Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Megapolitan
  3. Special Plan: Komisi D Minta Data RW Kumuh Diperbarui, Penataan Permukiman Harus Tepat Sasaran
Megapolitan

Special Plan: Komisi D Minta Data RW Kumuh Diperbarui, Penataan Permukiman Harus Tepat Sasaran

Emily Davis Reporter Rabu, 17 Juni 2026 pukul 17:22 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1781689979_68dadb591ae5d3c61794

Table of Contents

Toggle
  • Special Plan: Komisi D Dorong Perbaruan Data RW Kumuh untuk Penataan Permukiman Lebih Efektif
    • Peran Data RW Kumuh dalam Pemetaan Wilayah Kumuh
    • Evaluasi CAP dan CIP dalam Special Plan
    • Koordinasi Antar-Instansi untuk Meningkatkan Efisiensi
    • Kendala Utama dalam Pembaruan Data

Special Plan: Komisi D Dorong Perbaruan Data RW Kumuh untuk Penataan Permukiman Lebih Efektif

Special Plan – Sebagai bagian dari Special Plan, Komisi D DPRD DKI Jakarta menekankan pentingnya pembaruan data wilayah RW kumuh sebagai upaya mengoptimalkan program penataan permukiman. Ketua Komisi D, Yuke Yurike, menjelaskan bahwa data yang akurat dan up-to-date menjadi dasar utama dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran, terutama untuk meningkatkan kualitas hidup warga di lingkungan kumuh. Dengan memperbarui data, pemerintah bisa lebih efektif dalam menentukan prioritas intervensi, seperti perbaikan infrastruktur atau pengelolaan lingkungan hidup.

Peran Data RW Kumuh dalam Pemetaan Wilayah Kumuh

Untuk memastikan program penataan permukiman berjalan lancar, Komisi D mengharapkan Pemprov DKI Jakarta meningkatkan pemetaan kawasan kumuh dengan data yang lebih real-time. “Pembaruan data RW kumuh tidak hanya membantu mengidentifikasi area rentan, tetapi juga memudahkan koordinasi antar-instansi,” kata Yuke di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (17/6). Ia menambahkan bahwa data yang dihimpun dari sumber-sumber lokal, seperti laporan warga, kecamatan, dan dinas terkait, akan menjadi acuan yang lebih valid dalam merancang strategi penanggulangan perumahan kumuh.

“Dengan data yang tidak usang, kita bisa mengetahui perubahan kondisi wilayah kumuh secara akurat. Ini sangat penting karena banyak area yang dinilai kumuh di tahun lalu belum ada perbaikan signifikan,” ujarnya.

Evaluasi CAP dan CIP dalam Special Plan

Komisi D juga menyoroti perlunya evaluasi terus-menerus terhadap Community Action Plan (CAP) dan Community Infrastructure Program (CIP) yang menjadi bagian dari Special Plan. Dua program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, termasuk pengadaan layanan sanitasi dasar dan peningkatan akses ke fasilitas umum. “CAP dan CIP harus dikoordinasikan dengan baik agar tidak ada kesenjangan antara rencana dan implementasi,” jelas Yuke. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada data yang diperbarui dan keterlibatan aktif RT, RW, serta warga sekitar.

Keterlibatan pihak-pihak lokal dalam pembaruan data sangat krusial. Menurut Yuke, data yang dihimpun langsung dari masyarakat akan lebih mampu mencerminkan kondisi nyata, seperti gangguan lingkungan, kurangnya akses air bersih, atau kepadatan penduduk di area tertentu. “Selama ini ada beberapa RW yang belum tercatat secara lengkap dalam data pemerintah. Dengan menggandeng RT dan RW, kita bisa mengidentifikasi permasalahan secara lebih cepat,” tambahnya.

Koordinasi Antar-Instansi untuk Meningkatkan Efisiensi

Yuke menegaskan bahwa pembaruan data RW kumuh harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekali selesai. Ia mencontohkan bahwa data kumuh di Jakarta perlu diperbarui setiap bulan atau setiap semester agar bisa menjadi pedoman yang relevan. “Koordinasi antar-dinas dan kecamatan harus terjalin agar data tidak terpisah dan bisa digunakan secara efisien,” jelasnya. Hal ini penting karena banyak permasalahan di wilayah kumuh membutuhkan intervensi yang terintegrasi, seperti pengelolaan sampah, drainase, dan penyediaan tempat ibadah.

Dalam Special Plan, Yuke menekankan bahwa program penataan permukiman tidak hanya sebatas fisik, tetapi juga mencakup aspek sosial dan ekonomi. “Warga kumuh tidak hanya membutuhkan infrastruktur yang layak, tetapi juga dukungan ekonomi agar bisa berdiri sendiri setelah penataan selesai,” imbuhnya. Ia juga mengingatkan bahwa data RW kumuh harus mencakup perubahan jumlah penduduk, kepadatan, dan pergerakan warga dari waktu ke waktu.

Kendala Utama dalam Pembaruan Data

Meski ada upaya untuk memperbarui data, Yuke mengungkapkan beberapa kendala yang sering dihadapi. Salah satunya adalah ketidaksejajaran antara data yang dihimpun oleh RT dan RW dengan data resmi dari pemerintah. “Beberapa RW yang terdaftar sebagai kumuh di tahun 2022 belum diupdate ke tahun 2023. Ini menyebabkan kebingungan dalam menentukan kebutuhan warga saat ini,” katanya. Ia menyarankan bahwa pemerintah perlu membangun sistem database yang lebih terintegrasi, sehingga semua data bisa terus diperbarui secara otomatis.

Dalam Special Plan, Komisi D juga menyoroti pentingnya melibatkan kelompok masyarakat dalam proses pembaruan data. “Warga sendiri yang paling tahu kondisi wilayah mereka. Jika kita tidak melibatkan mereka, data bisa saja tidak tepat sasaran,” jelas Yuke. Ia menambahkan bahwa melibatkan warga bukan hanya untuk mengumpulkan data, tetapi juga sebagai bentuk partisipasi dalam perencanaan dan pengawasan program penataan permukiman. (Far/P-3)

Bagikan:

Berita Terkait

1782193348_45c0bf6e411f2b75dd9e

Main Agenda: Puncak HUT Jakarta Digelar di Bundaran HI, Pramono Minta Jangan Berlebihan

23 Jun 2026
1782114298_7046e76c1cdad5e5916c

New Policy: Jakarta Kota Global Harus Aman dan Berbudaya

22 Jun 2026
1782115138_37b1b32ef5e668748586

Tak Terima Pacar Alami Kekerasan Verbal – Pria di Jakut Rusak Ruko Pakai Airsoft Gun

22 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

3 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

3 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

3 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

4 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

4 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.