Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Teknologi
  3. Ilmuwan Temukan Bukti Venus Masih Aktif Secara Geologis dari Dalam
Teknologi

Ilmuwan Temukan Bukti Venus Masih Aktif Secara Geologis dari Dalam

Michael Jones - beritabaru1.com Reporter Minggu, 26 Juli 2026 pukul 12:21 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1785027735_55a1daa4a39a4e7c54a2
Foto : Michael Jones - beritabaru1.com
Foto : Michael Jones - beritabaru1.com

Ilmuwan Temukan Bukti Venus Masih Aktif Secara Geologis dari Dalam: Studi Terbaru Mengungkap Aktivitas Tektonik yang Belum Pernah Terlihat Sebelumnya

Beritabaru1.com – Ilmuwan Temukan Bukti Venus Masih memiliki aktivitas geologis yang signifikan di bagian dalam planet tersebut. Penelitian mutakhir yang menggunakan simulasi komputer tiga dimensi canggih berhasil mengidentifikasi bahwa beberapa lembah retakan raksasa di Venus baru saja terbentuk dan terus berkembang hingga saat ini. Temuan ini memberikan gambaran baru mengenai kondisi internal Venus yang jauh lebih dinamis dibandingkan dengan persepsi ilmiah selama beberapa dekade terakhir.

Selama bertahun-tahun, komunitas ilmiah cenderung memandang Venus sebagai dunia yang statis dan tidak mengalami perubahan geologis yang berarti. Planet yang dikenal memiliki suhu permukaan ekstrem mencapai ratusan derajat Celsius serta tidak memiliki lautan ini dianggap telah berhenti mengalami aktivitas vulkanik dan tektonik. Namun, hasil penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa Venus mungkin masih “hidup” dan bahkan berpotensi memiliki aktivitas vulkanik yang berlangsung hingga saat ini.

Jejak Tektonik yang Menantang Pandangan Lama tentang Venus

Salah satu indikator utama aktivitas tektonik di Venus adalah keberadaan lembah-lembah retakan berukuran besar yang tersebar di seluruh permukaan planet. Meskipun struktur serupa juga ditemukan di Bumi, seperti Lembah Retakan Afrika, versi Venus memiliki cakupan yang jauh lebih luas, yakni bisa mencapai 10.000 kilometer. Sebelumnya, banyak ahli geologi bumi meyakini bahwa retakan-retakan ini telah terbentuk lebih dari 100 juta tahun yang lalu dan tidak lagi aktif.

Kajian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience oleh ETH Zurich menentang asumsi tersebut secara signifikan. Studi yang dipimpin oleh Taras Gerya, seorang Profesor Geodinamika di Departemen Ilmu Kebumian dan Planet ETH, bersama penulis utama Xi Yang, memanfaatkan simulasi komputer 3D beresolusi tinggi pertama kali untuk memetakan pola retakan di Venus. Model ini memungkinkan visualisasi yang lebih akurat tentang bagaimana kerak planet tersebut mengalami peregangan, pergeseran, dan pengenduran seiring berjalannya waktu.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa tebing-tebing retakan yang lebar dan meninggi terbentuk di sepanjang sisi lembah ketika usia geologisnya masih tergolong muda. Selain itu, simulasi juga mengindikasikan bahwa retakan di Venus dapat melebar dengan kecepatan sekitar 3 hingga 10 sentimeter per tahun, jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Kecepatan ini menunjukkan bahwa Venus masih mengalami proses geologis yang aktif dan dinamis.

Hasil ini membantu kita untuk lebih baik dalam menilai aktivitas tektonik di Venus, dan membuka peluang baru untuk memahami evolusi planet-planet berbatu di tata surya kita.

Perbedaan signifikan antara Venus dan Bumi terletak pada proses erosi. Sementara Bumi mengalami erosi tanah yang mengubah struktur permukaan, tebing retakan di Venus justru menjadi rata karena keraknya terus merenggang dan mengendur secara perlahan bahkan setelah pergerakan tektonik berhenti. Struktur tebing yang diprediksi oleh simulasi baru ini sangat sesuai dengan gambar yang direkam oleh wahana Magellan pada tahun 1990-an, sehingga memperkuat hipotesis bahwa beberapa retakan tersebut terbentuk dalam periode geologis yang relatif baru.

Dampak bagi Misi Eksplorasi Venus Masa Depan

Model simulasi ini tidak hanya memberikan wawasan tentang Venus, tetapi juga dapat membantu ilmuwan mengidentifikasi wilayah-wilayah yang masih aktif secara geologis sebagai target prioritas untuk misi eksplorasi mendatang. Pemahaman ini diharapkan juga berkontribusi dalam mempelajari perkembangan planet-planet berbatu lainnya, termasuk eksoplanet yang berada di luar tata surya kita. Dengan mengetahui area-area yang masih aktif, misi-misi mendatang dapat fokus pada pengumpulan data yang lebih relevan dan komprehensif.

Saat ini, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) serta Badan Antariksa Eropa (ESA) sedang dalam tahap persiapan untuk mengirimkan beberapa misi ke Venus. Sebagai bagian dari upaya ini, Profesor geofisika ETH, Paul Tackley dan Taras Gerya, turut memberikan kontribusi dalam misi EnVision milik ESA yang dijadwalkan akan meluncur pada awal dekade 2030-an. Misi ini bertujuan untuk meneliti Venus secara lebih komprehensif, mulai dari inti planet hingga lapisan atmosfer teratasnya.

(Science Daily/Z-2)

Bagikan:

Berita Terkait

a1359109-9ac4-44ba-aa0a-478ee38e008e-0

Jelang Puncak Hujan Meteor Perseid, Ini Cara Terbaik Menyaksikannya

2 Agu 2026
ce2b4ce8-94ec-4f9a-b8d6-9b2a1349f1b1-0

Makin Canggih, Apple Siapkan Langganan iCloud+ Khusus Fitur AI

1 Agu 2026
465575e8-52b6-4894-88a6-e070e585ac41-0

Sandbox Desain Chip Merah Putih untuk Perkuat Kemandirian Teknologi

1 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

0bbcbfd2-9ea7-4ce4-8b2e-22d8070be720-0

Kemenhub Pastikan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berjalan Aman

1 jam yang lalu
9a7cba22-e69e-4c64-ad89-563ed42c2180-0

Perkuat Kerja Sama Program Strategis dalam Pengelolaan Zakat, Pendidikan, hingga Layanan Sosial Kemanusiaan

1 jam yang lalu
69bf6d6b-c264-43da-98c0-e6d75348cfa8-0

Kapal Evakuasi Dikerahkan untuk Selamatkan Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar

1 jam yang lalu
c80c8814-0d90-4730-9d00-9d2454df5536-0

Masjid Berpotensi Jadi Penggerak Transisi Energi Bersih melalui Wakaf Hijau

2 jam yang lalu
92952c96-d344-4970-961c-4ac81d8d5d78-0

Dinkes Mimika Perluas Skrining HIV-AIDS dan Akses Obat ARV

2 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (466)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (268)
  • Humaniora (824)
  • Internasional (429)
  • Jabar (81)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (20)
  • Megapolitan (168)
  • Nusantara (568)
  • Olahraga (193)
  • Opini (73)
  • Otomotif (29)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (252)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (484)
  • Teknologi (240)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Kemenhub Pastikan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berjalan Aman
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.