Siapa Agustina Arumsari? Auditor Baru yang Jadi Wakil Kepala BGN
New Policy – Di bawah New Policy, Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Agustina Arumsari sebagai wakil kepala Badan Pengawas Keuangan Nasional (BGN) pada Selasa (2/6) malam, menggantikan Lodewijk Pusung. Penetapan ini bertujuan memperkuat sistem pengawasan keuangan negara, terutama dalam mencapai transparansi dan akuntabilitas program-program pemerintah. Dengan latar belakang sebagai auditor berpengalaman, Agustina diharapkan bisa membawa kontribusi signifikan dalam mewujudkan tujuan New Policy, yang fokus pada reformasi birokrasi dan pengelolaan dana publik secara efisien. Posisi barunya di BGN menjadi penanda kenaikan karier yang cukup signifikan, mengingat sebelumnya ia menjabat sebagai wakil kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di bawah kepemimpinan Muhammad Yusuf Ateh.
Pendidikan dan Sertifikasi Profesional
Agustina Arumsari memiliki pendidikan akademik yang solid, dimulai dengan gelar Diploma III di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada 1992, lalu menyelesaikan Diploma IV pada 1998. Setelah itu, ia melanjutkan studi Magister Hukum di Universitas Indonesia, lulus pada 2014. Berbagai sertifikasi profesional juga menunjang kualifikasi keahliannya di bidang audit, investigasi, dan manajemen risiko, termasuk Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Forensic Auditor (CFrA), Chartered Accountant (CA), Qualified Internal Auditor (QIA), Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE), dan Certified Internal Audit Executive (CIAE). Dengan kombinasi pendidikan dan sertifikasi tersebut, Agustina siap memimpin BGN dalam mengimplementasikan New Policy.
Perjalanan Karier yang Berkelanjutan
Karier Agustina Arumsari dimulai dari posisi Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Sumatera Barat. Dalam waktu singkat, ia naik jabatan menjadi Direktur Investigasi BUMN dan BUMD pada 2017, kemudian menjabat Direktur Investigasi III pada 2019. Selama periode 2020-2025, ia menjadi Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi, di mana kontribusinya terlihat jelas dalam menangani kasus korupsi besar, seperti audit tata niaga timah yang dilaporkan kepada Kejaksaan Agung pada 2024. Pekerjaan di bidang investigasi ini tidak hanya membentuk keterampilannya dalam memeriksa kerugian negara, tetapi juga memperkuat kredibilitasnya dalam menegakkan New Policy.
Dalam upaya memperkaya struktur organisasi BPKP, Agustina beberapa kali memimpin pelantikan pejabat. Pada September 2025, ia melantik 97 orang dalam berbagai jabatan, menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pengawasan. Banyak pihak menilai bahwa pengalaman yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun di lingkungan BPKP menjadi bekal yang kuat untuk menjalankan tanggung jawab baru di BGN. Dengan New Policy sebagai fondasi, Agustina diperkirakan akan fokus pada penguatan tata kelola keuangan negara, termasuk pemeriksaan proyek strategis seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kompetensi yang Mendukung New Policy
Keberhasilan Agustina dalam audit dan investigasi memperlihatkan kompetensi yang mumpuni. Ia dikenal sebagai auditor yang teliti, mampu mengungkap penyimpangan keuangan dan memberikan rekomendasi strategis untuk memperbaiki sistem pengawasan. Kemampuan ini sangat relevan dalam konteks New Policy, yang menekankan transparansi dan efisiensi dalam penggunaan dana publik. Pada Konferensi Internasional Perkumpulan Ahli Dewan Sengketa 2025, ia menyampaikan: “Kolaborasi antarpemangku kepentingan merupakan faktor penting untuk memastikan proyek-proyek prioritas nasional berjalan transparan dan akuntabel.” Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen Agustina untuk mendukung New Policy melalui sinergi antarlembaga.
Dalam posisinya sebagai wakil kepala BGN, Agustina akan bertanggung jawab atas kebijakan pengawasan yang lebih ketat. Ia juga diperkirakan akan berperan dalam memastikan keuangan negara tetap terjaga dengan baik, terutama dalam rangka menyukseskan New Policy. Kinerja yang telah teruji di BPKP, ditambah kualifikasi sertifikasi internasional, memperkuat posisinya sebagai figur yang mampu memberikan arahan strategis di BGN. Selain itu, pengalaman menjalankan tugas investigasi berbagai proyek strategis seperti MBG akan menjadi fondasi untuk menyempurnakan sistem pengawasan yang lebih modern.
Keberhasilan Agustina dalam bidang audit, investigasi, dan pengawasan keuangan selama bertahun-tahun menunjukkan kompetensi yang mumpuni. Ia diharapkan mampu mengoptimalkan peran sebagai wakil kepala BGN dalam mewujudkan New Policy, yang menargetkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap program pemerintah. Dengan pengalaman dalam menangani kasus korupsi besar, Agustina mungkin akan menjadi pengawas yang lebih berpengaruh, terutama dalam memastikan keuangan negara tidak lagi terganggu oleh penyimpangan. Penetapan ini juga menjadi langkah strategis dalam mengembangkan sistem pengawasan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“New Policy menuntut profesionalisme yang lebih tinggi dalam pengawasan keuangan negara, dan Agustina Arumsari adalah pilihan tepat untuk mengemban tugas ini,” kata seorang sumber dalam lingkungan BGN. Dalam sambutan resmi, Agustina juga menegaskan komitmennya untuk menerapkan prinsip-prinsip New Policy dalam menjalankan tugas di BGN, termasuk transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam penggunaan anggaran.
