Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Ekonomi Tumbuh 5,61%, Indef Soroti Tekanan Rupiah dan Defisit Fiskal Indonesia
Ekonomi

Ekonomi Tumbuh 5,61%, Indef Soroti Tekanan Rupiah dan Defisit Fiskal Indonesia

Michael Jones - beritabaru1.com Reporter Senin, 11 Mei 2026 pukul 17:51 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
322b1e39-b266-4a46-bad7-2d6934160731-0
Foto : Michael Jones - beritabaru1.com
Foto : Michael Jones - beritabaru1.com

Key Discussion: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% Meski Tekanan Rupiah dan Defisit Fiskal Masih Ada

Beritabaru1.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61% pada kuartal I-2026, tetapi hal ini belum sepenuhnya mencerminkan kestabilan fundamental. Dalam diskusi daring yang digelar Senin (11/5), M. Rizal Taufikurahman, ketua Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menyoroti bahwa tekanan pada nilai tukar rupiah terus berlanjut, dengan kurs mencapai Rp17.383 per dolar AS, turun 0,06% dibandingkan kuartal sebelumnya. Defisit fiskal yang mencapai Rp240 triliun atau 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga menjadi sorotan utama dalam Key Discussion.

“Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka yang positif, pengelolaan moneter dan fiskal tetap menjadi kunci untuk menjaga daya tahan ekonomi jangka panjang,” kata Rizal, yang menekankan bahwa kinerja ekonomi belum sepenuhnya didukung oleh kestabilan sektor eksternal dan daya beli rumah tangga yang berkelanjutan.

Kondisi Eksternal dan Tekanan Mata Uang

Key Discussion juga memperlihatkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berada di luar proyeksi APBN 2026. Rizal menegaskan bahwa kurs yang mencapai Rp17.383 per dolar AS hingga April 2026 melebihi ekspektasi, sehingga mengurangi daya tarik investasi asing. Selain itu, penurunan cadangan devisa hingga US$146,2 miliar, atau US$2 miliar per bulan, menunjukkan kekhawatiran mengenai ketersediaan dana dan kinerja neraca pembayaran.

“Pertumbuhan ekonomi 5,61% tidak cukup untuk menopang stabilitas eksternal yang diperlukan, apalagi dalam Key Discussion mengenai dinamika pasar keuangan global,” tambahnya, yang menyoroti peran inflasi dan ekspor dalam memperkuat nilai tukar rupiah.

Faktor Pendorong dan Tantangan Fiskal

Dari sisi fiskal, pertumbuhan ekonomi Indonesia bergantung pada belanja pemerintah yang meningkat sebesar 21,81% secara tahunan. Rizal mengingatkan bahwa kebijakan stimulus fiskal, meski mendorong aktivitas ekonomi, tidak bisa menjadi motor utama pertumbuhan jangka panjang. Ia menyoroti defisit fiskal yang mencapai Rp240 triliun, dengan penerimaan negara hanya mencapai Rp574 triliun, sementara belanja negara mendekati Rp815 triliun.

“Fiskal kita dalam Key Discussion menunjukkan peningkatan belanja, tetapi peningkatan ini harus seimbang dengan pendapatan yang konsisten agar tidak memperparah tekanan pada neraca keuangan,” kata Rizal, yang menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang lebih efisien.

Kinerja fiskal ini menciptakan ketergantungan pada belanja pemerintah, yang menurut Syakir Kurnia, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, masih menjadi faktor kritis dalam Key Discussion. Syakir menambahkan bahwa peningkatan konsumsi rumah tangga, yang tumbuh di atas 5%, menjadi tanda bahwa daya beli masyarakat sedang membaik, tetapi keberlanjutan pertumbuhan ini membutuhkan penyesuaian kebijakan.

“Key Discussion menunjukkan bahwa pemerintah perlu memastikan pengeluaran yang optimal, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat didukung oleh sumber daya yang lebih seimbang,” ujarnya, mengingatkan bahwa tekanan pada sektor fiskal harus diatasi sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61% mencerminkan kombinasi antara faktor internal dan eksternal, seperti kebijakan moneter yang lebih longgar serta meningkatnya investasi di sektor infrastruktur. Namun, menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, angka ini merupakan kelanjutan dari tren positif sejak kuartal IV-2025, yang menunjukkan kemampuan ekonomi Indonesia untuk beradaptasi meski dalam Key Discussion yang beragam.

“Pertumbuhan ekonomi 5,61% bukan hanya akibat efek basis rendah, tetapi mencerminkan kebijakan yang konsisten dan dukungan dari sektor swasta,” katanya, yang menegaskan bahwa pemerintah sedang mempercepat distribusi pertumbuhan secara merata.

Dalam Key Discussion, Rizal dan Syakir sepakat bahwa peningkatan daya beli rumah tangga seharusnya diimbangi oleh peningkatan produktivitas. Pertumbuhan konsumsi yang tergantung pada pinjaman online dan penggunaan tabungan, menurut Rizal, menunjukkan bahwa masyarakat belum sepenuhnya memperbaiki kondisi keuangan. Ia menambahkan bahwa keberlanjutan pertumbuhan ekonomi akan tergantung pada kemampuan pemerintah untuk mengurangi tekanan pada rupiah dan menstabilkan defisit fiskal.

Bagikan:

Berita Terkait

c80c8814-0d90-4730-9d00-9d2454df5536-0

Masjid Berpotensi Jadi Penggerak Transisi Energi Bersih melalui Wakaf Hijau

2 Agu 2026
f354def6-1d5a-4548-806b-f41e3413470c-0

Ekonom: Insentif Kendaraan Listrik Perlu Difokuskan untuk Mendorong Produksi EV Nasional

2 Agu 2026
ecb7c018-0e58-475c-a54d-a8a8766130a5-0

Hilirisasi Agro Kerek Ekspor Nasional

2 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

0bbcbfd2-9ea7-4ce4-8b2e-22d8070be720-0

Kemenhub Pastikan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berjalan Aman

1 jam yang lalu
9a7cba22-e69e-4c64-ad89-563ed42c2180-0

Perkuat Kerja Sama Program Strategis dalam Pengelolaan Zakat, Pendidikan, hingga Layanan Sosial Kemanusiaan

2 jam yang lalu
69bf6d6b-c264-43da-98c0-e6d75348cfa8-0

Kapal Evakuasi Dikerahkan untuk Selamatkan Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar

2 jam yang lalu
c80c8814-0d90-4730-9d00-9d2454df5536-0

Masjid Berpotensi Jadi Penggerak Transisi Energi Bersih melalui Wakaf Hijau

2 jam yang lalu
92952c96-d344-4970-961c-4ac81d8d5d78-0

Dinkes Mimika Perluas Skrining HIV-AIDS dan Akses Obat ARV

2 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (466)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (268)
  • Humaniora (824)
  • Internasional (429)
  • Jabar (81)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (20)
  • Megapolitan (168)
  • Nusantara (568)
  • Olahraga (193)
  • Opini (73)
  • Otomotif (29)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (252)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (484)
  • Teknologi (240)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Kemenhub Pastikan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berjalan Aman
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.