Program Berdayakan Perempuan Wirausaha dari Komunitas di Jabodetabek
Beritabaru1.com – Kolaborasi strategis antara Amazon dan Liberty Society Foundation (LSF) telah meluncurkan inisiatif penting untuk Berdayakan Perempuan Wirausaha dari Komunitas kurang terlayani di wilayah Jabodetabek. Program ini menargetkan 130 penerima manfaat yang berasal dari berbagai latar belakang sosial ekonomi. Melalui pelatihan komprehensif dan pendampingan berkelanjutan, perempuan-perempuan ini diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi kewirausahaan mereka secara optimal.
Program ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan perempuan dari komunitas rentan, termasuk ibu tunggal dan mereka yang berpenghasilan rendah. Sebagian besar peserta merupakan perempuan yang sebelumnya belum pernah mengakses keterampilan maupun pelatihan formal, dan banyak di antaranya tidak memiliki pekerjaan tetap. Dengan dukungan penuh dari Amazon dan LSF, mereka kini memiliki peluang untuk membangun usaha mandiri yang berkelanjutan.
Perluasan Akses Ekonomi bagi Perempuan
Upaya untuk Berdayakan Perempuan Wirausaha dari Komunitas ini tidak hanya berfokus pada pemberian keterampilan teknis, tetapi juga pada penguatan kapasitas bisnis secara menyeluruh. Peserta akan mengikuti serangkaian lokakarya yang mencakup potensi UMKM, strategi pengembangan usaha, peningkatan kualitas produk, serta identifikasi peluang pasar. Program pelatihan ini dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2026, memberikan waktu yang cukup bagi peserta untuk menyerap materi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain aspek bisnis, program ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Melalui pelatihan menjahit dan pengolahan limbah, 50 perempuan peserta akan belajar teknik menjahit modern sambil mengolah kembali bahan daur ulang. Kemasan sampah plastik dan bahan bekas lainnya akan diubah menjadi produk bernilai lebih tinggi, menciptakan aliran pendapatan tambahan sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
Dukungan Pemerintah dan Stakeholder
Saya mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program untuk belajar, memperluas jejaring, membangun kolaborasi, dan mengembangkan usaha agar mampu naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.
— Temmy Satya Permana, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Temmy Satya Permana, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi Amazon dan Liberty Society Foundation. Menurutnya, inisiatif ini telah berhasil membangun ekosistem yang kondusif bagi lahirnya womenpreneurs yang tangguh dan berdaya saing. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada Rabu (29/7) dalam acara peluncuran program.
Direktur Eksekutif Liberty Society Foundation, Tamara Gondo, juga menyampaikan harapan besar melalui kolaborasi dengan Amazon. Ia menjelaskan bahwa peserta tidak hanya akan memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menciptakan dan mengembangkan usaha. “Selain itu juga memiliki kesempatan untuk menciptakan dan mengembangkan usaha, menghasilkan pendapatan, dan menjadi lebih mandiri secara finansial dalam jangka panjang,” ujar Tamara dengan penuh optimisme.
Tamara menambahkan bahwa ia telah melihat perempuan dari komunitas kurang terlayani yang diberi akses, dukungan, dan kepercayaan memiliki kemampuan luar biasa untuk berkembang. “Perkembangan itu tidak hanya mengubah hidup mereka sendiri, tetapi juga hidup keluarga dan komunitasnya,” tegas Tamara. Hal ini menunjukkan bahwa dampak program ini akan terasa lebih luas dan berkelanjutan.
Head of Public Policy, Asia Tenggara, Darren Ong, dari Amazon, mengatakan sangat bangga mendukung perempuan dari komunitas kurang terlayani di Jabodetabek. “Dengan semangat inovatif Amazon, kami ingin membantu membangun komunitas yang lebih kuat di tempat kami beroperasi, bekerja bersama organisasi masyarakat yang hebat seperti LSF untuk membangun program yang berdampak,” pungkasnya. Dukungan ini menjadi bukti komitmen perusahaan multinasional dalam memberdayakan masyarakat lokal melalui program sosial yang terstruktur dan terukur.

