Ukir Sejarah Tadej Pogacar Juara Tour de France untuk Kelima Kali
Beritabaru1.com – Ukir Sejarah Tadej Pogacar Juara Tour de France menandai pencapaian monumental dalam dunia balap sepeda profesional. Pebalap asal Slovenia berusia 27 tahun ini berhasil mengukir namanya di buku sejarah dengan meraih gelar juara Tour de France sebanyak lima kali sepanjang kariernya. Prestasi luar biasa ini menyamai pencapaian para legenda dunia sepeda, termasuk nama-nama besar seperti Jacques Anquetil, Eddy Merckx, Bernard Hinault, serta Miguel Indurain. Pada usia yang relatif muda, Pogacar membuktikan dirinya sebagai salah satu pebalap terhebat sepanjang masa.
Kemenangan tersebut menandai gelar ketiga berturut-turut bagi Pogacar dalam ajang Tour de France. Selama kompetisi yang berlangsung selama tiga minggu, ia juga meraih lima kemenangan etape, salah satunya adalah rekor pendakian di Alpe d’Huez pada etape ke-19. Pogacar mengungkapkan perasaannya setelah meraih prestasi luar biasa ini dengan penuh rasa syukur.
“Kemenangan ini sungguh spesial. Terima kasih kepada semua penggemar dan tim saya. Namun ucapan terima kasih terbesar ditujukan kepada seluruh keluarga saya yang mendukung saya seumur hidup. Orang tua saya – tanpa mereka saya tidak akan berdiri di sini lima kali.”
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pencapaian tujuh kali mengikuti Tour de France dengan tujuh podium serta lima kemenangan merupakan sesuatu yang jarang terjadi. “Tujuh kali Tour dan tujuh kali naik podium, serta lima kemenangan, adalah sesuatu yang mungkin tidak akan Anda tulis dalam buku cerita, dan ini sungguh tidak luar biasa bagi saya,” ujarnya dengan penuh kebanggaan.
Simpati untuk Rival yang Terpaksa Mundur
Pogacar juga menyampaikan rasa simpatinya kepada Jonas Vingegaard, rival utamanya asal Denmark. Pebalap Denmark tersebut terpaksa mundur dari kompetisi setelah mengalami patah tulang selangka pada etape ke-15. “Sungguh disayangkan Jonas kecelakaan kali ini dan begitu banyak pebalap lainnya. Saya berharap mereka cepat pulih dan tahun depan kita bertarung lagi,” kata Pogacar dengan tulus.
Etape Terakhir dan Klasemen Akhir
Etape penutup di ibu kota Prancis dimenangkan oleh Mathieu van der Poel dari Belanda yang mewakili tim Alpecin-Premier Tech. Rute etape ke-21 mengalami pemangkasan dari 133 kilometer menjadi 89 kilometer karena pengalihan layanan darurat untuk menangani kebakaran hutan di wilayah barat daya Prancis. Dalam adu cepat yang sengit di atas jalanan berbatu menuju garis finis, van der Poel berhasil mengungguli rekan setimnya asal Belgia, Jasper Philipsen.
“Ada pepatah dalam bahasa Belanda bahwa itu harus datang dari jari kaki Anda. Saya tidak tahu dari mana datangnya ini, tapi bukan dari jari kaki saya,” kelakar van der Poel usai laga.
Dalam klasemen akhir, Remco Evenepoel dari Belgia menempati posisi kedua dengan selisih 6 menit 26 detik di belakang Pogacar. Isaac del Toro, rekan setim Pogacar asal Meksiko, berhasil meraih posisi ketiga. Untuk kategori jersey khusus, Richard Carapaz dari Ekuador mengamankan polka dot jersey sebagai Raja Tanjakan. Kategori poin atau green jersey diraih oleh Mads Pedersen dari Denmark, sementara Isaac del Toro memboyong white jersey sebagai pebalap muda terbaik.
Ukir Sejarah Tadej Pogacar Juara Tour de France untuk kelima kalinya ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda pebalap di seluruh dunia. Dengan konsistensi dan dedikasi yang luar biasa, Pogacar telah membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih kemuliaan dalam olahraga sepeda profesional.
(BBC/Z-2)

