Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Politik Dan Hukum
  3. AJI dan SAFEnet Soroti Narasi “Antek Asing” hingga Maraknya Serangan Digital
Politik Dan Hukum

AJI dan SAFEnet Soroti Narasi “Antek Asing” hingga Maraknya Serangan Digital

Karen Smith - beritabaru1.com Reporter Selasa, 19 Mei 2026 pukul 18:24 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
469dcc6a-10a0-495d-9388-c6e741db6cfc-0
Foto : Karen Smith - beritabaru1.com

Meeting Results: AJI dan SAFEnet Soroti Narasi “Antek Asing” dan Serangan Digital

Analisis Kritik dari AJI dan SAFEnet

Beritabaru1.com – Dalam Meeting Results yang diadakan di Jakarta, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan SAFEnet mengkritik meningkatnya narasi “antek asing” dalam berita politik. Ketua Umum AJI, Nany Afrida, menyoroti bahwa label ini digunakan untuk mengurangi kredibilitas jurnalis dan memperparah masalah disinformasi. Diskusi yang dihadiri oleh para ahli media dan aktivis menyatakan bahwa pemerintah sering menyamaratakan kritik sebagai tanda kesetiaan terhadap pihak luar.

“Kritik terhadap kebijakan pemerintah kini lebih sering dijawab dengan penilaian negatif seperti antek asing atau tidak nasionalis,” kata Nany dalam Meeting Results.

Nany menjelaskan bahwa narasi ini berpotensi memicu penindasan terhadap media dan jurnalis. Ia menekankan bahwa metode serangan digital yang makin intensif menciptakan rasa takut di kalangan pelaku pers. “Serangan digital tidak hanya mencakup doxing, DDoS, tetapi juga manipulasi narasi melalui media sosial untuk memengaruhi opini publik,” tambahnya.

Perkembangan Serangan Digital pada 2025

Menurut data yang disampaikan AJI, jumlah serangan digital terhadap jurnalis meningkat signifikan selama 2025. Angka kasus dari 10 menjadi 29 dalam satu tahun, menunjukkan peningkatan sebesar 190 persen. Fenomena ini menurut Nany mencerminkan strategi pemerintah untuk menutup ruang ekspresi yang kritis.

“Media sosial menjadi alat utama untuk menyebarkan narasi negatif, termasuk label ‘antek asing’ yang dibuat secara terencana,” ujar Nany.

Dalam Meeting Results, Nany juga menyoroti bahwa jurnalis yang meliput isu-isu seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Proyek Strategis Nasional (PSN) sering menjadi korban serangan digital. “Kritik terhadap kebijakan pemerintah, terutama yang menyoroti keadilan sosial, justru dipandang sebagai ancaman oleh pihak berkuasa,” jelasnya.

Peran Platform Digital dalam Penyebaran Narasi

Direktur Eksekutif SAFEnet, Nenden Sekar Arum, menambahkan bahwa platform digital menjadi pintu masuk utama bagi kebijakan moderasi konten yang disesuaikan dengan kepentingan politik. Ia mengungkap bahwa penggunaan istilah seperti DFK (Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian) digunakan sebagai alat untuk menyensor berita yang bertentangan dengan narasi pemerintah.

“Platform media sosial tidak lagi menjadi ruang bebas, tetapi sudah diisi dengan propaganda yang disusun secara sistematis,” kata Nenden.

Nenden menyoroti bahwa tekanan ini tidak hanya terhadap jurnalis, tetapi juga menjangkau warga sipil yang aktif berpartisipasi dalam diskusi publik. “Jumlah serangan digital terhadap individu biasa meningkat tiga kali lipat dalam setahun terakhir,” lanjutnya. Hal ini menunjukkan perluasan kekuasaan untuk mengendalikan alur informasi di masyarakat.

Ketidakseimbangan Ekosistem Informasi

Meeting Results juga membahas ketidakseimbangan dalam ekosistem informasi digital. Nany menjelaskan bahwa pelaku pers kini dihadapkan pada tekanan ganda: dari sisi kebijakan pemerintah yang mengontrol narasi, serta dari masyarakat yang terpengaruh oleh informasi yang disebarkan secara tidak netral.

