Strategi Hilirisasi Agro Kerek Ekspor Nasional Menuju Target Baru
Beritabaru1.com – Dalam upaya memperkuat posisi Indonesia di pasar global, pemerintah terus mendorong program Hilirisasi Agro Kerek Ekspor Nasional sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi. Strategi ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian melalui pengolahan lebih lanjut sebelum diekspor. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional periode 2025-2029, terdapat lima belas komoditas yang ditetapkan sebagai prioritas dalam program ini. Komoditas unggulan meliputi kelapa sawit, kelapa, hingga rumput laut yang memiliki potensi ekspor besar.
Performa Ekspor April 2026 Mencatatkan Angka Positif
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, melaporkan bahwa kinerja ekspor Indonesia pada April 2026 menunjukkan tren yang menggembirakan. Ekspor nonmigas mengalami kenaikan sebesar 13,66 persen secara bulanan, sementara sektor migas mencatat penurunan 9,81 persen. Dalam keterangan resminya yang disampaikan pada hari Minggu, 2 Agustus, Budi menyoroti beberapa produk unggulan yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan tersebut.
Beberapa komoditas nonmigas utama dengan pertumbuhan ekspor tertinggi antara lain kopi, teh, dan rempah-rempah yang meningkat 54,44%, serta tembakau dan rokok sebesar 43,49%.
Penguatan industri pengolahan menjadi fondasi penting bagi perdagangan nasional selama periode Januari hingga April 2026. Minat negara-negara mitra dagang terhadap produk olahan agro semakin meningkat, sejalan dengan pandangan Dida Gardera, Plt Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian. Ia menegaskan bahwa fokus pada sektor agro sangat krusial untuk menggerakkan industri pengolahan lebih lanjut.
Membangun Roadmap Khusus untuk Sektor Agro
Menurut Dida, keberhasilan hilirisasi agro yang berkelanjutan bergantung pada kemudahan fasilitasi penanaman modal dan investasi. Meskipun sektor pertanian telah masuk ke dalam Satgas Percepatan Hilirisasi berdasarkan Kepres No. 1/2025, masih terdapat hambatan struktural yang perlu diatasi. Pemerintah dinilai belum memiliki peta jalan yang spesifik untuk meningkatkan daya saing industri agro secara menyeluruh.
Christina Ruth Elisabeth, Wakil Kepala Kajian Iklim Bisnis dan Rantai Nilai Global LPEM UI, memberikan rekomendasi penting. Ia menyarankan agar dibuatkan roadmap yang berbeda dari yang digunakan untuk sektor pertambangan. Menurutnya, karakteristik industri agro lebih inklusif dibandingkan sektor lain, sehingga memerlukan pendekatan yang berbeda.
Saat ini roadmap hilirisasi masih terlalu berfokus pada sektor mining.
Ruth memberikan contoh bahwa hilirisasi komoditas tembakau dan kelapa sawit telah terbukti mampu menyerap tenaga kerja dan investasi fasilitas produksi dengan baik. Namun, komoditas seperti kopi dan kakao masih didominasi oleh ekspor bahan mentah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang holistik agar kontribusi sektor ini terhadap ekonomi nasional menjadi lebih optimal.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Hilirisasi Agro
Apa itu hilirisasi agro? Hilirisasi agro adalah proses pengolahan produk pertanian lebih lanjut untuk meningkatkan nilai jual sebelum diekspor ke pasar internasional.
Komoditas apa saja yang menjadi prioritas dalam program ini? Terdapat lima belas komoditas prioritas, termasuk kelapa sawit, kelapa, rumput laut, kopi, teh, dan rempah-rempah.
Berapa persen pertumbuhan ekspor nonmigas pada April 2026? Ekspor nonmigas mengalami kenaikan sebesar 13,66 persen secara bulanan pada April 2026.
Mengapa sektor agro memerlukan roadmap yang berbeda? Karena karakteristik industri agro lebih inklusif dan memerlukan pendekatan yang berbeda dari sektor pertambangan yang selama ini menjadi fokus utama.

