Pemancing Hilang di Sungai Batang Tembesi Ditemukan Meninggal Setelah Sepekan
Announced – Setelah satu minggu hilang, jasad Dimas Ramadhoni (24), seorang pemancing, akhirnya ditemukan mengapung di Sungai Batang Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi, pada Kamis (28/5) siang. Korban dilaporkan terjatuh ke air saat sedang memancing di tepian Desa Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Jumat lalu. Penemuan ini menandai akhir dari pencarian intensif yang dilakukan oleh tim SAR gabungan, yang telah melibatkan berbagai pihak terkait setelah korban tidak kembali ke rumah setelah pamit pada Jumat (22/5).
Proses Penemuan dan Konfirmasi
Pemantauan dari tim SAR Bungo, M Andri, mengungkapkan bahwa jasad Dimas berhasil dievakuasi ke darat sekitar pukul 14.30 Kamis. Setelah proses evakuasi selesai, tim kemudian membawa jasad korban ke lokasi untuk diserahkan kepada keluarga. Announced bahwa pencarian telah berlangsung selama satu minggu, M Andri menegaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi mayat terapung di area Desa Jelutih, Kecamatan Bathin XXIV, sekitar 17 km dari titik keberangkatan.
Keluarga Korban dan Upaya Pencarian
Dalam upaya mencari Dimas, keluarga korban langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diberitahu oleh korban sebelum hilang. Namun, hingga Malam Jumat (22/5), hanya ditemukan sepeda motor, ponsel, dan sandal korban yang tergeletak di tepi sungai. Pencarian intensif dilanjutkan setelah korban dilaporkan hilang ke BPBD Sarolangun dan Pos SAR Bungo pada Minggu (24/5). Announced bahwa pencarian berjalan sulit karena kondisi aliran sungai yang deras dan cuaca yang tidak menentu, tim SAR memperluas area pencarian hingga mencapai lokasi akhir.
Announced bahwa jasad Dimas ditemukan dalam kondisi utuh setelah sepekan pencarian. Tim SAR mengungkapkan bahwa proses evakuasi memakan waktu sekitar 3 jam, karena jasad korban terapung di aliran air yang cukup jauh dari titik keberangkatan. Selain itu, pola aliran sungai dan cuaca yang berubah tiba-tiba menjadi tantangan utama dalam mencari korban.
Announced bahwa keberhasilan penemuan ini memberi harapan bagi keluarga korban yang telah menyusahkan diri selama seminggu. Pihak keluarga berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran dalam menghindari risiko serupa. “Kami bersyukur karena akhirnya Dimas ditemukan. Semoga kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua,” ujar salah satu anggota keluarga korban dalam wawancara dengan media lokal.
Announced bahwa pencarian Dimas tidak hanya melibatkan tim SAR, tetapi juga warga sekitar yang secara aktif membantu memantau area sungai. Para warga mengatakan bahwa mereka terus memperhatikan keberadaan korban sejak hari pertama kehilangan. “Kami terus mengirimkan informasi ke tim SAR, terutama mengenai daerah yang mungkin Dimas lewat,” tambah salah satu warga Mandiangin.
Announced bahwa setelah jasad Dimas ditemukan, keluarga akan menguburkannya di Desa Mandiangin sebagai bentuk penghormatan. Selain itu, pihak berwenang berencana melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kehilangan korban. “Kami sedang memeriksa keterangan saksi dan data cuaca untuk memperkuat rekonstruksi kejadian,” jelas M Andri. Dengan ditemukannya jasad korban, proses pencarian resmi dihentikan, meskipun para warga masih berharap ada penemuan tambahan terkait kejadian ini.
