Main Agenda – PIHAK Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan akan melanjutkan perundingan damai pada pekan depan di Pakistan , di tengah upaya kedua negara mencari jalan keluar permanen dari konflik yang memanas sejak awal tahun ini. Laporan The Wall Street Journal (WSJ), Minggu (10/5) mengutip sejumlah sumber yang mengetahui proses negosiasi tersebut, menyebut Washington dan Teheran tengah menyusun nota kesepahaman satu halaman yang berisi 14 poin utama. Draf kesepakatan itu mencakup sejumlah isu krusial, mulai dari program nuklir Iran, ketegangan di Selat Hormuz , hingga pembahasan mengenai stok uranium Iran yang telah diperkaya.
Meski demikian, sejumlah persoalan penting disebut masih belum menemukan titik temu, termasuk terkait sejauh mana Amerika Serikat bersedia mencabut sanksi terhadap Iran. "Jika negosiasi lancar, periode awal satu bulan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama," demikian isi laporan tersebut. Perundingan damai antara Washington dan Teheran sejauh ini belum menghasilkan kesepakatan final, meskipun gencatan senjata yang dimulai pada 8 April terus diperpanjang oleh kedua pihak.
Situasi tersebut membuat konflik berada dalam kondisi tidak sepenuhnya berakhir, sementara ketegangan di kawasan Teluk masih berlangsung. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan optimisme bahwa kesepakatan dengan Iran dapat tercapai dalam waktu dekat, bahkan sebelum lawatannya ke Tiongkok pekan depan. Trump juga menegaskan bahwa kunci dari kesepakatan itu terletak pada penyelesaian isu uranium Iran dan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
(Fer/P-3)