Pemkot Cimahi Pastikan Stok Pangan Aman di Tengah Ancaman Kemarau Panjang
Beritabaru1.com – Kota Cimahi telah melakukan persiapan komprehensif untuk memastikan ketahanan pangan masyarakat selama musim kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Pemkot Cimahi Pastikan Stok Pangan tetap aman dengan menyiapkan cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) yang memadai di gudang-gudang strategis. Langkah antisipasi ini menjadi krusial mengingat kondisi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu rantai pasok bahan pokok dari daerah penghasil.
Saat ini, total stok CPPD Kota Cimahi mencapai angka 73.971,20 kilogram yang tersimpan rapi di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Bandung. Komposisi stok tersebut terdiri dari 50.261,20 kilogram beras medium dan 23.710 kilogram beras premium. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok warga Cimahi selama periode kemarau berlangsung, bahkan jika terjadi kondisi darurat atau krisis pangan.
Strategi Diversifikasi dan Urban Farming
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Tita Mariam, menjelaskan bahwa ketersediaan pangan saat ini masih mencukupi dan aman. Ia mengimbau seluruh warga agar tidak melakukan panic buying maupun merasa khawatir berlebihan terhadap kelangkaan bahan pokok. Meskipun sebagian besar kebutuhan pokok diimpor dari wilayah lain, pasokan dinilai tetap stabil selama musim kemarau.
Untuk ketersediaan pangan, alhamdulillah masih mencukupi dan aman di musim kemarau ini. Jadi masyarakat tidak perlu panik terhadap kebutuhan pangan, termasuk beras. Seluruh stok disimpan di gudang Bulog Kancab Bandung dengan sistem monitoring berkala.
Kota Cimahi tidak termasuk daerah penghasil pangan karena memiliki lahan pertanian yang sangat terbatas. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan daerah penghasil serta instansi terkait guna menjaga kelancaran pasokan bahan pokok. Koordinasi ini mencakup pemantauan cuaca, prediksi musim, dan penjadwalan distribusi yang optimal.
Sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan, Pemkot Cimahi meningkatkan produksi dan diversifikasi komoditas lokal. Fokus pengembangan meliputi umbi-umbian, pangan hewani, buah dan biji berminyak, kacang-kacangan, serta gula. Salah satu strategi yang diterapkan adalah mengoptimalkan lahan tidur dan lahan suboptimal melalui program urban farming yang inovatif.
Program ini meliputi kebun komunitas, berkebun di atap rumah, hingga budikdamber (budidaya ikan dalam ember) yang cocok diterapkan di kawasan perkotaan dengan ruang terbatas. Masyarakat diajak untuk memanfaatkan setiap celah lahan untuk bercocok tanam.
Pemerintah juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan lahan terbatas untuk bercocok tanam. Di sisi lain, sistem pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan terus dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan hortikultura. Penyuluhan ini mencakup teknik pertanian modern yang efisien dan hemat air.
Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang pengolahan pangan lokal juga terus diperkuat. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Pelaku UMKM mendapatkan dukungan melalui pelatihan serta akses pembiayaan untuk mengolah produk pangan lokal menjadi produk bernilai tambah.
Upaya ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pemerintah dapat memberikan dukungan melalui pelatihan serta akses pembiayaan agar pelaku UMKM mampu mengolah produk pangan lokal menjadi produk bernilai tambah, lebih tahan lama, dan mudah didistribusikan.
Cadangan pangan pemerintah daerah akan didistribusikan kepada masyarakat apabila terjadi kondisi darurat atau krisis pangan. Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, Pemkot Cimahi Pastikan Stok Pangan tetap terjaga selama musim kemarau panjang. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas program ketahanan pangan yang telah dijalankan.

