Pramono Minta Satpam Penjaga Penyeberangan Tak Dipecat
Beritabaru1.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi menyatakan dukungannya terhadap petugas keamanan yang menjadi sorotan publik setelah insiden dengan pengemudi mobil mewah di kawasan Bundaran HI. Dalam pernyataannya, Pramono Minta Satpam Penjaga Penyeberangan untuk tidak menerima pemecatan dari perusahaan tempat ia bekerja. Keputusan ini diambil setelah Pemprov DKI Jakarta melakukan verifikasi menyeluruh terhadap rekaman CCTV yang tersedia.
Verifikasi Rekaman CCTV dan Temuan Penting
Pramono menjelaskan bahwa dirinya telah memeriksa beberapa kali rekaman video yang berkaitan dengan insiden tersebut. Menurutnya, footage yang dimiliki pemerintah daerah lebih komprehensif dibandingkan cuplikan yang beredar di media sosial. Melalui penelusuran mendalam, terungkap fakta bahwa mobil Alphard melakukan pelanggaran saat melewati zona penyeberangan pejalan kaki.
Untuk nasib satpam, saya minta jangan dipecat atau diberhentikan. Yang bersangkutan justru menjalankan tugas dengan sangat baik. Dari CCTV terlihat mobil Alphard itulah yang melakukan pelanggaran,
Selain pelanggaran penyeberangan, pihak Pemprov DKI Jakarta juga menerima informasi penting mengenai status pelat nomor kendaraan bermasalah. Laporan menunjukkan bahwa mobil tersebut menggunakan pelat nomor palsu. Oleh karena itu, Pramono menginstruksikan aparat penegak hukum untuk memberikan sanksi tegas kepada pengemudi jika masalah ini belum terselesaikan secara baik melalui jalur hukum yang berlaku.
Klarifikasi dan Tindakan Lanjutan
Pramono menegaskan bahwa tidak boleh terjadi tindakan sewenang-wenang terhadap petugas yang sedang menjalankan tugasnya. Ia memastikan satpam tersebut akan terus bekerja seperti biasa karena telah bertindak sesuai prosedur yang berlaku. Identitas pengemudi Alphard yang marah-marah tersebut juga sudah diketahui oleh pihak berwenang.
Kami juga mendapatkan laporan bahwa mobil yang menggunakan pelat itu adalah pelat palsu. Orang yang seharusnya diberi sanksi adalah yang melakukan pelanggaran, bukan yang menegur,
Saya minta satpamnya tidak dipecat dan tetap dipekerjakan. Dia menjalankan tugasnya dengan baik. Semua orang bisa melihat dari CCTV, termasuk rekaman yang lebih lengkap yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Identitas orang yang marah-marah itu juga sudah kami ketahui,
Konferensi pers tersebut berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta pada hari Jumat, tanggal 24 Juli. Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga tuntas. Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa petugas keamanan yang menegur pelanggaran justru perlu dilindungi, bukan dihukum. Kasus ini menjadi contoh penting tentang pentingnya menghargai tugas para petugas keamanan di ruang publik.

