Polda Jambi Dorong Pemuda Suku Anak Dalam Ikut Program Polri sebagai Bagian dari Key Strategy
Beritabaru1.com – Menjadi prioritas utama Polda Jambi dalam menciptakan akses bagi pemuda Suku Anak Dalam (SAD) untuk bergabung dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kapolda Jambi, Inspektur Jenderal Krisno H Siregar, mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kehadiran Polri di daerah terpencil serta membangun kemitraan dengan komunitas adat. Dengan menghadirkan warga SAD sebagai anggota Polri, Polda Jambi ingin menjawab tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat setempat sambil mempromosikan kesetaraan dalam kebijakan pemerintahan.
Program rekrutmen proaktif (rekpro) yang diterapkan oleh Polri melalui Polda Jambi tidak hanya membuka peluang bagi pemuda SAD, tetapi juga memberikan wawasan dan pelatihan untuk membangun kualifikasi profesional. Dalam Key Strategy ini, penekanan diberikan pada pendidikan dasar, pengembangan karakter, serta penyesuaian terhadap kondisi geografis dan budaya setempat. Selain itu, program ini dirancang untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan dan pelatihan di antara masyarakat adat, yang seringkali dianggap kurang terjangkau oleh sistem pemerintahan modern.
Inisiatif Polda Jambi sebagai Langkah Strategis dalam Penguatan Kelembagaan SAD
Kapolda Jambi mengatakan bahwa rekrutmen pemuda SAD adalah bagian dari Key Strategy yang lebih luas untuk memperkuat kelembagaan dan kemampuan lokal masyarakat adat. “Kami percaya bahwa warga SAD memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku pengembangan daerah mereka sendiri,” jelas Krisno H Siregar dalam wawancara dengan Media Indonesia. Ia menekankan bahwa polisi yang berasal dari komunitas adat akan lebih memahami dinamika lokal, sehingga mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan nasional.
Salah satu contoh nyata dari Key Strategy ini adalah keberhasilan Muhammad Rimba Alaska, seorang pemuda dari Kabupaten Tebo, dalam lolos seleksi ke Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktuba) Polri di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi. Lokasi pelatihan yang berada di Bertam, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, memberikan kesempatan bagi Rimba untuk mengembangkan kemampuan fisik, mental, dan keahlian administratif. Kapolda secara resmi membuka program ini pada Senin (20/7/2026), dengan harapan lebih banyak pemuda SAD dapat menemukan peluang karier yang layak.
Program Key Strategy ini tidak hanya fokus pada perekrutan, tetapi juga pada pembinaan jangka panjang. Peserta Diktuba diberikan pendidikan yang menggabungkan teknik kepolisian dengan nilai-nilai moral, literasi, dan tanggung jawab sosial. “Diktuba 2026 memiliki tema ‘Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif,’” kata Krisno. Hal ini menunjukkan bahwa Key Strategy Polda Jambi bertujuan untuk menciptakan polisi yang tidak hanya berkompeten teknis, tetapi juga berakar dalam masyarakat.
Menurut Krisno, seleksi pemuda SAD untuk menjadi anggota Polri dilakukan dengan ketat, tetapi tetap mempertimbangkan ketahanan fisik, kemampuan berpikir logis, serta semangat pengabdian. “Kita ingin memastikan bahwa setiap peserta yang lolos memiliki kompetensi yang memadai untuk memimpin di daerah mereka sendiri,” tambahnya. Dengan postur fisik yang kuat—bahkan dianggap seimbang dengan AKBP Triyanto, Kapolres Tebo—Rimba Alaska menjadi representasi potensi pemuda SAD dalam Key Strategy ini.
Key Strategy yang diterapkan Polda Jambi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk para tokoh adat dan organisasi lokal. Menurut wakil ketua organisasi adat SAD di Jambi, pengakuan terhadap pemuda SAD sebagai anggota Polri akan memberikan dampak besar terhadap kesejahteraan dan peran masyarakat adat dalam pemerintahan. “Ini membuka jalan bagi kami untuk lebih aktif dalam pembangunan dan pemeliharaan keamanan daerah,” ujarnya. Dengan adanya polisi dari kalangan SAD, diharapkan tercipta harmoni antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat adat.
Kebijakan Key Strategy ini dianggap sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan pergeseran demografi dan keterlibatan masyarakat adat dalam kehidupan nasional. Polda Jambi menjelaskan bahwa program rekpro tidak hanya menyelesaikan masalah akses, tetapi juga meningkatkan pemahaman warga SAD terhadap peran Polri dalam membangun wilayahnya. Selain itu, Key Strategy ini berharap dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengejar inklusivitas dalam pemerintahan dan kepolisian.

