Dampak Kekeringan di 9 Kecamatan di Cianjur Berpotensi Meluas
Beritabaru1.com – Kabupaten Cianjur di Provinsi Jawa Barat saat ini tengah mengalami masa kemarau yang cukup panjang. Kondisi ini telah menimbulkan berbagai permasalahan, terutama terkait ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, dampak kekeringan di 9 kecamatan di Cianjur diperkirakan akan terus meluas ke wilayah-wilayah sekitarnya. Sebagian besar kawasan yang terdampak berada di bagian selatan kabupaten.
Samudra Wira Purnama, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari masyarakat mengenai kondisi terkini. Masalah utama yang dihadapi adalah kelangkaan air bersih, di mana banyak sumur bor milik warga mulai kehabisan cadangan air. Hal ini tentu saja berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari penduduk setempat.
Kecamatan yang Terdampak Kekeringan
“Dari laporan sementara, ada sembilan kecamatan yang sudah melaporkan terdampak kekeringan hingga berpotensi meluas,” kata Samudra pada hari Jumat (24/7).
Sembilan kecamatan yang telah resmi melaporkan kondisi kekeringan meliputi Cikalongkulon, Naringgul, Pagelaran, Cibinong, Kadupandak, Cidaun, Cianjur, serta Agrabinta. Meskipun demikian, Samudra menegaskan bahwa situasi saat ini masih masuk dalam kategori rentan dan belum mencapai tingkat ekstrem. Masyarakat di kawasan terdampak kini mengandalkan air dari aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sayangnya, volume air yang tersedia di sungai-sungai tersebut juga cukup terbatas. BPBD Cianjur sedang berupaya keras agar bantuan air bersih dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan. Saat ini, koordinasi dengan instansi terkait sudah dimulai. Bantuan air bersih telah disalurkan ke beberapa lokasi, termasuk Kampung Gayam di Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, serta Desa Sukajadi dan Desa Pamoyanan yang berada di Kecamatan Cibinong.
“Kami akan mendistribusikan bantuan air bersih ketika ada permohonan melalui aparatur pemerintahan di wilayah. Kami koordinasikan dengan PDAM (Perumdam Tirta Mukti) serta PMI (Palang Merah Indonesia),” ucapnya.
Selain bantuan darurat, pemerintah daerah juga menerima permintaan solusi jangka panjang dari masyarakat. Warga menginginkan pembangunan sumur artesis atau jaringan pipa agar akses terhadap sumber air lebih mudah, terutama saat musim kemarau tiba. Samudra menambahkan bahwa tim mereka akan melakukan koordinasi dengan Dinas PUTR maupun BPBD Jawa Barat.
Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah melakukan asesmen terhadap pemanfaatan mata air Cileungsir yang terletak di Desa Ciramagirang, Kecamatan Cikalongkulon, untuk memantau kondisi lapangan secara lebih mendalam. Upaya ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kekeringan di 9 kecamatan di Cianjur yang berpotensi meluas dalam beberapa waktu ke depan.

