Hasil Studi: AI Ubah Penemuan Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Kunci Pembelian
Beritabaru1.com – Hasil Studi terbaru dari laporan tahunan ke-4 yang diterbitkan oleh impact.com, infrastruktur global terkemuka untuk perdagangan berbasis kemitraan, telah resmi diluncurkan. Dengan judul “E-commerce Influencer and Affiliate Marketing in Southeast Asia 2026”, publikasi ini menyajikan analisis komprehensif mengenai transformasi perilaku konsumen di kawasan Asia Tenggara. Kerjasama antara impact.com bersama Cube dan Dentsu menghasilkan riset yang menyoroti bagaimana integrasi Kecerdasan Buatan (AI) serta kontribusi kreator konten mengubah lanskap e-commerce secara signifikan.
AI sebagai Kanal Penemuan Produk Baru
Hasil Studi ini mengungkap metodologi penelitian yang mencakup survei terhadap 2.400 responden dan wawancara mendalam dengan para ahli industri dari enam negara Asia Tenggara, yaitu Singapura, Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina. Salah satu temuan signifikan menunjukkan bahwa AI generatif telah menjadi jalur baru dalam proses pencarian produk. Data mencatat bahwa 24% konsumen di wilayah Asia Tenggara mulai memanfaatkan alat seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude untuk mendapatkan referensi barang sebelum membeli.
Meskipun AI semakin mendominasi tahap awal penemuan produk, laporan ini menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia. Sebaliknya, output yang dihasilkan oleh AI sangat dipengaruhi oleh konten dari pihak ketiga, termasuk kreator, publisher, dan pemberi ulasan yang menjadi sumber data pelatihan bagi model AI tersebut. Hasil Studi ini juga menunjukkan bahwa konsumen masih mencari validasi dari sumber manusia meskipun menggunakan AI.
Kepercayaan pada Manusia Tetap Dominan
Nick Randall, AVP Customer Growth APJ di impact.com, memberikan perspektif penting mengenai hal ini. Ia menjelaskan bahwa setiap pergeseran besar dalam e-commerce selalu mengubah cara penemuan produk terjadi.
“AI mewakili evolusi berikutnya. Namun, kepercayaan tetap konsisten. Konsumen tetap mengandalkan kreator dan rekomendasi tepercaya untuk memvalidasi keputusan pembelian mereka,” ujarnya.
Hasil Studi ini juga menyoroti variasi tingkat adopsi teknologi di kawasan Asia Tenggara. Vietnam dan Indonesia tercatat sebagai negara yang paling progresif dalam memanfaatkan AI generatif untuk menemukan produk baru. Meskipun teknologi terus berkembang, faktor manusia tetap menjadi penentu akhir dalam keputusan belanja. Sebanyak 67% konsumen mengaku pernah membeli produk karena rekomendasi kreator. Menariknya, 40% konsumen menyatakan bahwa keberadaan AI tidak mengurangi ketergantungan mereka pada kreator. Justru, kepercayaan terhadap kreator (36%) masih lebih tinggi dibandingkan kepercayaan murni terhadap AI (25%).
Tantangan bagi Brand di Era Digital
Bagi brand, tantangan ke depan adalah mengintegrasikan strategi kemitraan yang “always-on”. Mengingat perjalanan konsumen yang semakin terfragmentasi antara asisten AI, media sosial, dan marketplace, perusahaan memerlukan platform terkonsolidasi untuk mengukur kontribusi setiap mitra secara akurat guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di era digital ini. Hasil Studi ini memberikan panduan berharga bagi perusahaan yang ingin mengoptimalkan kombinasi antara teknologi AI dan rekomendasi manusia dalam strategi pemasaran mereka.

