Bandara Soekarno-Hatta Berbagi 18 Sapi Kurban ke Warga Tangerang Dalam Program New Policy
New Policy – Dalam rangka menerapkan new policy yang lebih inklusif, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) melakukan penggalangan dana untuk menyumbangkan 18 ekor sapi kurban kepada warga sekitar Tangerang. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat, terutama di wilayah sekitar bandara yang menjadi bagian dari komunitas yang selama ini mendukung operasional maskapai dan infrastruktur penerbangan.
Program new policy ini dilaksanakan setelah perayaan Iduladha 1447 H, dengan tujuan menyebarkan manfaat dari pembangunan bandara ke berbagai lapisan masyarakat. Penyaluran sapi kurban mencakup masjid dan mushola strategis seperti Musholla Darul Muttaqin, Masjid Baiturrohim, serta 14 titik lainnya di Kota dan Kabupaten Tangerang. Kebijakan baru ini memastikan bahwa kehadiran bandara tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Implementasi New Policy dan Manfaat Sosial
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menjelaskan bahwa new policy ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterlibatan perusahaan dengan masyarakat sekitar. “Kita ingin menunjukkan bahwa bandara bukan hanya sebagai tempat transit, tapi juga mitra dalam kegiatan sosial,” katanya pada hari Jumat (29/5). Kegiatan berbagi sapi kurban ini dirancang agar masyarakat dapat merasakan dampak positif dari keberadaan bandara, terutama di masa pandemi yang menekankan pentingnya kerja sama dan kepedulian kolektif.
“Selama ini, bandara lebih fokus pada layanan dan operasional, tetapi new policy ini mengubah paradigma tersebut dengan fokus pada manfaat sosial dan budaya,” ujar Heru. Kegiatan ini juga sejalan dengan kebijakan perusahaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berbagi dalam era keberlanjutan.
Menurut Heru, program new policy ini tidak hanya menyalurkan daging kurban, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat ikatan antara pengelola bandara dengan warga sekitar. “Dengan 18 sapi yang disumbangkan, kita harap masyarakat merasa dihargai dan mampu membangun kesadaran bersama tentang pengelolaan sumber daya yang lebih adil,” tambahnya. Program ini diperkirakan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas sosial yang diinisiasi oleh korporasi.
Proses Distribusi dan Penerimaan Sapi Kurban
Penyaluran sapi kurban dilakukan secara bertahap selama beberapa hari setelah Iduladha, dengan pengawasan ketat untuk memastikan keadilan dan transparansi dalam distribusi. Warga Tangerang yang menerima bantuan mencakup ribuan keluarga dari 12 kelurahan, termasuk Benda, Poris Gaga, dan Neglasari. Proses ini melibatkan tim dari Bandara Soekarno-Hatta dan masyarakat setempat untuk memastikan sapi kurban mencapai masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kita bekerja sama dengan warga untuk menentukan prioritas penerima, sehingga new policy ini tidak hanya menjadi kebijakan, tapi juga rencana aksi bersama,” jelas Heru. Distribusi ini juga dilengkapi dengan pendampingan untuk memastikan penggunaan daging kurban secara optimal, baik untuk keperluan makan maupun kegiatan keagamaan di lingkungan warga.
Program new policy ini disambut baik oleh masyarakat sekitar yang merasa senang dan terbantu. Seorang warga dari Kelurahan Dadap, Budi Santoso, menyatakan bahwa bantuan tersebut memberikan pengaruh besar terhadap kesejahteraan keluarganya, terutama selama masa Iduladha yang membutuhkan biaya tambahan untuk keperluan ibadah. “Kami berterima kasih atas inisiatif ini, karena memperkuat hubungan antara bandara dan warga,” katanya. Kebijakan baru ini diharapkan menjadi contoh terbaik dalam penerapan corporate social responsibility (CSR) yang berkelanjutan.
