PLN EPI Perkuat Ekosistem Bioenergi dengan Skema Kontrak Jangka Panjang
Beritabaru1.com – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sedang melakukan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem bioenergi nasional. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kebutuhan akan kepastian kontrak dan investasi bagi para pemasok. Melalui penerapan skema kontrak pembelian jangka panjang yang dapat berlangsung hingga lima tahun, perusahaan ini berupaya memberikan jaminan pasar yang lebih stabil. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong masuknya investor baru, meningkatkan kapasitas produksi, serta memastikan kualitas pasokan bahan bakar nabati untuk kebutuhan pembangkit listrik di seluruh Indonesia.
Visi dan Target Jangka Panjang
Sebagai bagian dari strategi transisi energi PLN Group, pemanfaatan biomassa telah diterapkan di 52 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) hingga Juni 2026. Realisasi penggunaan mencapai 932.906 ton dengan rata-rata nilai kalor 3.263 kkal per kilogram. Seiring peningkatan kualitas bahan baku, jumlah jenis biomassa yang dimanfaatkan juga bertambah menjadi 16 jenis, berasal dari limbah pertanian dan kehutanan. Angka-angka ini menunjukkan potensi besar yang masih perlu dioptimalkan lebih lanjut.
Ke depan, target pemanfaatan biomassa ditargetkan mencapai 3,7 juta ton pada 2026 dan meningkat menjadi 10 juta ton pada 2030. Proyeksi tersebut diprediksi mampu menciptakan nilai ekonomi sekitar Rp5,1 triliun, menurunkan emisi hingga 12 juta ton CO2 ekuivalen per tahun, memanfaatkan sekitar 20 juta ton limbah biomassa setiap tahun, serta membuka sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau di berbagai daerah. Pencapaian target ini memerlukan koordinasi yang baik antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Kepastian Kontrak sebagai Fondasi Rantai Pasok
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menekankan bahwa kepastian kontrak menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun rantai pasok biomassa yang sehat dan berkelanjutan. Dengan adanya jaminan pembelian dalam jangka panjang, pelaku usaha memiliki dasar yang lebih kuat untuk mengembangkan usahanya. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa kepastian pasar merupakan kunci keberhasilan pengembangan sektor bioenergi nasional.
“Apabila kualitas biomassa dapat dijaga, baik dari sisi nilai kalor maupun kontinuitas pasokan, PLN EPI dapat memberikan kontrak pembelian hingga lima tahun. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki kepastian untuk berinvestasi dan meningkatkan kapasitas produksinya,” ujar Hokkop dalam forum AgriWaste to Value di Jakarta.
Perusahaan menerapkan mekanisme pengadaan biomassa sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan kualitas produk. Biomassa yang memiliki nilai kalor lebih tinggi serta mampu dipasok secara konsisten berpeluang memperoleh skema harga yang lebih kompetitif. Kebijakan tersebut diharapkan menjadi insentif bagi pemasok untuk terus meningkatkan mutu produksi. Selain itu, sistem ini juga membantu mengurangi risiko fluktuasi harga yang sering terjadi di pasar komoditas energi.
Membangun Ekosistem yang Inklusif
Kepastian pasar tidak hanya menguntungkan pemasok biomassa, tetapi juga menjadi fondasi bagi terbentuknya ekosistem bioenergi nasional yang melibatkan petani, koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga industri pengolahan biomassa sebagai bagian dari rantai pasok energi primer. Sinergi antar pelaku ini akan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Kami ingin membangun industri biomassa yang sehat. Ekspor tetap menjadi peluang, tetapi pada saat yang sama kebutuhan domestik juga harus terjamin agar transisi energi nasional dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
Untuk mendukung sasaran tersebut, PLN EPI terus memperkuat ekosistem biomassa melalui pembangunan jaringan hub dan main hub biomassa, pengembangan fasilitas produksi, digitalisasi rantai pasok, serta kemitraan dengan koperasi, kelompok tani, BUMDes, dan pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan pasokan biomassa tetap andal, berkualitas, dan mampu memenuhi kebutuhan pembangkit listrik yang terus meningkat. Dengan pendekatan holistik ini, Indonesia dapat menjadi pemimpin regional dalam pengembangan bioenergi.
“Melalui penguatan kepastian pasar dan pengembangan ekosistem biomassa dari hulu hingga hilir, PLN EPI menegaskan komitmennya dalam membangun rantai pasok bioenergi yang tangguh sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional,” tutup Hokkop. (Ant/E-3)

