Indef: Penurunan Pengangguran Terbuka Belum Cermin Pasar Kerja Sehat
Beritabaru1.com – Indef – Jakarta — Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memberikan catatan penting terkait data terbaru Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT tercatat turun menjadi 4,65% pada Mei 2026. Namun, menurut Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, Rizal Taufikurrahman, penurunan ini belum secara otomatis menggambarkan kondisi pasar kerja yang semakin sehat.
Indef menekankan bahwa struktur ketenagakerjaan saat ini masih menghadapi tantangan mendasar. Ketika jumlah pekerja informal justru mengalami peningkatan, hal ini mengindikasikan bahwa penciptaan lapangan kerja lebih banyak terjadi pada sektor berproduktivitas rendah. Sektor informal umumnya memiliki pendapatan yang tidak pasti dan minim perlindungan sosial bagi para pekerjanya.
Pergeseran Fokus: Dari Kuantitas ke Kualitas Pekerjaan
Rizal menjelaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan telah bergeser dari sekadar jumlah pekerjaan menuju kualitas pekerjaan. Masyarakat memang tetap bekerja, tetapi banyak yang masuk ke pekerjaan rentan karena sektor formal, khususnya manufaktur, belum mampu menciptakan lapangan kerja yang cukup. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi Indef sebagai lembaga riset ekonomi terkemuka di Indonesia.
“Tanpa penguatan sektor industri, penurunan pengangguran berisiko semu karena hanya diikuti perpindahan tenaga kerja ke sektor informal yang lebih rentan,” ujar Rizal Taufikurrahman.
Untuk meredam fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Indef menilai bahwa pemerintah perlu menurunkan biaya produksi melalui efisiensi energi, logistik, pembiayaan, dan kepastian regulasi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif bagi pertumbuhan sektor formal.
Rekomendasi Kebijakan untuk Pasar Kerja yang Lebih Baik
Indef juga memberikan rekomendasi terkait insentif fiskal yang harus diarahkan kepada industri padat karya yang mempertahankan tenaga kerja, bukan sekadar diberikan tanpa indikator penciptaan dan perlindungan pekerjaan. Pada saat yang sama, pemerintah harus memperkuat permintaan domestik, memperluas pasar ekspor, dan mempercepat reskilling pekerja terdampak PHK.
Menurut analisis Indef, penurunan pengangguran yang sesungguhnya harus didukung oleh pertumbuhan sektor formal yang inklusif. Pekerja informal yang beralih ke sektor formal dengan upah lebih tinggi dan jaminan sosial yang memadai akan menjadi indikator keberhasilan kebijakan ketenagakerjaan nasional.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Data Pengangguran Terbaru
Apa yang dimaksud dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)? TPT adalah persentase penduduk usia kerja yang tidak memiliki pekerjaan namun sedang aktif mencari pekerjaan dan siap bekerja.
Mengapa penurunan TPT belum tentu menandakan pasar kerja sehat? Penurunan TPT bisa terjadi karena pekerja beralih ke sektor informal yang lebih rentan, bukan karena penciptaan lapangan kerja formal yang berkualitas.
Apa peran Indef dalam analisis ketenagakerjaan? Indef sebagai lembaga riset independen memberikan analisis mendalam tentang kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan berdasarkan data empiris.
Berapa target TPT yang ideal menurut Indef? Indef mendorong TPT di bawah 5% dengan proporsi pekerja formal yang lebih besar dan perlindungan sosial yang memadai.
(Fal/P-3)
