Gempa M7,7 di Flores, 1 Warga Manggarai Barat Tewas dan Ratusan Rumah Rusak
Daftar Isi
Gempa M7,7 di Flores: Satu Warga Manggarai Barat Tewas, Ratusan Rumah Rusak
Beritabaru1.com – Sabtu pagi, 15 Agustus 2024, wilayah Flores di Nusa Tenggara Timur kembali diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,7. Gempa M7 7 di Flores 1 Warga ini menjadi salah satu bencana alam terbesar yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Bencana alam tersebut menewaskan satu penduduk Kabupaten Manggarai Barat dan menyebabkan kerusakan masif pada ratusan bangunan hunian warga. Selain korban jiwa, ratusan rumah warga juga dilaporkan rusak parah, sementara beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan akibat guncangan kuat yang terasa hingga ke berbagai wilayah di sekitar Flores.
Detail Korban dan Lokasi Terkena Dampak
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengonfirmasi bahwa almarhum merupakan warga Desa Golosepang di Kecamatan Boleng. Pria lanjut usia tersebut meninggal dunia setelah tertimpa lemari saat gempa utama melanda daerah tersebut. Kejadian ini terjadi pada pagi hari ketika sebagian besar warga masih berada di dalam rumah mereka. Selain itu, satu warga lain yang berada di rumah yang sama mengalami gegar otak. Kondisi ini terjadi akibat kepanikan saat gempa terjadi. Korban luka tersebut telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat, dan pemerintah berharap kondisinya segera pulih.
“Yang meninggal itu karena tertimpa lemari. Beliau orang tua, tertimpa, dan akhirnya jiwanya tidak bisa diselamatkan,” kata Edistasius saat memberikan keterangan pers, Sabtu (15/8), didampingi unsur Forkopimda dan Kepala BMKG.
Penilaian Kerusakan dan Gempa Susulan
Menurut Edistasius, pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak. Hingga Sabtu siang, jumlah hunian yang rusak telah mencapai ratusan unit. Kerusakan juga menimpa sejumlah fasilitas umum dan perkantoran pemerintah. Beberapa bangunan mengalami keretakan, sementara kaca-kaca pecah akibat kuatnya guncangan. Gempa utama M7,7 tersebut diikuti oleh gempa susulan yang cukup signifikan. Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, tercatat sebanyak 169 kali gempa susulan terjadi setelah gempa utama. Gempa-gempa susulan ini masih terus dipantau oleh tim BMKG untuk memastikan tidak ada ancaman tsunami.
Pemulihan Transportasi dan Aktivitas Publik
Meski menimbulkan kerusakan dan kepanikan, aktivitas transportasi di Labuan Bajo berangsur-angsur kembali normal. Fasilitas kepelabuhanan di Marina Labuan Bajo dan Multipurpose Wae Kelambu tetap beroperasi. Sejak sekitar pukul 10.00 Wita, kapal wisata dan kapal penumpang di perairan Labuan Bajo kembali diperbolehkan beroperasi setelah KSOP berkoordinasi dengan BMKG dan memastikan kondisi pelayaran aman. Aktivitas penerbangan di Bandara Komodo Labuan Bajo juga berjalan sesuai jadwal. Edistasius mengatakan, gempa utama sempat menyebabkan kenaikan muka air laut sekitar 0,3 meter. Namun, kenaikan tersebut dinilai tidak berpotensi membahayakan wilayah Labuan Bajo.
Evaluasi di Rumah Sakit dan Imbauan Masyarakat
Di sektor kesehatan, Rumah Sakit Komodo sempat mengevakuasi pasien rawat inap dari ruangan menuju area terbuka dan tenda sebagai langkah antisipasi. Setelah dilakukan pemantauan, pasien yang dinilai mampu melakukan evakuasi mandiri diarahkan kembali ke ruang perawatan. Sementara pasien dalam kondisi darurat dan tidak mampu melakukan evakuasi mandiri ditempatkan di lantai satu untuk memudahkan proses evakuasi apabila terjadi kondisi darurat. Edistasius menyampaikan duka cita kepada keluarga korban meninggal dunia dan berharap korban yang mengalami luka segera pulih.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Namun, masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi lebih lanjut tentang perkembangan bencana dapat diakses melalui situs resmi pemerintah daerah.
“Jangan percaya dengan berita-berita hoaks, karena itu yang membuat masyarakat panik,” ujarnya.
Bupati juga mengajak insan pers bersama pemerintah menyampaikan informasi yang valid dan akurat sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak semakin panik dalam menghadapi situasi pascagempa. Gempa M7 7 di Flores 1 Warga ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk selalu siap menghadapi bencana alam yang bisa datang kapan saja.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Gempa M7,7 di Flores
Apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi? Saat gempa terjadi, segera cari tempat yang aman seperti di bawah meja atau dekat dinding. Hindari berada di dekat jendela atau benda-benda yang bisa jatuh. Setelah gempa berhenti, evakuasi ke tempat terbuka jika diperlukan.
Apakah ada ancaman tsunami setelah gempa ini? Berdasarkan pemantauan BMKG, tidak ada ancaman tsunami signifikan setelah gempa M7,7 di Flores. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan kenaikan air laut.
Bagaimana cara menghubungi layanan darurat di Flores? Layanan darurat di Flores dapat dihubungi melalui nomor 112 untuk polisi, 118 untuk ambulans, dan 113 untuk pemadam kebakaran. Informasi lebih lengkap dapat dilihat di situs resmi pemerintah daerah.
Kapan aktivitas transportasi di Labuan Bajo kembali normal? Aktivitas transportasi di Labuan Bajo mulai kembali normal sejak pukul 10.00 Wita pada hari Sabtu, setelah KSOP memastikan kondisi pelayaran aman.