Spanyol Pastikan Penumpang MV Hondius Tidak Menunjukkan Gejala Hantavirus
Kapal Pesiar MV Hondius Tiba di Kepulauan Canary Setelah Wabah Hantavirus Terdeteksi
Spanyol Pastikan Penumpang MV Hondius tak Menunjukkan – Kapal pesiar MV Hondius, yang berbendera Belanda, baru saja tiba di pelabuhan industri Granadilla, Tenerife, pada hari Minggu (10/5). Perjalanan ini menjadi sorotan setelah virus Hantavirus, yang ditemukan dalam sejumlah penumpang, memicu kekhawatiran di kalangan warga Spanyol. Dalam pemeriksaan terbaru, para petugas kesehatan memberikan pernyataan bahwa semua penumpang yang berada di atas kapal tidak menunjukkan gejala infeksi hantavirus pada saat ini. Penumpang yang menyeberang ke Spanyol akan menjalani protokol kesehatan yang ketat sebelum diizinkan beraktivitas secara normal.
Sebelum tiba di Kepulauan Canary, MV Hondius sempat mengalami hambatan berlabuh di beberapa wilayah. Hal ini terjadi karena adanya kecurigaan akan penyebaran virus. Dalam laporan terkini, tiga korban jiwa dari kapal tersebut telah dilaporkan meninggal, yaitu seorang pasangan suami istri asal Belanda dan seorang wanita dari Jerman. Virus Hantavirus, yang umumnya menyebar melalui hewan pengerat, memiliki varian Andes yang ditemukan dalam sebagian besar kasus infeksi manusia. Varian ini dikenal lebih berbahaya dan memerlukan pengawasan ekstra untuk mencegah penyebaran.
Proses Pemeriksaan Kesehatan dan Kontak Berisiko Tinggi
Pihak kesehatan Spanyol melakukan pemeriksaan medis terhadap seluruh penumpang MV Hondius sebagai langkah pencegahan. Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi serta Pandemi Organisasi Kesehatan Dunia, Maria Van Kerkhove, menyatakan bahwa semua individu di atas kapal dianggap sebagai kontak berisiko tinggi. Pernyataan tersebut diungkapkan pada hari Sabtu dalam wawancara dengan media, menegaskan pentingnya pemantauan terus-menerus terhadap keadaan kesehatan penumpang. Selain itu, para petugas juga melakukan survei terhadap penumpang untuk memastikan tidak ada kejadian serupa di kemudian hari.
“Kami yakin bahwa semua penumpang MV Hondius dalam kondisi yang stabil dan tidak mengalami gejala hantavirus,” jelas Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, dalam wawancara kepada AFP. Ia menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan akan terus dilakukan hingga semua penumpang dipastikan aman untuk kembali ke negara asal mereka. “Penerbangan terakhir dijadwalkan besok, yaitu menuju Australia,” kata Garcia.
Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan dalam rangka meminimalkan risiko infeksi yang dapat menyebar ke destinasi berikutnya. Spanyol telah mengambil langkah-langkah ekstra untuk memastikan bahwa penumpang tidak menunjukkan gejala yang mencurigakan, seperti demam, kesemutan, atau nyeri dada. Selain itu, para penumpang akan diberikan instruksi khusus tentang cara mencegah penyebaran virus, termasuk cara mencuci tangan dan menjaga kebersihan.
Penumpang MV Hondius Diberangkatkan ke Negara-Negara Tujuan
Spanyol mengizinkan sejumlah penumpang MV Hondius untuk berangkat ke negara-negara tujuan mereka setelah memastikan tidak ada gejala hantavirus. Sebanyak 14 warga negara Spanyol akan menjadi penumpang pertama yang kembali ke tanah air mereka setelah menjalani pemeriksaan. Penumpang dari Belanda, Jerman, Belgia, Yunani, serta sebagian dari awak kapal akan dipulangkan melalui penerbangan berbeda. Dalam penerbangan terpisah, warga Kanada, Turki, Prancis, Inggris, Irlandia, dan Amerika Serikat akan diberangkatkan ke negara asal mereka.
Kapal MV Hondius awalnya berangkat dari Belanda ke Spanyol pada awal Mei, dengan rencana penerbangan ke Australia sebagai bagian dari rute internasionalnya. Namun, perjalanan ke Belanda ditunda hingga hari Senin (11/5) karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Meski begitu, para penumpang tetap dalam pemantauan ketat guna memastikan tidak ada penyebaran virus selama pelayaran berlangsung. Para petugas juga mengambil sampel darah dari penumpang sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut.
Wabah hantavirus yang terjadi di MV Hondius menimbulkan dampak besar pada industri pariwisata Spanyol. Jumlah penumpang yang menyeberang mencapai sekitar 200 orang, termasuk sejumlah turis internasional dan awak kapal. Setelah pemeriksaan selesai, para penumpang yang sehat akan diberikan izin untuk beraktivitas seperti biasa. Namun, jika ada yang menunjukkan gejala, mereka akan diberikan isolasi tambahan sebelum dilanjutkan ke destinasi tujuan.
Dalam rangka mencegah penyebaran virus, Spanyol memberlakukan protokol kesehatan yang ketat di pelabuhan. Penumpang diwajibkan menunjukkan surat kesehatan, serta menjalani tes suhu tubuh sebelum diizinkan turun. Pihak berwenang juga memperketat prosedur pemeriksaan di kawasan pelabuhan, termasuk pemeriksaan barang bawaan mereka. “Kami ingin memastikan tidak ada penyebaran virus ke wilayah lain,” terang Menteri Garcia.