Insiden Tragis: Perempuan di Buleleng Jatuh ke Jurang saat Upacara Keagamaan
Beritabaru1.com – Sebuah kejadian mengejutkan terjadi pada hari Jumat, 24 Juli 2025, saat seorang perempuan berusia 40 tahun bernama Luh Sukerti mengalami kecelakaan saat menghadiri upacara keagamaan di Kabupaten Buleleng, Bali. Warga Banjar Dinas Rarangan, Desa Sudaji ini terperosok ke dalam jurang yang cukup dalam karena kurang berhati-hati saat hendak beristirahat sejenak dari rangkaian upacara. Kejadian ini menarik perhatian banyak pihak karena lokasi yang relatif tinggi dan kondisi cuaca yang mendukung pelaksanaan upacara.
Upacara yang sedang dilaksanakan berlokasi di Pura Puncak Cemara Geseng, Desa Silangjana, sebuah tempat suci yang berada pada ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut. Kondisi topografi yang berbukit-bukit di wilayah Buleleng membuat lokasi ini memiliki pemandangan indah namun juga menyimpan potensi bahaya. Saat memijakkan kakinya untuk duduk, Luh Sukerti menginjak dasar yang labil sehingga akhirnya jatuh ke jurang. Korban langsung mengalami cedera pada bagian kaki dan membutuhkan pertolongan segera dari sekitar.
Proses Evakuasi dan Respons SAR yang Cepat
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi kejadian tersebut pada pukul 16.00 WITA, meskipun korban diketahui jatuh sekitar pukul dua siang. Kadek Donny Indrawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, menjelaskan bahwa ada selang waktu yang cukup lama antara kejadian dan pelaporan. Hal ini disebabkan oleh kondisi lokasi yang relatif terpencil dan sinyal komunikasi yang belum optimal di area pegunungan.
“Kejadian kira-kira jam dua siang, diketahui identitas korban atas nama Luh Sukerti, perempuan, usia 40 tahun,” jelas Kadek Donny Indrawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng.
Mempertimbangkan selang waktu antara kejadian dan pelaporan yang cukup lama, pihak SAR melakukan koordinasi dengan unsur terdekat. Waktu tempuh dari kantor hingga lokasi mencapai kurang lebih dua jam. Mereka juga menyarankan agar korban dievakuasi terlebih dahulu ke tempat yang lebih stabil sebelum dibawa ke rumah sakit. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi korban tidak memburuk selama proses transportasi.
Segera setelah laporan diterima, enam personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng diberangkatkan menuju lokasi. Keluarga korban, masyarakat setempat, dan BPBD Buleleng bergerak lebih dulu untuk mendekati korban. Evakuasi dari atas bukit ke tempat yang lebih aman dilakukan dengan cepat. Pertolongan pertama diberikan dengan membidai kaki yang cedera guna meminimalisasi pergerakan. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi mengingat kondisi korban yang masih dalam keadaan syok.
Pada pukul 17.55 WITA, Luh Sukerti akhirnya dirujuk ke RSUD Kabupaten Buleleng menggunakan Ambulance Buleleng Emergency Service (BES) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kondisi korban saat ini stabil dan sedang dalam proses pemulihan. Pihak rumah sakit memberikan perawatan intensif untuk memastikan tidak ada komplikasi lebih lanjut dari cedera yang dialami.
Unsur yang Terlibat dalam Operasi SAR
Operasi penyelamatan melibatkan berbagai pihak yang bekerja sama dengan baik. Unsur SAR gabungan terdiri dari enam personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, BPBD Kabupaten Buleleng, Bhabinkamtibmas Desa Sudaji, Bhabinkamtibmas Desa Silangjana, Tim Medis Buleleng Emergency Service (BES), perangkat Desa Sudaji, keluarga korban, serta masyarakat setempat. Kerjasama multisektoral ini menunjukkan kesiapan dan profesionalisme dalam menangani insiden di wilayah pegunungan.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat yang mengunjungi lokasi-lokasi bersejarah dan suci di Buleleng. Meskipun tempat-tempat tersebut menawarkan keindahan alam dan spiritualitas, pengunjung perlu tetap waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar. Pihak berwenang juga berencana untuk memasang rambu-rambu peringatan di area-area rawan agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.

