IHSG Hari Ini Anjlok ke 6.763: Efek Rebalancing MSCI dan Rupiah Tembus Rp17.500
IHSG Hari Ini Anjlok ke 6 763 – Pada hari Rabu (13/5/2026), indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: sentimen lokal terkait perubahan indeks MSCI dan tekanan pasar global. Data perdagangan menunjukkan IHSG tergelincir ke level 6.763,94, turun 94,96 poin atau 1,38 persen.
Nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan, melintasi level psikologis Rp17.500. Penurunan IHSG terjadi bersamaan dengan kondisi ini, mencerminkan ketidakstabilan pasar keuangan. Analis dari Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menjelaskan bahwa rebalancing MSCI Mei 2026 menjadi pemicu utama penjualan masif di pasar saham.
Rebalancing MSCI Mengubah Bobot Emitter
Perubahan indeks MSCI menetapkan enam perusahaan besar Indonesia ke kategori lain. Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Meski AMRT dipindahkan ke indeks Small Cap, tekanan jual tetap berlanjut.
“Pergeseran bobot indeks global memperbesar risiko aliran dana asing keluar. Investor asing biasanya menyesuaikan portofolio berdasarkan perubahan indeks tersebut,” kata Liza di Jakarta, Rabu (13/5).
Kebijakan rebalancing ini menimbulkan ketidakpastian bagi investor, terutama terhadap saham-saham yang sebelumnya terdaftar dalam Global Standard Index. Kondisi pasar saham dan mata uang pun terus terpengaruh hingga hari ini.
