BPKH Kembangkan Ekonomi Warga Sigi melalui Program Pembibitan Kakao
Latest Program – Program Semarak Kewirausahaan Kampung Haji BPKH Sigi telah diluncurkan di Sigi, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Berkah Ramadhan 1447 H. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal, khususnya di bidang pertanian kakao. Dengan pendekatan yang holistik, BPKH menawarkan pelatihan teknis dalam pembibitan kakao, pengelolaan media tanam, serta manajemen nursery. Selain itu, fasilitas pendukung seperti sarana dan prasarana usaha juga dibangun untuk memperkuat basis ekonomi produktif.
Pelatihan dan Infrastruktur Ekonomi
Kampung Haji BPKH Sigi menjadi contoh nyata penguatan ekosistem ekonomi. Salah satu langkah strategisnya adalah pembangunan rumah pembibitan kakao yang diharapkan menjadi pusat distribusi bibit berkualitas bagi warga sekitar. Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, menjelaskan bahwa program ini menunjukkan pemanfaatan Dana Abadi Umat (DAU) secara optimal. “Kami ingin program ini membentuk kebiasaan mandiri dan meningkatkan ketahanan ekonomi warga menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.
“Kami berharap program ini tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi mampu membangun semangat kemandirian dan memperkuat ketahanan ekonomi warga dalam menghadapi tantangan masa depan. Melalui pembibitan kakao ini, kami ingin menciptakan ekosistem ekonomi yang produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat Sigi,” ujarnya.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya memulihkan kawasan setelah bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang menghancurkan Sulawesi Tengah pada 2018. Area tersebut sebelumnya dibangun melalui kolaborasi BPKH dan Rumah Zakat sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana. Setelah menjamin hunian layak huni, BPKH kini fokus pada penguatan sektor ekonomi produktif yang dimanfaatkan masyarakat secara lebih luas.
Kehadiran program kewirausahaan diharapkan mampu memperkaya keterampilan warga dalam bidang pertanian dan usaha mandiri. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan membangun rasa kebersamaan dalam pengembangan kawasan yang menjadi pusat kegiatan ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, BPKH juga menegaskan komitmennya dalam pengelolaan dana haji yang profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariah.
Dana yang dikelola BPKH terdiri dari Dana Setoran Awal Haji dan Dana Abadi Umat (DAU). Dana Setoran Awal Haji digunakan untuk memberikan manfaat kepada jemaah melalui virtual account dan subsidi biaya penyelenggaraan haji. Sementara DAU dialokasikan sepenuhnya untuk kemaslahatan umat, seperti program pembibitan kakao di Sigi. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Sigi, Mohammad Rizal Intjenae, CEO Rumah Zakat Irvan Nugraha, tokoh masyarakat, serta pimpinan Majelis Zikir Nurul Khairaat, Habib Rotan.
