Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Nusantara
  3. Refleksi 20 Tahun Sekolah Sukma Bangsa: Membangun Peradaban Pendidikan
Nusantara

Refleksi 20 Tahun Sekolah Sukma Bangsa: Membangun Peradaban Pendidikan

Michael Gonzalez - beritabaru1.com Reporter Jumat, 24 Juli 2026 pukul 00:05 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
8af8d841-f313-4100-a58d-26e6a7100264-0
Foto : Michael Gonzalez - beritabaru1.com
Foto : Michael Gonzalez - beritabaru1.com

SSB Aceh Merayakan Dua Dekade: Dari Pemulihan Bencana Menuju Peradaban Pendidikan Global

Beritabaru1.com – Sekolah Sukma Bangsa (SSB) di Aceh telah mencapai tonggak bersejarah dengan genap berusia dua puluh tahun. Institusi yang bermula dari program kemanusiaan “Indonesia Menangis” yang digagas Media Indonesia bersama Metro TV ini, kini berdiri kokoh sebagai lambang pemulihan dan pembangunan peradaban setelah bencana gempa bumi serta tsunami pada 26 Desember 2004. Dalam rangka memperingati perjalanan panjang tersebut, Yayasan Sukma menyelenggarakan Webinar Internasional dengan tema “Perspectives on Sukma Bangsa School: Two Decades of Transformative Education, Collaboration, and Global Citizenship” pada hari Selasa (21/7).

Kegiatan yang bertempat di Komplek Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe ini dilaksanakan secara hybrid, menghadirkan para akademisi dan praktisi pendidikan dari berbagai negara termasuk Finlandia, Amerika Serikat, Jepang, Afrika Selatan, serta tokoh-tokoh nasional. Ketua Panitia Webinar, Nadia Sabrina, menyampaikan harapannya agar momentum ini dapat memperkuat jaringan kolaborasi global yang telah terbangun.

Visi Jangka Panjang untuk Peradaban Manusia

Ketua Yayasan Sukma, Lestari Moerdijat, yang lebih dikenal dengan panggilan Ibu Rerie, menegaskan bahwa pendirian SSB bukan hanya sekadar respons terhadap bencana, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun peradaban manusia. Ia menjelaskan bahwa sekolah ini didirikan untuk melahirkan warga dunia yang tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga mampu bekerja sama dengan manusia dari berbagai belahan dunia. Sebagai Wakil Ketua MPR RI, ia menambahkan bahwa pendidikan harus menjadi ruang belajar bagi semua pihak, termasuk guru dan pengelola, guna menjawab tantangan global.

Direktur Eksekutif Yayasan Sukma, Ahmad Baedowi, menambahkan bahwa keberhasilan SSB selama dua puluh tahun membuktikan bahwa pendidikan yang dibangun dengan ketulusan mampu melampaui batas geografi dan budaya. Hal ini didukung oleh kolaborasi erat dengan berbagai mitra internasional.

Perspektif Internasional: Kesadaran Iklim dan Keberagaman

Dalam webinar tersebut, Profesor Eero Ropo dari Tampere University, Finlandia, menyoroti pentingnya kesadaran iklim dalam kurikulum masa depan. Ia menyatakan bahwa jika sekolah gagal mengajarkan kesadaran iklim hari ini, maka generasi mendatang akan mewarisi masalah yang jauh lebih besar.

“Jika sekolah gagal mengajarkan kesadaran iklim hari ini, maka generasi mendatang akan mewarisi masalah yang jauh lebih besar,” tegas Profesor Eero Ropo.

Senada dengan itu, Dr. Tahir Schad dari Amerika Serikat memuji SSB sebagai ruang yang mempertemukan keberagaman. Ia menyatakan bahwa warisan terbesar sebuah sekolah bukanlah pada bangunannya, melainkan pada kualitas manusia yang dibentuknya.

Sementara itu, Prof. Yuji dari Jepang melihat SSB telah bertransformasi dari sekolah pemulihan pascabencana menjadi inkubator agen perubahan dan perdamaian.

