Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Politik Dan Hukum
  3. Meeting Results: Di Hadapan Mahasiswa, Dirjen Pemasyarakatan Tegaskan Lapas Bukan Lagi Tempat Pembalasan
Politik Dan Hukum

Meeting Results: Di Hadapan Mahasiswa, Dirjen Pemasyarakatan Tegaskan Lapas Bukan Lagi Tempat Pembalasan

Thomas Thomas Reporter Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 05:42 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1781293609_52eebc6ce0b36112f2ec

Table of Contents

Toggle
  • Meeting Results: Transformasi Lapas Menuju Pemasyarakatan Modern
    • Reorientasi Pendekatan Hukuman
    • Kapasitas Lapas dan Tantangan Transformasi
    • Pemulihan Sosial sebagai Kunci Keberhasilan
    • Hasil Diskusi dan Rekomendasi

Meeting Results: Transformasi Lapas Menuju Pemasyarakatan Modern

Meeting Results – Dalam sebuah diskusi publik yang berlangsung di Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Meeting Results menjadi pusat perhatian utama. Pada Jumat (12/6/2026), Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas), Irjen (Purn) Mashudi, menyampaikan pandangannya mengenai perubahan konsep pemasyarakatan. Acara ini, yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa, bertujuan untuk menggambarkan upaya transformasi lapas dari sistem hukuman berbasis pembalasan menjadi pendekatan lebih manusiawi yang berfokus pada pemulihan. “Meeting Results ini penting untuk mengenalkan bagaimana pemasyarakatan modern dapat membangun keadilan sosial,” jelas Mashudi dalam pembukaan diskusi.

Reorientasi Pendekatan Hukuman

Meeting Results menegaskan bahwa institusi pemasyarakatan kini berperan sebagai bagian dari proses peradilan pidana sejak awal. Tidak hanya sebatas menjalankan putusan pengadilan, lembaga ini juga menjadi tempat pembinaan yang bertujuan menciptakan keadilan bermartabat. “Hukuman sebelumnya identik dengan bentuk pembalasan kesalahan, tetapi kini fokusnya berpindah pada pemulihan perilaku pelaku, pemulihan hubungan sosial, serta persiapan warga binaan untuk kembali produktif di masyarakat,” kata Mashudi. Ia menekankan bahwa model baru ini bertujuan mengurangi dampak negatif penjara, seperti kebosanan dan kesedihan, dengan memprioritaskan pembelajaran dan keterampilan baru.

“Meeting Results ini membuka wawasan kita bahwa pemasyarakatan modern tidak lagi mengandalkan kekerasan dan hukuman fisik, melainkan membangun kesadaran dan kemandirian warga binaan,” tambah Mashudi di Aula Nusantara Fakultas Hukum.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa konsep “ultimum remedium” atau penjara sebagai pilihan terakhir akan diterapkan secara luas. Model ini menekankan penggunaan alternatif pemidanaan seperti rehab, bantuan sosial, atau pemulihan lingkungan sebelum memutuskan penjara sebagai hukuman.

Kapasitas Lapas dan Tantangan Transformasi

Meeting Results juga mengupas tantangan dalam penerapan sistem pemasyarakatan modern. Kepadatan di lapas yang sering terjadi menjadi isu utama, dengan risiko overkapasitas yang mengganggu proses pemulihan. “Jika lapas tidak dikelola secara efektif, keberhasilan transformasi akan terancam,” ungkap Mashudi. Ia menyoroti bahwa kondisi fisik dan mental warga binaan yang tidak optimal dapat memperparah masalah sosial dan memicu pengulangan tindak pidana.

“Meeting Results menegaskan bahwa perlu adanya koordinasi antarlembaga untuk memastikan lapas tidak hanya menjadi tempat hukuman, tetapi juga pusat pembinaan yang inklusif,” kata salah satu peserta diskusi.

Untuk mengatasi ini, pemerintah sedang berupaya meningkatkan kapasitas lapas melalui pengembangan fasilitas seperti kelas pendidikan, pusat kesehatan, dan ruang kerja. Mashudi menambahkan bahwa penerapan model ini memerlukan kebijakan yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan warga binaan.

Pemulihan Sosial sebagai Kunci Keberhasilan

Dalam Meeting Results, berbagai perspektif dari para ahli dihadirkan untuk memperkaya diskusi. Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), dr. Bina Ampera Bukit, menegaskan bahwa pemulihan sosial bukan sekadar bentuk hukuman alternatif, tetapi merupakan kewajiban negara untuk memulihkan fungsi fisik, mental, dan sosial individu. “Program rehabilitasi harus diintegrasikan ke dalam setiap tahap pemasyarakatan, agar efektivitasnya terjaga,” paparnya.

“Meeting Results ini membuktikan bahwa keterlibatan akademisi dalam diskusi pemasyarakatan sangat penting untuk memperkuat peran lembaga pemulihan dalam masyarakat,” ujar Lisda Syamsumardian, Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila.

Lisda menambahkan bahwa nilai-nilai Pancasila, terutama sila pertama, harus menjadi dasar dari transformasi ini. Ia mengingatkan bahwa sistem hukum Indonesia harus mengusahakan keadilan yang berimbang, bukan hanya hukuman yang keras.

Hasil Diskusi dan Rekomendasi

Meeting Results berakhir dengan berbagai rekomendasi untuk mempercepat transformasi sistem pemasyarakatan. Salah satu saran yang muncul adalah perlu adanya peningkatan pengawasan terhadap penggunaan alternatif pemidanaan, serta pengembangan program kerja sama dengan organisasi masyarakat. Mahasiswa yang hadir juga menyampaikan aspirasi mereka, seperti keinginan untuk melibatkan komunitas lokal dalam pemulihan warga binaan.

“Meeting Results menunjukkan bahwa sistem pemasyarakatan modern harus diukur berdasarkan kemampuan warga binaan untuk kembali menjadi warga yang bermartabat, bukan hanya berdasarkan durasi hukuman,” pungkas salah satu peserta diskusi.

Diskusi ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan hanya tentang kekuasaan negara, tetapi juga tentang peran aktif masyarakat dalam mendukung proses keadilan sosial.

Bagikan:

Berita Terkait

0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

27 Jun 2026
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

27 Jun 2026
8790e95f-7e53-46c0-881d-1af6c6d62be6-0

Rp13,9 Triliun dari Kasus Judol Hayam Wuruk Tengah Ditelusuri

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

1 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

1 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

2 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

2 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

2 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.