Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Politik Dan Hukum
  3. KY Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Militer di Kasus Andrie Yunus
Politik Dan Hukum

KY Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Militer di Kasus Andrie Yunus

Mark Jones Reporter Senin, 18 Mei 2026 pukul 16:43 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
ce3e7cd6-b422-44fa-9a17-7b300eaad4c7-0

Table of Contents

Toggle
  • KY Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Militer di Kasus Andrie Yunus
    • Proses Penyelidikan oleh Komisi Yudisial
    • Kritik dari Tim Advokasi untuk Demokrasi

KY Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Militer di Kasus Andrie Yunus

Proses Penyelidikan oleh Komisi Yudisial

KY Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Hakim – Badan Penyelidikan Komisi Yudisial (KY) kembali memperkuat upaya investigasinya terhadap dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan hakim militer dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus. Tindakan ini menjadi sorotan publik karena dikaitkan dengan transparansi proses peradilan yang dianggap kurang memadai. KY, sebagai lembaga independen yang bertugas mengawasi perilaku hakim, telah mengambil langkah-langkah konkret untuk menelusuri kejanggalan yang muncul selama persidangan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta.

Menurut Ketua Bidang Pengawasan Hakim KY, Abhan, lembaga tersebut sedang mengevaluasi berbagai indikasi kelemahan dalam prosedur persidangan. “KY masih dalam tahap kumpulkan informasi lebih lanjut terkait pelanggaran etik yang dituduhkan,” kata Abhan dalam wawancara dengan media, Senin (18/5). Ia menegaskan bahwa KY tidak hanya mengecek hakim yang memimpin sidang, tetapi juga mungkin melibatkan pihak lain dalam institusi peradilan militer. “KY bersifat objektif, dan semua proses harus dipenuhi dengan bukti yang jelas,” tambahnya.

“KY akan menindaklanjuti dugaan pelanggaran etik sesuai kewenangan yang dimiliki, namun tidak akan langsung mengambil keputusan tanpa analisis mendalam,” ujar Abhan.

Kritik dari Tim Advokasi untuk Demokrasi

Kritik terhadap proses persidangan semakin memanas setelah Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap keadilan yang diberikan dalam kasus Andrie Yunus. TAUD, yang mengaku telah memantau kasus ini sejak awal, menilai bahwa pihak pengadilan militer lebih memihak keempat terdakwa dari TNI. “Kasus ini tidak hanya tentang pelanggaran HAM, tetapi juga menunjukkan kurangnya kejelasan dalam memutus perkara yang berdampak besar bagi masyarakat,” kata Airlangga Julio, kuasa hukum Andrie Yunus.

Menurut TAUD, ada beberapa kejanggalan yang menjadi dasar dugaan pelanggaran etik. Antara lain, pihak penyidik dianggap tidak transparan dalam menyampaikan bukti, serta pemilihan saksi yang disebut lebih cenderung mendukung pihak TNI. “Dugaan ini didasarkan pada pengamatan langsung tim kami selama sidang kedua, yang berlangsung pada 6 Mei 2025,” jelas Julio. Ia menambahkan bahwa TAUD sedang menimbang langkah melaporkan dugaan-dugaan tersebut ke KY dan Badan Pengawasan Mahkamah Agung.

KY Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Militer juga menjadi isu yang diangkat oleh organisasi-organisasi HAM lain. Mereka meminta KY untuk memastikan bahwa proses penyidikan tidak hanya melibatkan hakim yang terlibat langsung, tetapi juga mengoreksi tata cara pengadilan militer yang dianggap tidak selaras dengan prinsip keadilan. “KY Dalami Dugaan Pelanggaran Etik adalah langkah penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem peradilan militer,” kata salah satu aktivis HAM yang menyetujui proses ini.

Dalam proses penyelidikan, KY akan mengumpulkan bukti-bukti melalui pemeriksaan saksi dan dokumen pendukung. Pihak KY juga akan mengevaluasi apakah hakim militer telah melanggar pedoman perilaku mereka dalam menjalankan tugas. “KY memastikan setiap langkah dilakukan secara profesional dan berdasarkan fakta,” kata Abhan. Penyelidikan ini diharapkan memberikan kejelasan mengenai apakah ada pelanggaran etik yang jelas terjadi, ataukah hanya kesan kesandiwara yang muncul dari persidangan.

Sebagai lembaga yang independen, KY akan menjaga objektivitasnya sepanjang proses. “KY tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberikan rekomendasi berdasarkan temuan,” kata Abhan. Ia menjelaskan bahwa jika ditemukan adanya pelanggaran, KY akan menyarankan tindakan tegas seperti peringatan, teguran, hingga pemecatan hakim. Proses ini diharapkan memberikan kontribusi untuk memperbaiki sistem hukum militer dan mencegah konflik kepentingan.

KY Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Militer juga menjadi momentum untuk mendorong transparansi dalam proses hukum terhadap anggota TNI. Dengan investigasi yang berjalan, diharapkan ada perubahan dalam cara pengadilan militer menyampaikan putusan. “Kami yakin KY akan mampu memperjelas peran hakim dalam kasus ini,” ujar Julio. Proses penyelidikan ini juga dianggap sebagai bentuk pertanggungjawaban lembaga peradilan militer terhadap publik.

Bagikan:

Berita Terkait

0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

27 Jun 2026
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

27 Jun 2026
8790e95f-7e53-46c0-881d-1af6c6d62be6-0

Rp13,9 Triliun dari Kasus Judol Hayam Wuruk Tengah Ditelusuri

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

3 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

3 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

4 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

4 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

4 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.