Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Politik Dan Hukum
  3. Main Agenda: Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Politik Dan Hukum

Main Agenda: Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

Michael Gonzalez Reporter Selasa, 09 Juni 2026 pukul 13:45 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1780985333_787c77c00d26d3d0ff34

Table of Contents

Toggle
  • Main Agenda RUU Polri PDIP Cegah Intervensi Politik dan Oligarki
    • Struktur RUU Polri dan Keseimbangan Kekuasaan

Main Agenda RUU Polri PDIP Cegah Intervensi Politik dan Oligarki

Main Agenda – Isu Main Agenda terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi sorotan utama dalam diskusi reformasi kelembagaan. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP, Mercy Chriesty Barends, menegaskan bahwa RUU Polri harus dirancang dengan prinsip netralitas dan profesionalisme, agar mampu mengatasi ancaman intervensi politik serta kepentingan oligarki yang sering menggerogoti fungsi aparat penegak hukum. Ia menyoroti perlunya perubahan struktur yang menjamin kemandirian Polri dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Dalam Main Agenda ini, Mercy memperkuat argumennya bahwa keterlibatan Polri dalam proses demokrasi, seperti pemilu atau pilkada, harus diawasi secara ketat. Menurutnya, pengalaman pemilu terakhir menunjukkan bahwa lembaga-lembaga seperti Polri bisa menjadi alat pemaksaan kepentingan tertentu, terutama jika tidak terlindungi oleh mekanisme pengawasan yang memadai. Ia menekankan bahwa kebijakan RUU Polri perlu dirancang agar tidak menjadi “alat” bagi kelompok kekuasaan atau individu yang ingin mengontrol alur proses politik.

“Kita perlu memastikan bahwa RUU Polri bukan hanya sekadar penyempurna struktur, tapi juga menjadi pengaman bagi demokrasi. Jika tidak, institusi kepolisian bisa kehilangan marwah dan menjadi bagian dari sistem yang berkepentingan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).

Menurut Mercy, ancaman terhadap independensi Polri tidak hanya berasal dari tingkat nasional, tetapi juga meluas ke daerah-daerah. Hal ini mengingat keterlibatan sejumlah kelompok oligarki dalam berbagai lembaga pemerintahan lokal yang memungkinkan mereka mengatur kebijakan kepolisian untuk kepentingan politik tertentu. Ia menambahkan bahwa jaringan kerja Polri yang luas hingga tingkat kecamatan atau desa membuatnya rentan terhadap tekanan dari pihak-pihak yang memiliki pengaruh ekonomi atau media.

Main Agenda dalam RUU Polri juga mencakup upaya mengoptimalkan pengawasan atas pemanfaatan wewenang oleh para anggota Polri. Mercy mengingatkan bahwa aturan yang ketat tentang transparansi anggaran dan keputusan operasional harus dimasukkan ke dalam RUU tersebut. Selain itu, ia menyarankan adanya sistem pengawasan eksternal yang tidak hanya melibatkan lembaga legislatif, tetapi juga lembaga audit dan masyarakat sipil. “Ini penting untuk mencegah korupsi dan konflik kepentingan dalam kelembagaan Polri,” tambahnya.

Struktur RUU Polri dan Keseimbangan Kekuasaan

Reformasi struktur Polri dalam RUU ini, menurut Mercy, harus mencakup desain kelembagaan yang lebih seimbang. Ia menjelaskan bahwa penegakan hukum yang profesional membutuhkan kelembagaan yang tidak tergantung pada satu pihak atau kelompok dominan. Dengan memperkuat mekanisme Main Agenda seperti sistem pemeriksaan dan pemeriksaan wewenang, RUU Polri diharapkan bisa menjadi alat untuk memperjelas batasan tugas kepolisian dan menghindari konflik kepentingan.

Lebih lanjut, Mercy menyebutkan bahwa pengaruh oligarki sering kali terasa dalam kebijakan yang mengatur kelembagaan Polri. Ia memberi contoh bagaimana kekuasaan ekonomi bisa memengaruhi keputusan penyelenggaraan pemilu atau pilkada, seperti penggunaan anggaran polisi untuk kampanye politik tertentu. “Jika RUU Polri tidak mampu mengatasi ini, maka institusi akan menjadi alat propaganda,” pungkasnya.

Main Agenda RUU Polri juga diharapkan mampu menciptakan kultur internal yang lebih transparan dan akuntabel. Mercy menyoroti pentingnya pelatihan pegawai polisi yang memperkuat integritas dan kesadaran akan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Ia menilai bahwa selama ini, ada ketidakseimbangan dalam pemberian wewenang yang menguntungkan pihak tertentu, sehingga kebijakan RUU ini menjadi langkah penting untuk memperbaikinya.

Sebagai tambahan, Mercy menyarankan adanya mekanisme pemantauan terhadap aktivitas Polri di luar wilayah tugas utamanya. Ia menegaskan bahwa partisipasi masyarakat dan media dalam pengawasan bisa menjadi aset besar untuk menjaga keterbukaan dan kepercayaan publik. “Polri harus dianggap sebagai pelindung hukum, bukan pemain hukum,” jelasnya dalam Main Agenda ini.

Bagikan:

Berita Terkait

0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

27 Jun 2026
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

27 Jun 2026
8790e95f-7e53-46c0-881d-1af6c6d62be6-0

Rp13,9 Triliun dari Kasus Judol Hayam Wuruk Tengah Ditelusuri

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

3 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

3 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

3 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

3 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

3 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.