Sony Sonjaya Hadir di Kejagung, Siap Terangkan Kasus Korupsi MBG: Key Strategy
Key Strategy – Kamis (18/6/2026), mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya tiba di Kejaksaan Agung untuk menghadiri pemeriksaan penyidik Jampidsus. Ia diperiksa sebagai tersangka dalam dugaan korupsi terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025–2026. Kejagung menargetkan Sony sebagai bagian dari strategi pengungkapan kasus yang menyeret berbagai pihak dalam skandal pengelolaan dana tersebut.
Pada pagi hari, Sony Sonjaya terlihat datang ke Gedung Kejaksaan Agung dengan rompi tahanan dan ditemani pengawalan ketat oleh petugas. Ia membawa buku catatan serta alat tulis dalam saku baju, menunjukkan persiapan untuk menjelaskan detail mengenai dugaan pelanggaran korupsi yang menjeratnya. Meski sempat diberi kesempatan berbicara dengan awak media, Sony hanya tersenyum dan menutupi dengan jawaban singkat tanpa memberi informasi spesifik.
Strategi Penyidikan: Mengungkap Alur Korupsi MBG
Sebelum memasuki ruang pemeriksaan, kuasa hukum Sony, Krisna Murti, menyatakan bahwa kliennya telah mendaftar sebagai justice collaborator (JC) sejak 8 Juni lalu. Langkah ini menjadi bagian dari Key Strategy penyidik Kejagung untuk mempercepat proses pengungkapan fakta. Krisna menjelaskan bahwa Sony merasa menjadi “tameng” dalam kasus korupsi MBG, karena dituduh mengatur proses penjualan titik-titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga dijalankan dengan cara tidak transparan.
“Dengan status JC, Pak Sony akan bekerja sama sepenuhnya untuk mengungkap siapa otak sebenarnya di balik dugaan korupsi ini,” tutur Krisna Murti. “Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat bukti dan melindungi semua pihak yang terlibat.”
Kasus MBG menjadi sorotan karena dana yang dialokasikan untuk program pemberdayaan masyarakat miskin ini diduga disalahgunakan. Menurut laporan, dana sebesar miliaran rupiah diklaim terbuang sia-sia karena pengadaan makanan yang tidak sesuai standar, dengan pengadaan titik-titik dapur sebagai pemicu utama. Dalam Key Strategy penyidikan, Sony dianggap sebagai saksi kunci yang bisa memperjelas alur penyalahgunaan anggaran tersebut.
Proses Penyidikan: Tantangan dan Harapan
Kejaksaan Agung telah menetapkan lima tersangka utama dalam kasus ini, termasuk Sony Sonjaya. Namun, detail lengkap identitas semua pihak belum diungkapkan secara resmi. Pemeriksaan hari ini diharapkan memberikan petunjuk lebih jelas tentang bagaimana proses pengelolaan MBG berjalan selama ini, serta siapa saja yang terlibat dalam skandal tersebut.
Sony Sonjaya, yang pernah memimpin BGN, dikenal memiliki peran strategis dalam merancang program pemberdayaan masyarakat. Dalam Key Strategy penyidik, ia dianggap memiliki akses ke informasi terkait pengadaan barang dan jasa, sehingga menjadi target utama untuk diinterogasi. Selain itu, kehadirannya dalam pemeriksaan hari ini juga dilihat sebagai tanda bahwa Kejagung sedang mengerahkan upaya untuk mengungkap korupsi secara sistematis.
Para peneliti dan aktivis anti-korupsi mengharapkan Sony Sonjaya dapat memberikan bukti yang memadai dalam pemeriksaan ini. Mereka berpendapat bahwa Key Strategy penyidik sangat bergantung pada kesaksian dari sumber yang memiliki pengetahuan mendalam tentang operasional program MBG. “Jika Sony mampu memperjelas peran pihak-pihak lain, kasus ini bisa menjadi contoh sukses dalam penyidikan korupsi di tingkat nasional,” kata seorang konsultan hukum korupsi.
