Proses Pemadaman Kebakaran Gudang di Rorotan Cilincing Berlangsung Intensif
Beritabaru1.com – Kebakaran Gudang di Rorotan Cilincing akhirnya berhasil dipadamkan setelah tim pemadam bekerja keras selama lebih dari delapan jam. Operasi besar-besaran ini melibatkan personel dari Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang turun langsung ke lokasi kejadian. Dua bangunan gudang yang terletak di Jalan Komplek Kawasan Nomor F17, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, mengalami kerusakan cukup parah akibat api yang melahap area seluas 250 meter persegi.
Jadwal Lengkap Operasi Pemadaman
Kepala Seksi Operasi, Gatot Sulaeman, memberikan penjelasan rinci mengenai timeline kejadian yang dimulai pada malam hari Jumat. Seluruh proses pemadaman baru dapat dinyatakan selesai pada Sabtu dini hari tanggal 25 Juli. Berdasarkan catatan resmi, petugas mulai melakukan aksi pemadaman pada pukul 19.03 WIB dan api benar-benar padam pada pukul 03.37 WIB.
“Kami memulai aksi pemadaman pukul 19.03 WIB dan api baru benar-benar padam sekitar pukul 03.37 WIB,” ujar Gatot di Jakarta, Sabtu.
Meskipun api utama telah berhasil dikendalikan pada pukul 20.02 WIB, petugas masih memerlukan waktu tambahan untuk melakukan pendinginan menyeluruh. Langkah krusial ini dilakukan agar tidak ada sisa-sisa titik api yang mungkin muncul kembali di area kejadian. Proses pendinginan yang panjang ini memastikan keamanan seluruh area dari risiko kebakaran susulan.
Identitas Pemilik Gudang dan Konten yang Terbakar
Dua bangunan gudang yang hangus merupakan milik Hendrik Saputra. Gudang pertama dikelola oleh PT Inova Nusantara yang menyimpan mesin pompa air, sedangkan gudang kedua dimiliki PT Sahabat untuk menampung mesin genset. Kerusakan yang terjadi cukup signifikan mengingat nilai aset yang tersimpan di dalam kedua gudang tersebut.
Untuk mengatasi Kebakaran Gudang di Rorotan Cilincing, Sudin Gulkarmat mengerahkan minimal 85 orang petugas. Dukungan logistik datang dari 17 unit mobil pemadam kebakaran yang beroperasi di lokasi. Kehadiran armada yang memadai memungkinkan petugas untuk bekerja secara efektif dan efisien dalam memadamkan api.
“Alhamdulillah, pagi ini kebakaran sudah padam dan situasi sudah dapat ditangani petugas,” pungkas Gatot.
Kehadiran 17 unit mobil pemadam kebakaran menunjukkan skala besar dari operasi yang dilakukan. Dengan jumlah personel yang mencapai 85 orang, petugas mampu membagi tugas dengan baik untuk memastikan api tidak menyebar ke area sekitarnya. Proses pendinginan yang dilakukan setelah api utama padam menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Area yang terkena dampak bencana mencapai 250 meter persegi, mencakup kedua gudang yang terbakar. PT Inova Nusantara dan PT Sahabat sebagai pengelola gudang kini harus melakukan evaluasi terhadap kerusakan yang terjadi. Nilai aset yang tersimpan di dalam kedua gudang tersebut menjadi perhatian utama dalam proses pemulihan.
Kebakaran ini menjadi salah satu insiden penting yang terjadi di wilayah Jakarta Utara. Keberhasilan pemadaman dalam waktu 8 jam menunjukkan efektivitas koordinasi antara berbagai unit pemadam. Petugas juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, yang menjadi kabar baik bagi masyarakat sekitar.
Setelah proses pendinginan selesai, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh di seluruh area kejadian. Langkah preventif ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada titik api yang tersembunyi di balik reruntuhan atau di dalam struktur gudang. Masyarakat sekitar dapat bernapas lega setelah insiden ini berhasil ditangani dengan baik.

