2023 menjadi sorotan besar setelah perusahaan pengujian genetika 23andMe harus memberikan kompensasi sebesar US$46,75 juta atau setara Rp720 miliar kepada para korban. Dana ini akan diberikan oleh Chrome Holding, perusahaan yang mengambil alih kendali aset 23andMe setelah perusahaan mengalami kebangkrutan. Pengadilan Bankruptcy California menyetujui pembayaran ini pada hari Selasa, sebagai langkah penyelesaian gugatan yang diajukan oleh Jaksa Agung California. Selain itu, dana juga akan digunakan untuk menutupi kerugian yang dialami pengguna akibat pelanggaran privasi data mereka.
Penggantian Kerugian untuk Korban Peretasan Data
Proses kompensasi ini merupakan bagian dari kesepakatan hukum yang menegaskan tanggung jawab Chrome Holding atas kebocoran data yang menyerang sekitar 6,9 juta pengguna 23andMe. Para korban akan menerima pembayaran melalui Kroll Restructuring, perusahaan yang menangani pemulihan kerugian. Dana akan dibayarkan dalam lima hari kerja setelah putusan hakim, sebagai bentuk pertanggungan jawab atas kegagalan keamanan data yang terjadi. Tindakan ini juga mencerminkan komitmen Chrome Holding untuk memperbaiki kesalahan dan menjamin kepercayaan pengguna.
Insiden Kebocoran Data dan Dampaknya
23andMe, perusahaan pengujian genetika yang didirikan pada 2006 dan terdaftar di bursa saham sejak 2021, mengalami kebocoran data yang menimbulkan kekhawatiran serius. Serangan siber pada akhir 2023 berhasil mengakses data sekitar 14.000 akun pengguna secara langsung, namun peretas juga memanfaatkan fitur relasi untuk mengungkap profil keluarga dan teman, sehingga hampir 7 juta data ikut terlibat. Insiden ini menimbulkan risiko seperti eksploitasi informasi pribadi, termasuk riwayat kesehatan, identitas, dan pola perilaku pengguna.
Kebocoran data 23andMe menimbulkan dampak signifikan, baik secara finansial maupun reputasional. Perusahaan ini sempat mencapai nilai US$6 miliar, namun belum pernah mencatatkan laba sebelumnya. Serangan siber memicu penyelidikan oleh berbagai lembaga, termasuk Information Commissioner’s Office (ICO) di Inggris, yang memberikan sanksi sebesar £2,31 juta. ICO menegaskan bahwa 23andMe gagal melindungi data sensitif secara memadai, terutama setelah kejadian tersebut memperburuk ketidakpercayaan masyarakat.
Langkah Hukum dan Pertanggungjawaban Perusahaan
“23andMe berbohong kepada konsumen mengenai tingkat keparahan pelanggaran data tahun 2023,” kata Jaksa Agung California, Rob Bonta, dalam penyelidikannya. Pernyataan ini menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya menanggung kerugian finansial tetapi juga kesalahan dalam komunikasi tentang keamanan data.
Sebagai respons, Jaksa Agung California menggugat 23andMe karena dianggap tidak melindungi data pengguna secara efektif. Keputusan hukum ini juga mencakup pembayaran ganti rugi kepada korban peretasan data, yang menegaskan bahwa perusahaan harus bertanggung jawab atas kegagalan mereka. Chrome Holding, yang mengambil alih 23andMe melalui lelang kepailitan dengan tawaran US$305 juta, dinyatakan sebagai pihak yang menjamin keadilan bagi para korban. Anne Wojcicki, salah satu pendiri 23andMe, kini memimpin TTAM Research Institute sebagai pengelola perusahaan tersebut.
Proses Penyelesaian dan Distribusi Dana
Dana ganti rugi Rp720 miliar akan didistribusikan kepada korban peretasan data 23andMe, yang meliputi semua pengguna yang data mereka terbongkar. Kroll Restructuring, sebagai pihak wakil korban, akan memastikan bahwa pembayaran mencakup kebutuhan setiap pengguna. Proses ini juga mengacu pada kebijakan regulasi yang menuntut perusahaan untuk menjamin perlindungan data pengguna dalam jangka panjang. Sejumlah korban peretasan data 23andMe kemungkinan akan menerima kompensasi tambahan berdasarkan tingkat kerugian individu.
Keputusan hukum ini memberikan ilustrasi nyata tentang pentingnya keamanan data dalam industri teknologi. Selain itu, insiden ini juga menjadi pelajaran bagi perusahaan lain untuk meningkatkan kebijakan perlindungan privasi pengguna. Para korban peretasan data 23andMe berharap dana kompensasi ini dapat memberikan kepastian hukum dan memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. Kompetensi Chrome Holding dalam menangani penyelesaian ini akan menjadi penilaian penting bagi publik.