“Kredibilitas jurnalis semakin tergerus ketika setiap berita kritis dianggap sebagai ancaman terhadap kestabilan politik,” tambah Nany.

Ia menegaskan bahwa jurnalis harus tetap bebas menyampaikan fakta, meskipun menghadapi ancaman dari pihak berkuasa. “Meeting Results ini bertujuan untuk mengingatkan bahwa kebebasan menulis adalah bagian dari demokrasi yang harus dijaga,” ujarnya. Kritik yang terarah pada kebijakan pemerintah, menurut Nany, justru perlu didukung oleh masyarakat agar tidak dipengaruhi narasi negatif.

Strategi Penyebaran Disinformasi

Menurut Nenden, pemerintah menggunakan teknik serangan digital untuk menyebarluaskan disinformasi yang bertujuan memengaruhi opini publik. “Media sosial dimanipulasi agar narasi ‘antek asing’ terdengar lebih dominan,” ujarnya. Ia menyoroti bahwa algoritma platform digital sering kali diisi dengan konten yang sesuai dengan kepentingan politik.

“Serangan digital bukan hanya berupa perangkat lunak, tetapi juga mengandung elemen psikologis untuk menciptakan rasa takut di kalangan jurnalis,” terang Nenden.

Nenden menambahkan bahwa kebijakan moderasi konten yang ketat bisa menyebabkan penurunan kualitas informasi. “Ruang ekspresi jurnalis semakin sempit karena mereka terbiasa beradaptasi dengan narasi yang disebarkan oleh pihak berkuasa,” jelasnya. Ia meminta kebijakan yang lebih inklusif agar tidak menghambat kebebasan pers.

Perspektif Publik dan Solusi

Meeting Results menunjukkan bahwa masyarakat semakin terjebak dalam narasi “antek asing” yang dibuat secara sistematis. Nany mengatakan bahwa kebanyakan publik tidak menyadari cara disinformasi menyebar. “Kritik terhadap kebijakan pemerintah sering kali disalahartikan sebagai tindakan pengkhianatan, padahal itu bagian dari fungsi jurnalis,” ujarnya.

“Kita perlu meningkatkan kesadaran publik untuk membedakan fakta dan narasi yang terkotak-kotak,” lanjut Nany.

Solusi yang diusulkan oleh AJI dan SAFEnet meliputi pelatihan jurnalis untuk menangkal serangan digital, serta regulasi yang lebih adil dalam pengelolaan media sosial. Nenden menekankan bahwa pelaku pers harus terus berupaya memberikan informasi yang jujur, meskipun menghadapi tekanan dari pemerintah. “Meeting Results ini menegaskan bahwa kebebasan berita harus tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.

Bagikan:

Berita Terkait

1785937253_943a1af2978afef64b8e

Menhan Sebut Kebutuhan Alutsista dan Amunisi TNI Mulai Terpenuhi

5 Agu 2026
Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan, Persoalkan Penetapan Tersangka

5 Agu 2026
1785937762_5620df821ca3c72498a0

KPPOD: Tambahan TKD untuk 79 Daerah Belum Selesaikan Krisis Fiskal, Perlu Revisi APBN 2026

5 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

Gerai Roti Premium Asal Singapura Ini Bidik Komunitas dan Pecinta Artisan Bakery

24 thetic yang lalu
1785937198_8350dce974521f15779c

Hubungan Memanas, AS Cabut Visa Duta Besar Brasil Maria Luiza Viotti

1 menit yang lalu
1785937253_943a1af2978afef64b8e

Menhan Sebut Kebutuhan Alutsista dan Amunisi TNI Mulai Terpenuhi

1 menit yang lalu
Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan, Persoalkan Penetapan Tersangka

1 menit yang lalu
1785937117_64248b9d6c098292baee

Pengamat Nilai Rencana Pemerintah yang Wajibkan Industri Gula Rafinasi Miliki Kebun Tebu Sendiri tak Logis

1 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (473)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (272)
  • Humaniora (832)
  • Internasional (436)
  • Jabar (82)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (21)
  • Megapolitan (169)
  • Nusantara (582)
  • Olahraga (195)
  • Opini (73)
  • Otomotif (31)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (258)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (490)
  • Teknologi (241)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Gerai Roti Premium Asal Singapura Ini Bidik Komunitas dan Pecinta Artisan Bakery
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.