Penguatan Modal Kerja Jadi Motor Pertumbuhan Industri Nasional
Beritabaru1.com – Dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional, sektor industri terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi bisnisnya. Salah satu inisiatif penting yang menjadi sorotan adalah Penguatan Modal Kerja Jadi Motor baru bagi pertumbuhan perusahaan-perusahaan di tanah air. PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan memanfaatkan fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk meningkatkan kapasitas operasional dan memperluas jangkauan bisnis.
Langkah penguatan ini tidak hanya berfokus pada penambahan fasilitas kredit, tetapi juga mencakup penyempurnaan tata kelola perusahaan. Dana yang diperoleh akan dialokasikan secara strategis untuk mendukung seluruh lini bisnis anak perusahaan. Dengan demikian, operasional harian dapat berjalan lebih efisien sementara pengembangan bisnis dapat dipercepat sesuai rencana jangka panjang perusahaan.
Target Pertumbuhan Organik yang Ambisius
Direktur IKAI, Emirza Adi Wibowo, menjelaskan bahwa fasilitas kredit ini merupakan bagian integral dari strategi perusahaan dalam memperkuat fondasi bisnis. Di tengah meningkatnya peluang pertumbuhan ekonomi nasional, langkah ini dinilai tepat untuk mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, perseroan menargetkan capaian pertumbuhan organik yang jauh melampaui performa tahun sebelumnya.
“Tujuan penggunaan dana kredit bank ini diperuntukkan untuk working capital sebagai bentuk perbaikan dan pengembangan usaha di seluruh anak usaha kami. Melalui strategi ini, target pertumbuhan perusahaan secara organik diperkirakan akan meningkat signifikan dan melebihi pendapatan tahun lalu, dengan kenaikan sekitar 70%,” ujar Emirza, di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Persetujuan Pemegang Saham untuk Ekspansi Bisnis
Ekspansi yang dilakukan IKAI telah mendapatkan persetujuan resmi dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Keputusan ini memberikan kewenangan kepada perseroan untuk menerbitkan jaminan perusahaan atau Corporate Guarantee sebagai dukungan pembiayaan bagi anak-anak usaha. Chief Finance Officer IKAI, Murwantoro Toroxandy, menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan struktur pembiayaan.
“IKAI sebagai holding perusahaan telah resmi melaksanakan RUPSLB untuk memberikan izin dan persetujuan atas Corporate Guarantee perusahaan kepada para anak usaha,” katanya.
Sementara itu, Corporate Secretary IKAI, Winda Yohana, menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal. Langkah ini merupakan bentuk komitmen transparan kepada publik dan regulator dalam memastikan anak usaha memiliki fondasi finansial yang kokoh untuk mengejar target pertumbuhan tersebut.
“Langkah persetujuan jaminan korporasi ini merupakan bentuk komitmen transparan kami kepada publik dan regulator, sekaligus memastikan anak usaha memiliki fondasi finansial yang kokoh untuk mengejar target pertumbuhan 70% tersebut,” ujar Winda.
Penyegaran Organisasi dan Penguatan Tata Kelola
Selain memperkuat struktur pendanaan, IKAI juga melakukan penyegaran organisasi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Dalam rapat tersebut, Tedjodiningrat Broto Asmoro ditunjuk sebagai Komisaris baru. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) sekaligus mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.
Komisaris Utama IKAI, William Daniel, menilai kehadiran Tedjodiningrat akan memperkuat fungsi pengawasan bersama Bernardus Djonoputro yang memiliki pengalaman panjang di bidang pengembangan wilayah dan infrastruktur. Menurut William, sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung transformasi perusahaan dalam menghadapi peluang investasi dan pembangunan kawasan yang terus berkembang di Indonesia.
Visi Jangka Panjang: Integrated Land Development
Ke depan, IKAI akan melanjutkan strategi bisnisnya melalui pengembangan Integrated Land Development. Strategi ini mencakup pengembangan kawasan, pengelolaan hak atas tanah, utilitas, dan energi. Perseroan menargetkan fase optimalisasi berlangsung pada 2027 sebelum memasuki fase ekspansi pada 2028. Emirza menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menjalankan strategi pertumbuhan secara berkelanjutan dengan pengedepanan tata kelola yang baik dan pengelolaan risiko yang terukur.

