Tim SAR Gabungan Selamatkan Dua Nelayan yang Hilang di Perairan Jambi
Beritabaru1.com – Duanya muncul dalam keadaan aman setelah dilakukan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan. Dua nelayan yang hilang kontak saat berlayar di perairan Jambi, khususnya di daerah Ambang Luar, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, akhirnya ditemukan setelah sejumlah hari penyisiran intensif. Keduanya, Irwan dan Ilham, berusia 26 tahun serta warga Kampung Nelayan, Kuala Tungkal, berhasil dievakuasi pada Sabtu (18/7/2026) malam. Operasi ini menjadi bukti kerja keras tim SAR gabungan yang berupaya menemukan dua nelayan yang hilang dalam kondisi baik.
Peristiwa Hilangnya Nelayan
Keluhan atas hilangnya dua nelayan muncul setelah mereka tidak pulang ke rumah hingga pagi hari Sabtu (18/7/2026). Orang tua salah satu korban, M. Halid, melaporkan kejadian tersebut ke Unit Siaga SAR Kuala Tungkal. Setelah menerima laporan, tim SAR langsung melakukan tindakan cepat dengan mengirimkan delapan anggota untuk menyisir area perairan Ambang Luar. Warga sekitar juga turut memberikan informasi tentang kemungkinan lokasi keberadaan korban, yang membantu proses penyisiran.
Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan menghadapi tantangan seperti kondisi cuaca yang tidak menentu dan gelombang laut yang cukup tinggi. Namun, tim tersebut tetap tekun melakukan penyisiran hingga radius 12 Nautical Miles (NM) dari titik kejadian. Koordinasi antar tim SAR serta dukungan dari pihak kepolisian dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat proses evakuasi. Kegiatan penyelamatan berlangsung sejak Jumat dini hari (17/7/2026) hingga akhirnya menemukan korban pada sore hari.
Proses Penyelamatan yang Sukses
Operasi SAR dimulai dengan survei awal untuk mengetahui kondisi perairan dan mengidentifikasi titik kemungkinan keberadaan dua nelayan. Tim SAR gabungan bekerja dalam dua kelompok, masing-masing fokus pada area tertentu untuk memperluas cakupan pencarian. Selama proses, beberapa warga yang tinggal di sekitar kawasan Ambang Luar turut membantu dengan memberikan petunjuk tentang arah angin dan kondisi permukaan laut.
Sejumlah peralatan seperti RIB (Rigid Inflatable Boat), drone, dan alat deteksi suara digunakan untuk mempercepat proses pencarian. Pencarian memakan waktu hampir 12 jam, dengan anggota SAR terus-menerus mengamati perairan dan mengecek titik-titik yang diduga menjadi lokasi kehilangan. Pada pukul 17.30 WIB, tim SAR gabungan mendeteksi perahu nelayan yang berada di tengah lautan. Keduanya ditemukan sedang terapung-apung, tetapi dalam kondisi yang stabil.
Kedua nelayan yang selamat langsung dievakuasi menggunakan RIB 02 menuju dermaga terdekat. Setibanya di darat, mereka diterima oleh keluarga yang telah menunggu sejak awal operasi. Sebelum dibawa kembali ke rumah, keduanya menjalani pemeriksaan medis oleh petugas kesehatan di lokasi evakuasi. Tim SAR gabungan juga memberikan bantuan psikologis kepada korban untuk memastikan mereka tidak mengalami trauma berlebihan.
Proses evakuasi ini menunjukkan efektivitas kerja sama antar instansi dan keterlibatan masyarakat dalam menemukan dua nelayan yang hilang. Selain itu, operasi SAR ini juga menjadi contoh bagaimana teknologi modern seperti drone dan alat deteksi suara dapat meningkatkan efisiensi pencarian. Basarnas Jambi, yang memimpin operasi, menyatakan bahwa tim SAR gabungan berhasil menyelesaikan tugas mereka dengan baik dan siap untuk menangani peristiwa serupa di masa depan.

