Nusantara

Gubernur dan Pangdam Tinjau Karhutla HLG Londerang, Apresiasi Kerja Tim Satgas

1788191209_ab61351f7f88d996f018
Foto : Emily Davis - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Api Gambut Londerang Mulai Terkendali, Tim Gabungan Lanjutkan Pendinginan di Tanjab Timur
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Api Gambut Londerang Mulai Terkendali, Tim Gabungan Lanjutkan Pendinginan di Tanjab Timur

Beritabaru1.com – Kebakaran yang melanda kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, telah memasuki fase pendinginan setelah tim gabungan berhasil mengendalikan api terbuka. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 86 hektare, angka yang cukup signifikan mengingat karakteristik lahan gambut yang membuat api sulit dipadamkan secara total dalam waktu singkat. Insiden ini pertama kali terdeteksi pada 27 Agustus 2026 dan sejak saat itu operasi pemadaman serta penyekatan titik api terus dijalankan tanpa henti.

Puncak upaya penanganan terjadi pada Senin (31/8), ketika Gubernur Jambi Al Haris bersama Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada meninjau langsung lokasi kebakaran. Kehadiran dua pemimpin tertinggi di tingkat provinsi dan komando militer ini menandai eskalasi serius dalam respons terhadap kebakaran yang mengancam salah satu kawasan gambut terlindungi di Sumatera.

Tantangan Khusus Memadamkan Api di Lahan Gambut

Berbeda dengan kebakaran hutan kering biasa, api yang membakar lapisan gambut memiliki perilaku unik. Bahan organik yang terkubur di bawah permukaan tanah basah menyimpan panas dalam jangka waktu lama, sehingga meskipun api terbuka tampak padam, bara di kedalaman gambut dapat menyala kembali begitu kondisi menjadi kering. Sifat inilah yang membuat proses pendinginan menjadi tahapan krusial dan tidak boleh diabaikan.

Al Haris menjelaskan secara langsung mengapa tim gabungan tidak dapat sekadar menyiram air sekali lalu meninggalkan lokasi:

“Di wilayah kawasan hutan gambut Londerang ini masih terdapat asap yang sangat mungkin di bawah masih aktif apinya. Lahan gambut ini tidak sekaligus kita siram air langsung mati, tetapi terus menjalar. Bahkan ketika asapnya hilang, begitu kering bisa timbul lagi. Itulah ciri khas lahan gambut.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan penanganan kebakaran gambut tidak diukur dari hilangnya asap di permukaan, melainkan dari padamnya seluruh bara di kedalaman lapisan gambut. Tanpa pendinginan yang memadai, risiko kebakaran berulang dalam hitungan hari atau minggu tetap terbuka lebar, terutama pada musim kemarau yang memperpanjang periode kekeringan.

Kolaborasi Multi-Unsur di Lapangan

Peninjauan pada 31 Agustus bukan sekadar kunjungan seremonial. Rombongan yang mendampingi Al Haris dan Mayjen TNI Arief Gajah Mada mencakup Danrem 042/Garuda Putih, Karo Ops Polda Jambi, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Ketua DPRD Tanjung Jabung Timur, Kapolres Tanjung Jabung Timur, Dandim 0419/Tanjab, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur, personel Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya. Kehadiran lintas lembaga ini mencerminkan bahwa penanganan karhutla di kawasan gambut menuntut koordinasi yang jauh melampaui kapasitas satu instansi saja.

Di antara unsur yang turut berperan aktif adalah PT Wirakarya Sakti (WKS), unit usaha dari APP Group, yang mengerahkan sumber daya untuk mendukung operasi pemadaman. Keterlibatan sektor swasta dalam penanganan kebakaran gambut bukan hal baru di Jambi, mengingat banyak konsesi perkebunan dan kehutanan berdekatan dengan kawasan gambut yang menjadi sumber air sekaligus jalur akses bagi tim pemadam.

“Teman-teman dari TNI-Polri, hari ini langsung Pangdam turun ke lapangan bersama kami, juga Danrem, Karo Ops Polda Jambi, BPBD, Manggala Agni, kemudian juga dari PT WKS aktif di sini, langsung memantau, mengawal agar tidak meluas apinya.”

Infrastruktur Air dan Taktik Pemadaman

Salah satu langkah teknis yang menjadi sorotan dalam operasi ini adalah pembangunan intake air dari Sungai Batanghari. Sungai yang mengalir di kawasan Tanjung Jabung Timur tersebut dimanfaatkan sebagai sumber pasokan air untuk mendukung proses pemadaman darat dan pendinginan di titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Pendekatan ini penting karena lahan gambut yang luas tidak selalu memiliki sumber air permukaan yang cukup dekat untuk memenuhi kebutuhan pemadaman dalam skala besar.

Tim gabungan menjalankan rangkaian taktik yang berurutan: penyekatan titik api agar tidak menjalar ke area yang belum terbakar, pemadaman darat menggunakan peralatan mekanis dan manual, serta penguatan pasokan air untuk memastikan bara di kedalaman gambut benar-benar dingin. Kombinasi ketiga elemen inilah yang menentukan apakah kebakaran dapat dihentikan secara permanen atau hanya tertunda sementara.

“Alhamdulillah ini sudah mulai pendinginan. Luar biasa teman-teman bekerja mulai dari menyekat titik api, lalu juga membangun intake di Sungai Batanghari. Di sini saya lihat sudah begitu canggih model pemadamannya dan saya apresiasi kerja teman-teman semuanya.”

Implikasi dan Status Terkini

Al Haris menekankan bahwa keberhasilan mengendalikan api di HLG Londerang merupakan hasil dari kolaborasi yang terkoordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas pemadam profesional, dan dunia usaha. Ia menyebut pengalaman ini sebagai contoh konkret bagaimana rasa memiliki terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.

“Inilah contoh kita berkolaborasi bersama-sama di lapangan dan inilah contoh kita rasa memiliki. Kebersamaan kita ada, alhamdulillah wilayah ini sudah mulai dikendalikan oleh tim dan tinggal proses pendinginan.”

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di kawasan HLG Londerang telah memasuki fase terkendali. Namun, tim gabungan tetap melanjutkan pemantauan intensif dan proses pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap. Petugas di lapangan menegaskan bahwa seluruh bara di bawah permukaan gambut harus dipastikan padam sepenuhnya sebelum operasi dinyatakan selesai. Dengan luas terdampak sekitar 86 hektare dan karakteristik gambut yang rentan menyala ulang, kewaspadaan tinggi tetap menjadi prioritas utama hingga musim kemarau berakhir.

Frequently Asked Questions

What is Gubernur dan Pangdam Tinjau Karhutla HLG Londerang?

Gubernur dan Pangdam Tinjau Karhutla HLG Londerang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Gubernur dan Pangdam Tinjau Karhutla HLG Londerang matter?

Gubernur dan Pangdam Tinjau Karhutla HLG Londerang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment