Pramono Anung: Key Strategy dalam Memperkuat CFD Rasuna Said sebagai Aktivitas Masyarakat
Key Strategy yang dianut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mencakup upaya mempertahankan Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari pengembangan kota yang berkelanjutan. Menurut Pramono, sekitar 96 persen warga Jakarta menyatakan dukungan untuk kegiatan tersebut, yang telah menjadi kebiasaan setiap minggu. Angka ini diperoleh setelah ia menghadiri acara yang diikuti oleh ribuan warga, termasuk yang berolahraga di jalur khusus tersebut.
Respons Masyarakat Menjadi Pendorong Utama Kebijakan CFD
Dalam wawancara di Jakarta, Minggu (7/6/2026), Pramono Anung menjelaskan bahwa masyarakat menjadi penentu utama keberhasilan kebijakan CFD. “Kebanyakan warga, hampir 95 hingga 96 persen, masih menginginkan Car Free Day tetap berlangsung rutin. Mereka melihat ini sebagai ruang untuk bernapas dan mengurangi polusi udara,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa Key Strategy pemerintah dalam mengelola lalu lintas kota melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Menurut Pramono, warga yang mengusulkan perbaikan fasilitas pendukung hanya menyumbang sekitar 5 persen dari total responden. Ia menilai hal ini wajar, karena penataan jalur CFD di Kuningan belum sempurna. “Kita masih perlu menyesuaikan infrastruktur dengan kebutuhan warga. Tapi Key Strategy kami tetap fokus pada keberlanjutan CFD,” tambahnya.
CFD sebagai Simbol Pengurangan Kepadatan Lalu Lintas
Keberlanjutan CFD di Rasuna Said dinilai sebagai bagian dari Key Strategy pemerintah DKI untuk mengatasi masalah kepadatan lalu lintas di jalur utama. Pramono mengatakan, rute baru CFD yang direncanakan peresmiannya pada 22 Juni 2026, menjelang ulang tahun Jakarta ke-499, bertujuan mengalihkan beban lalu lintas dari Sudirman-Thamrin. “Dengan Key Strategy ini, kita harap bisa mengurangi kemacetan dan mendorong penggunaan transportasi umum,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono menyebutkan bahwa CFD di Kuningan diharapkan menjadi pendorong utama pengembangan kawasan tersebut. “Kuningan punya potensi besar menjadi destinasi baru. Key Strategy kami adalah memanfaatkan CFD untuk menarik minat wisatawan dan meningkatkan kualitas lingkungan,” jelasnya. Ia menambahkan, beberapa warga mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberi dampak positif terhadap kesehatan dan kenyamanan hidup di ibu kota.
Upaya Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Wisata
Pemilihan Kuningan sebagai lokasi CFD juga disebut sebagai Key Strategy untuk mengintegrasikan transportasi publik di area tersebut. Pramono menyatakan, keberadaan Transjakarta dan LRT dari Bekasi serta Cibubur membuat aksesibilitas ke kawasan ini lebih mudah. “Key Strategy kami mencakup peningkatan fasilitas pendukung, termasuk pengaturan jalur untuk kendaraan umum,” ujarnya.
Menurut Pramono, Key Strategy ini juga bertujuan menarik minat wisatawan asing. “Warga Malaysia, Singapura, dan Thailand sering mengunjungi Jakarta untuk mengikuti Car Free Day. Mereka menganggap ini sebagai pengalaman unik yang menawarkan keindahan kota serta kesempatan untuk berolahraga,” tambahnya. Ia berharap, dengan tetap dilanjutkannya CFD, Kuningan bisa menjadi salah satu destinasi wisata utama di Jakarta.
Pramono menekankan bahwa Key Strategy dalam mempertahankan CFD adalah bagian dari visi pemerintah untuk menciptakan kota yang lebih hijau dan ramah lingkungan. “Kami sedang mengevaluasi kinerja CFD di beberapa titik, termasuk Kuningan, untuk memastikan keberlanjutan program ini. Key Strategy yang digunakan harus selalu berorientasi pada kepuasan masyarakat dan pengurangan emisi,” ujarnya. Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga untuk memahami pentingnya keberlanjutan lingkungan.
Kelanjutan CFD sebagai Pendorong Ekonomi Lokal
Key Strategy yang diusung Pramono Anung tidak hanya fokus pada lingkungan, tetapi juga pada pengembangan ekonomi lokal. Menurutnya, keberlanjutan CFD di Kuningan akan memberikan dampak positif terhadap bisnis di sekitar area tersebut. “Pemilik usaha mengapresiasi kegiatan ini karena meningkatkan kunjungan ke kawasan Kuningan. Ini menjadi bagian dari Key Strategy pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sektor wisata dan ritel,” terangnya.
Sejumlah pengusaha lokal menyatakan bahwa CFD menjadi faktor penentu bagi keberlangsungan usaha mereka. “Tanpa Key Strategy ini, kita bisa saja kehilangan peluang ekonomi di kawasan Kuningan,” ujar seorang pengelola pusat perbelanjaan. Pramono mengakui bahwa pihaknya akan terus memantau hasil dari kebijakan ini, termasuk dampak sosial dan ekonominya, untuk memastikan sesuai dengan harapan masyarakat.
