Latest Update: PWNU DKI Jakarta Memilih Dharma Jaya sebagai Mitra Kurban
Latest Update – Ketua PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma’arif, mengungkapkan bahwa organisasi itu telah memilih Perumda Dharma Jaya sebagai mitra utama dalam pengolahan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah. Kerja sama ini dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Cakung, Jalan Raya Penggilingan, Jakarta Timur. Menurut Samsul, keputusan ini bertujuan meningkatkan kualitas hewan kurban melalui proses yang lebih higienis, sehat, dan sesuai standar kesehatan. Pemotongan hewan kurban menjadi bagian dari upaya memastikan daging yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara efisien.
Penyembelihan Berbasis ASUH dan Standar Modern
Perumda Dharma Jaya dinilai memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) serta memiliki sistem sanitasi yang canggih. Samsul menjelaskan bahwa pemotongan di RPH ini lebih terstruktur dibanding metode tradisional. “Latest Update – kami mempercayakan proses kurban ke Dharma Jaya karena layanan yang lebih praktis dan minim risiko kontaminasi,” katanya dalam acara pemotongan hewan di RPH Cakung, Kamis (28/5). Pemilihan mitra ini juga sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota yang memprioritaskan standarisasi dalam segala aspek kehidupan.
“Masa depan Jakarta harus memiliki tempat penyembelihan yang terkhususkan, jadi kita tidak lagi mengandalkan proses sembarangan,” ujar Samsul.
Kerja sama ini menandai langkah awal penggunaan fasilitas modern oleh PWNU DKI Jakarta setelah beberapa tahun melaksanakan pemotongan hewan secara tradisional. Organisasi tersebut menerima 13 ekor sapi dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan institusi penting. Samsul menekankan bahwa proses ini diawasi ketat untuk memastikan kehalalan dan kualitas daging kurban yang ditujukan bagi masyarakat Jakarta.
Pengembangan Infrastruktur Pemotongan untuk Masyarakat
Raditya Endra Budiman, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, mengapresiasi kepercayaan PWNU DKI Jakarta. “Latest Update – kami bersyukur karena mendapat kepercayaan untuk memproses hewan kurban di RPH ini,” katanya. Layanan yang ditawarkan mencakup penyembelihan, pengemasan, dan distribusi daging kurban ke berbagai wilayah di Jakarta melalui enam cabang PCNU. Raditya menjelaskan bahwa sistem ini memastikan proses berjalan lancar dan sesuai prinsip syariat Islam.
“Insya Allah semua langkah ini dilakukan sesuai aturan agama dan dipantau secara langsung,” tambah Raditya.
Menurut Raditya, setiap wilayah di DKI Jakarta perlu memiliki pusat pemotongan yang terstandarisasi. “Jika fasilitas ini bisa diperluas, maka pemotongan hewan kurban tidak hanya terpusat di Dharma Jaya, tetapi bisa merata ke seluruh masyarakat,” imbuhnya. Ia juga menyebutkan bahwa RPH Dharma Jaya telah menyiapkan 744 juru sembelih halal (Juleha) yang diakui oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta. Angka ini mencerminkan komitmen Dharma Jaya dalam menjaga kualitas dan kehalalan produk.
Dalam rangka memperkuat kualitas daging kurban, Dharma Jaya terus melakukan pengembangan fasilitas. Hingga sebelumnya, total hewan yang telah dipotong mencapai sekitar 250 ekor, dengan harapan jumlah tersebut bisa terus bertambah seiring berjalannya program ini. Samsul berharap kerja sama ini menjadi contoh bagi organisasi lain untuk mengadopsi metode modern dalam pemotongan hewan kurban.
