Program Jamula Dorong Ekonomi hingga Pelosok Desa di Lamongan
Program Jamula Dorong Ekonomi hingga Pelosok Desa di Lamongan
Beritabaru1.com – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, telah menetapkan alokasi dana sebesar Rp68,3 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027. Anggaran ini diperuntukkan bagi kelanjutan program pembangunan Jalan Mantab dan Alus Lamongan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jamula. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antar wilayah serta menggerakkan aktivitas ekonomi hingga ke pelosok desa yang selama ini masih kurang terakses.
Dana tersebut akan difokuskan pada pembangunan dan peningkatan kualitas 30 ruas jalan, pembangunan dua jembatan baru, serta penanganan sembilan titik gorong-gorong yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat. Program Jamula tercatat sebagai salah satu dari 11 program prioritas yang digagas oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Wakil Bupati Dhirham Akbar Aksara dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Infrastruktur sebagai Penggerak Ekonomi Lokal
Bupati Yuhronur menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan memegang peranan vital dalam meningkatkan konektivitas dan memperlancar distribusi hasil ekonomi masyarakat. Selain itu, perbaikan jalan juga bertujuan memberikan rasa nyaman dan aman bagi para pengguna jalan. Saat melakukan inspeksi mendadak atau sidak di Kecamatan Sugio, ia menyampaikan pentingnya program ini bagi masyarakat.
“Termasuk sebagai upaya memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan,”
Menurut Yuhronur, pembangunan infrastruktur tidak hanya berdampak pada aspek transportasi, tetapi juga membuka peluang baru bagi sektor usaha lokal. Dengan akses jalan yang lebih baik, produk-produk pertanian dan kerajinan tangan dari desa-desa terpencil dapat lebih mudah dipasarkan ke pusat-pusat perdagangan. Hal ini secara langsung meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Masyarakat
Program Jamula juga memberikan dampak positif terhadap aspek sosial masyarakat. Aksesibilitas yang lebih baik memungkinkan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan fasilitas publik lainnya dengan lebih mudah. Selain itu, pembangunan jalan dan jembatan baru juga menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal selama masa konstruksi berlangsung.
Wakil Bupati Dhirham Akbar Aksara menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk pemerataan pembangunan. Setiap ruas jalan yang diperbaiki akan diawasi secara ketat untuk memastikan kualitas konstruksi sesuai standar yang ditetapkan. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun.
Dengan alokasi anggaran yang signifikan dan fokus pada pembangunan infrastruktur, Program Jamula Dorong Ekonomi hingga Pelosok Desa di Lamongan diharapkan dapat menjadi model pembangunan yang dapat ditiru oleh daerah lain. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari fisik infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dirasakan secara langsung.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Jamula
Berapa total anggaran Program Jamula untuk tahun 2027? Total anggaran yang dialokasikan untuk Program Jamula dalam APBD 2027 adalah Rp68,3 miliar.
Bagaimana program ini membantu masyarakat desa terpencil? Program ini membantu masyarakat desa terpencil dengan memperbaiki akses jalan, sehingga produk lokal dapat lebih mudah dipasarkan dan masyarakat dapat mengakses layanan publik dengan lebih baik.
Siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan program Jamula? Bupati Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati Dhirham Akbar Aksara bertanggung jawab atas pengawasan program, dengan melibatkan tim teknis dari pemerintah daerah.
Apakah program ini akan terus berlanjut setelah tahun 2027? Program Jamula merupakan program berkelanjutan yang akan terus dievaluasi dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi daerah.