Suara Nasional: Pendidikan dari Pendidik untuk Dunia

Dari perspektif nasional, Prof. Komaruddin Hidayat menekankan bahwa budaya belajar harus dimulai dari pendidik. Ia menyampaikan bahwa guru yang berhenti belajar sesungguhnya sedang menutup masa depan murid-muridnya. Ia berharap SSB terus membantu siswa memahami identitasnya sebagai warga Aceh, Indonesia, sekaligus warga dunia.

Sosiolog Universitas Syiah Kuala, Prof. Ahmad Humam Hamid, mengenang SSB sebagai ikhtiar besar membangun kembali peradaban Aceh yang sempat luluh lantak akibat konflik dan tsunami. Kekuatan sekolah, menurutnya, diukur dari kemampuan membentuk karakter dan integritas generasi muda.

Dr. Baiquni dari UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe juga mengingatkan pentingnya nilai lokal. Ia menjelaskan melalui perspektif etnoteologi bahwa pendidikan yang kuat adalah yang mampu berdialog dengan akar budayanya sendiri, sekaligus terbuka terhadap perkembangan dunia.

“Pendidikan yang kuat adalah yang mampu berdialog dengan akar budayanya sendiri, sekaligus terbuka terhadap perkembangan dunia,” jelas Dr. Baiquni.

Transformasi di Ruang Kelas

Menutup rangkaian refleksi, Dewan Pengawas Yayasan Sukma, Samsir Alam, mengingatkan bahwa transformasi pendidikan yang sesungguhnya terjadi di ruang kelas, bukan sekadar di dokumen kurikulum. Pembelajaran harus mampu menghubungkan pengetahuan dengan realitas kehidupan peserta didik.

Saat ini, Sekolah Sukma Bangsa beroperasi dengan konsep satu atap (SD, SMP, SMA) di tiga lokasi utama: Kabupaten Pidie, Kabupaten Bireuen, dan Kota Lhokseumawe. Selama dua dekade, SSB telah membuktikan perannya sebagai institusi yang konsisten menghadirkan pembelajaran bermakna bagi masa depan.

(MR/E-4)

Bagikan:

Berita Terkait

0bbcbfd2-9ea7-4ce4-8b2e-22d8070be720-0

Kemenhub Pastikan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berjalan Aman

2 Agu 2026
69bf6d6b-c264-43da-98c0-e6d75348cfa8-0

Kapal Evakuasi Dikerahkan untuk Selamatkan Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar

2 Agu 2026
92952c96-d344-4970-961c-4ac81d8d5d78-0

Dinkes Mimika Perluas Skrining HIV-AIDS dan Akses Obat ARV

2 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

0bbcbfd2-9ea7-4ce4-8b2e-22d8070be720-0

Kemenhub Pastikan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berjalan Aman

1 jam yang lalu
9a7cba22-e69e-4c64-ad89-563ed42c2180-0

Perkuat Kerja Sama Program Strategis dalam Pengelolaan Zakat, Pendidikan, hingga Layanan Sosial Kemanusiaan

1 jam yang lalu
69bf6d6b-c264-43da-98c0-e6d75348cfa8-0

Kapal Evakuasi Dikerahkan untuk Selamatkan Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar

1 jam yang lalu
c80c8814-0d90-4730-9d00-9d2454df5536-0

Masjid Berpotensi Jadi Penggerak Transisi Energi Bersih melalui Wakaf Hijau

2 jam yang lalu
92952c96-d344-4970-961c-4ac81d8d5d78-0

Dinkes Mimika Perluas Skrining HIV-AIDS dan Akses Obat ARV

2 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (466)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (268)
  • Humaniora (824)
  • Internasional (429)
  • Jabar (81)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (20)
  • Megapolitan (168)
  • Nusantara (568)
  • Olahraga (193)
  • Opini (73)
  • Otomotif (29)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (252)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (484)
  • Teknologi (240)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Kemenhub Pastikan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berjalan Aman
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.