Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Internasional
  3. Iran Ajukan 14 Poin Rencana Perdamaian setelah Ancaman Keras Donald Trump
Internasional

Iran Ajukan 14 Poin Rencana Perdamaian setelah Ancaman Keras Donald Trump

Karen Smith - beritabaru1.com Reporter Selasa, 19 Mei 2026 pukul 22:37 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
63b682e6-ad44-490f-a537-8c7c848ec54a-0
Foto : Karen Smith - beritabaru1.com

New Policy: Iran Ajukan 14 Poin Rencana Perdamaian Setelah Ancaman Keras Donald Trump

Beritabaru1.com – Sebagai bagian dari New Policy yang diusulkan, Iran telah menyajikan 14 poin rencana perdamaian sebagai respons terhadap ancaman tegas dari Donald Trump. Langkah ini dilakukan dalam upaya mempercepat penyelesaian konflik yang terus memanas antara Teheran dan Washington. Rencana tersebut diterima sebagai alternatif negosiasi yang berpotensi mengubah dinamika hubungan bilateral kedua negara. Kebijakan baru ini diharapkan menjadi jembatan untuk mengakhiri siklus perang dan meningkatkan keterbukaan dalam perundingan.

Rencana Perdamaian Iran dan Ancaman Trump

Perencanaan 14 butir poin ini dirilis oleh pihak Iran dalam beberapa hari setelah Trump memberikan peringatan keras melalui media sosial Truth Social. “Waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya bergerak cepat, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. New Policy adalah kunci untuk mencegah krisis yang lebih parah,” tulis Trump dalam

kutipan resmi

yang menarik perhatian banyak pihak. Pemimpin Iran mengklaim bahwa naskah ini menyediakan kerangka kerja komprehensif untuk menyelesaikan masalah yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Dalam rencananya, Iran menawarkan penyesuaian kebijakan yang mencakup penghapusan beberapa sanksi ekonomi, pengakuan kembali kesepakatan nuklir tahun 2015, dan langkah-langkah untuk memperkuat hubungan diplomatik. Selain itu, proposal ini juga mencakup janji keterbukaan dalam membicarakan rencana pengembangan senjata nuklir, yang selama ini menjadi sumber utama ketegangan. Meski terkesan fleksibel, New Policy ini dianggap sebagai tawaran strategis untuk mengalihkan fokus dari ancaman militer ke dialog politik.

Konteks Perang Terus Berlanjut

Dalam beberapa minggu terakhir, hubungan antara Iran dan AS terus memburuk, dengan ancaman Trump yang dianggap sebagai upaya untuk mempercepat perang melalui ketegangan geopolitik. Namun, dengan adanya New Policy, Iran berharap dapat menemukan jalan untuk mengurangi risiko konflik skala besar. Mediator Pakistan, yang bertindak sebagai pihak netral, menjadi titik tengah dalam proses ini. Pihak Iran percaya bahwa langkah ini akan memberikan ruang untuk negosiasi yang lebih terbuka, meskipun validasi dari AS masih diperlukan.

Salah satu aspek utama dari 14 poin ini adalah penundaan sanksi terhadap minyak Iran, yang dianggap sebagai keuntungan besar dalam situasi ekonomi kritis negara itu. Selain itu, pihak Iran menawarkan kerja sama dalam menangani ancaman dari organisasi-organisasi seperti Israel dan penggembalaan militer di wilayah Suriah dan Yaman. New Policy ini juga mencakup rencana untuk melibatkan negara-negara tetangga dalam membangun kepercayaan antarbangsa.

Di sisi lain, media pemerintah Iran menyatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan kemungkinan memperpanjang dialog, terutama setelah Trump mengungkapkan kompromi dalam beberapa aspek. Namun, pihak AS masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari mediator Pakistan. Tim Trump, yang dipimpin oleh Steve Witkoff dan Jared Kushner, mengatakan bahwa New Policy ini memberikan kejelasan tentang keinginan Washington untuk memperbaiki hubungan dengan Iran, meskipun masih ada syarat-syarat yang perlu dipenuhi.

Meski demikian, Iran tetap menolak untuk melepas stok uranium yang mereka yakini tersembunyi di bawah reruntuhan situs-situs yang sebelumnya menjadi sasaran serangan udara. AS terus memantau lokasi-lokasi tersebut menggunakan satelit, sementara opsi militer tetap ada sebagai ancaman jika negosiasi gagal. New Policy ini dianggap sebagai langkah penting untuk menghindari eskalasi ke perang, tetapi juga menjadi ujian bagi kebijakan diplomatik kedua pihak.

Dalam konteks yang lebih luas, New Policy dari Iran menunjukkan upaya membangun kembali hubungan dengan AS setelah era sanksi yang ketat. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengungkapkan bahwa perbedaan internal dalam pemerintahan Iran membuat respons terhadap tawaran ini terlambat. “Kita membutuhkan waktu empat hingga lima hari untuk mendapatkan respons dari Iran. New Policy ini memberi peluang untuk mengubah dinamika,” jelas Rubio dalam wawancara dengan NBC Nightly News. Dengan semangat New Policy, harapan untuk perdamaian di Timur Tengah semakin mengemuka.

Bagikan:

Berita Terkait

1785937198_8350dce974521f15779c

Hubungan Memanas, AS Cabut Visa Duta Besar Brasil Maria Luiza Viotti

5 Agu 2026
1785937810_d8f7b6f0054b76f6c7a3

Taiwan Gelar Latihan Militer Han Kuang, Simulasikan Invasi Tiongkok

5 Agu 2026
58616eb2-dfac-464a-82d5-c12bda79d1fc-0

Andy Burnham Janji Berantas Penyeberangan Kapal Kecil Migran di Inggris

3 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

Gerai Roti Premium Asal Singapura Ini Bidik Komunitas dan Pecinta Artisan Bakery

14 thetic yang lalu
1785937198_8350dce974521f15779c

Hubungan Memanas, AS Cabut Visa Duta Besar Brasil Maria Luiza Viotti

54 thetic yang lalu
1785937253_943a1af2978afef64b8e

Menhan Sebut Kebutuhan Alutsista dan Amunisi TNI Mulai Terpenuhi

1 menit yang lalu
Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan, Persoalkan Penetapan Tersangka

1 menit yang lalu
1785937117_64248b9d6c098292baee

Pengamat Nilai Rencana Pemerintah yang Wajibkan Industri Gula Rafinasi Miliki Kebun Tebu Sendiri tak Logis

1 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (473)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (272)
  • Humaniora (832)
  • Internasional (436)
  • Jabar (82)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (21)
  • Megapolitan (169)
  • Nusantara (582)
  • Olahraga (195)
  • Opini (73)
  • Otomotif (31)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (258)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (490)
  • Teknologi (241)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Gerai Roti Premium Asal Singapura Ini Bidik Komunitas dan Pecinta Artisan Bakery
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.