Wali Kota Dorong UMKM Manfaatkan Pembiayaan Aman dan Legal
Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM Dinobatkan sebagai Strategi Utama
Key Strategy – Kota Bontang menjadi sorotan dalam upaya peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pada Jumat (26/6), sekitar 180 pengusaha lokal menghadiri acara Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) Seri 14 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Kegiatan ini dirancang sebagai Key Strategy untuk memastikan UMKM dapat memanfaatkan sumber dana yang legal, aman, dan mudah diperoleh. Dengan memperkuat kerja sama antara OJK Kaltimtara, KPwBI Kaltim, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Bontang, acara ini menjadi langkah penting dalam menghadirkan solusi finansial yang transparan untuk masyarakat.
Kepala Daerah Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan bahwa Key Strategy yang digagas tidak hanya sekadar program keuangan, tetapi juga membentuk kesadaran lebih luas mengenai kepercayaan terhadap lembaga keuangan resmi. Menurutnya, BIMA ETAM Seri 14 tidak hanya menyediakan pelatihan tetapi juga membangun jaringan antar pelaku usaha dengan penyedia dana yang terjangkau. “Melalui Key Strategy ini, kita dapat meningkatkan kualitas manajemen keuangan UMKM dan mengurangi risiko penipuan dalam transaksi finansial,” jelasnya.
Pelaku UMKM Jadi Pilar Ekonomi Daerah
Neni Moerniaeni menjelaskan bahwa UMKM memiliki peran vital dalam membangun ekonomi lokal. Ia mengatakan, usaha skala kecil ini berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan masyarakat, dan pendorong pertumbuhan kota secara bertahap. “Kita perlu memastikan UMKM tidak hanya bertahan tetapi berkembang pesat, dan Key Strategy seperti BIMA ETAM menjadi jalan untuk mewujudkan hal itu,” imbuhnya.
Menurut Neni, pembiayaan yang aman dan legal merupakan bagian dari Key Strategy untuk menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif. Ia menyoroti pentingnya transparansi dalam proses penyaluran dana, agar para pengusaha tidak terjebak pada skema pinjaman berbunga tinggi atau penipuan investasi. “Pemerintah, instansi keuangan, dan masyarakat harus saling kolaboratif dalam menjalankan Key Strategy ini,” tegasnya.
Peran Kolaborasi dalam Mendorong Akses Keuangan
Kegiatan BIMA ETAM Seri 14 tidak hanya fokus pada pelatihan tetapi juga menjadi wadah diskusi antara pengusaha dan pihak-pihak yang terkait. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur mengungkapkan bahwa program ini adalah bagian dari Key Strategy yang berupaya memperluas akses pembiayaan bagi UMKM. “Kolaborasi antara Bank Indonesia, OJK, dan pemerintah daerah adalah Key Strategy untuk memastikan UMKM mendapatkan bantuan finansial yang tepat,” ujarnya.
Dalam acara ini, peserta diberikan penjelasan mengenai berbagai skema pembiayaan seperti KUR, pinjaman modal, dan tabungan berjangka. Pemateri juga menyampaikan contoh penerapan sukses dari UMKM lain yang mampu memanfaatkan dana legal untuk berkembang. “Ini membuktikan bahwa dengan Key Strategy yang tepat, UMKM bisa menjadi motor penggerak perekonomian,” tambahnya.
Kesadaran Keuangan dan Kehidupan Ekonomi Lokal
BIMA ETAM Seri 14 dinilai sebagai Key Strategy dalam meningkatkan indeks akses keuangan daerah (IKAD) Bontang. Kegiatan ini berdampak pada kebijakan daerah, karena melibatkan perwakilan dari berbagai sektor usaha. “Kita perlu memastikan setiap UMKM memiliki pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan dan risiko,” kata Neni.
Menurut data terkini, sekitar 90% UMKM di Kota Bontang masih mengalami kesulitan dalam memperoleh dana. Dengan Key Strategy yang diusung, diharapkan akses keuangan bisa terbuka lebar. Kepala Perwakilan Bank Indonesia juga menegaskan bahwa kolaborasi antar institusi adalah jalan terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. “Program ini tidak hanya memperkuat koneksi antar pemain, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap praktik keuangan ilegal,” tambahnya.
Manfaatkan Pembiayaan Legal untuk Pertumbuhan Bisnis
“Pembiayaan legal tidak hanya memberikan dana tetapi juga keamanan, kepastian, dan kesempatan berkembang yang lebih besar,” pesan Neni Moerniaeni dalam sambutannya.
Para peserta juga diberikan pemahaman tentang cara memilih lembaga keuangan yang memiliki reputasi baik. Selain itu, mereka diberi contoh skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha mereka. “Kita harus memanfaatkan Key Strategy ini untuk membangun ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan,” kata salah satu peserta acara, seorang pengusaha makanan ringan.
Menurut Neni, keberhasilan Key Strategy ini tergantung pada kesadaran dan partisipasi masyarakat. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mengadakan kegiatan serupa untuk menjangkau UMKM di seluruh pelosok kota. “Dengan Key Strategy yang konsisten, kita bisa memastikan UMKM tetap menjadi pilar utama perekonomian,” pungkasnya.
