Infantino Hadapi Tantangan Besar Re-eleksi FIFA
Beritabaru1.com – Kepemimpinan Gianni Infantino Diguncang UEFA dan Concacaf menjadi sorotan utama menjelang re-eleksi FIFA. Posisi sang presiden dunia sepak bola sedang mengalami tekanan luar biasa dari dua konfederasi terbesar. UEFA dan Concacaf secara terbuka mengkritik cara Infantino memimpin organisasi sepak bola terbesar di dunia ini. Kritik ini muncul tepat setelah Infantino membatalkan rencana penjualan saham kompetisi FIFA kepada investor swasta.
UEFA Menuntut Transparansi Lebih Besar
UEFA menyambut baik keputusan pembatalan rencana investasi tersebut. Federasi Eropa ini menyebut langkah Infantino sebagai “kemenangan bagi seluruh permainan sepak bola.” Namun, mereka menegaskan bahwa masalah kepercayaan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Dalam pernyataan resmi pada Sabtu (1/8), UEFA menuduh Infantino tidak konsisten dalam menepati janji transparansi. Janji-janji tersebut dibuat saat Infantino berkampanye menjadi Presiden FIFA pada tahun 2016.
UEFA menyatakan bahwa kepemimpinan FIFA saat ini telah kehilangan kepercayaan dari banyak anggota keluarga sepak bola. Mereka menyoroti upaya kesepakatan “di ruang belakang” yang dianggap tidak transparan dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu tanpa konsultasi yang memadai.
Concacaf Serukan Tinjauan Kepemimpinan
Sejalan dengan sikap keras UEFA, Concacaf juga menyampaikan kekecewaannya secara terbuka. Konfederasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia tersebut menilai proposal investasi sebagai tanda bahwa kepemimpinan FIFA telah “berhenti mengutamakan sepak bola.” Meskipun tidak secara eksplisit menyebut nama Infantino, Concacaf mendesak dilakukannya tinjauan menyeluruh terhadap tata kelola organisasi sepak bola dunia.
“Tindakan sepihak dan buruknya tata kelola ini mengikuti pola kesalahan langkah yang serupa. Peninjauan penuh terhadap kepemimpinan ini harus segera dilakukan,” tulis pernyataan resmi Concacaf.
Politik Inggris Juga Menyerukan Mundurnya Infantino
Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi Infantino yang sedang berupaya meraih masa jabatan keempat dalam Kongres FIFA pada bulan Maret mendatang. Selain tekanan dari badan-badan kontinental, figur politik dari Inggris juga ikut memberikan tekanan. Perdana Menteri Inggris Andy Burnham telah menyerukan agar Infantino mengundurkan diri dari jabatannya. Seruan ini menambah berat beban kepemimpinan Infantino di tengah krisis kepercayaan.
Di tengah gelombang kritik yang semakin deras, dukungan tetap mengalir dari berbagai pihak. Asosiasi Sepak Bola Qatar (QFA) melalui Sheikh Hamad bin Khalifa bin Ahmed Al Thani menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya Infantino dalam mengembangkan sepak bola secara global. Sheikh Hamad juga menyetujui keputusan pembatalan rencana investasi demi menjaga persatuan antar anggota.
Posisi Infantino Semakin Rapuh
Beberapa poin utama yang ditekankan oleh UEFA dan para anggotanya mendapat respons positif dari asosiasi anggota. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Federasi Sepak Bola Norwegia juga menyatakan dukungan mereka terhadap posisi UEFA. Presiden Federasi Norwegia, Lise Klaveness, menegaskan bahwa kerja sama internasional tidak boleh dikorbankan demi kepentingan individu.
Hingga saat ini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan keras dari UEFA dan Concacaf tersebut. Namun, dengan semakin dekatnya jadwal pemilihan presiden, posisi Infantino diprediksi akan terus digoyang oleh tuntutan reformasi tata kelola yang lebih transparan. (bbc/Z-1)

