Polisi Periksa CCTV soal Kasus Kematian Sutrimo di Kebayoran Baru: Investigasi Mendalam di Lokasi Kejadian
Beritabaru1.com – Tim penyidik kepolisian kini tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rekaman kamera pengawas atau CCTV sebagai bagian dari penyelidikan kasus kematian seorang pria berusia 42 tahun bernama Sutrimo. Polisi Periksa CCTV soal Kasus ini dilakukan untuk memastikan tidak ada hal yang terlewat dalam proses investigasi kematian yang terjadi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Jenazah korban ditemukan di area depan sebuah klinik kecantikan yang berlokasi strategis di kawasan tersebut.
Proses Investigasi di Tempat Kejadian Perkara
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, menjelaskan secara rinci bahwa para penyidik saat ini fokus pada pengumpulan keterangan dari saksi-saksi serta peninjauan rekaman kamera pengawas yang tersebar di sekitar lokasi kejadian. Menurut Iskandarsyah, langkah-langkah yang dilakukan meliputi pemeriksaan tempat kejadian perkara, pencarian informasi tambahan di lingkungan sekitar, serta verifikasi data dari saksi dan CCTV yang tersedia di area tersebut.
“Kita olah TKP tadi. Begitu dapat informasi, habis cek TKP, terus kita mencoba mencari informasi di sekitaran TKP, saksi, dan CCTV,” ujar Iskandarsyah saat dihubungi, Minggu (26/7/2026).
Di lokasi kejadian, garis polisi telah dipasang membentang untuk membatasi area agar tidak mengganggu proses penyelidikan. Tampak bagian dalam klinik tertutup tirai gelap tanpa adanya aktivitas manusia, dengan lampu interior dalam keadaan padam sementara lampu eksterior masih menyala. Kondisi ini menunjukkan bahwa klinik tersebut sedang dalam masa penutupan sementara selama proses investigasi berlangsung.
Riwayat Penemuan Korban dan Evakuasi
Berdasarkan informasi yang tersebar, Sutrimo ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan kondisi mulut berbusa pada Kamis (23/7/2026). Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi menggunakan ambulans dan dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. Sayangnya, korban dinyatakan meninggal dunia setelah proses evakuasi tersebut, meskipun upaya penyelamatan telah dilakukan oleh tim medis.
Berdasarkan kabar yang beredar, korban diketahui merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari Febrie Adriansyah, seorang mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di Kejaksaan Agung. Namun, kepolisian masih melakukan pendalaman informasi terkait identitas dan latar belakang korban untuk memastikan tidak ada hal yang terlewat dalam proses penyelidikan.
“Masih didalami,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Minggu (26/7/2026).
Budi menyampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya korban. Ia menambahkan bahwa penyidik saat ini sedang meminta klarifikasi dari berbagai pihak, termasuk keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga melacak riwayat pemesanan transportasi medis dan titik awal ditemukannya korban. Proses pemeriksaan CCTV menjadi salah satu kunci utama dalam mengungkap kronologi lengkap kejadian yang menimpa Sutrimo.
Para penyidik juga berencana untuk memeriksa seluruh rekaman CCTV yang tersedia di sekitar klinik kecantikan tersebut, termasuk kamera yang dimiliki oleh toko-toko dan bangunan lain di kawasan Kebayoran Baru. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada rekaman yang terlewat dan dapat memberikan gambaran lengkap tentang apa yang terjadi sebelum dan setelah korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
(H-4)

