BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri
Special Plan menjadi salah satu strategi utama yang mendorong pertumbuhan signifikan di Bank Syariah Indonesia (BSI) sejak merger pada 1 Februari 2021. Dalam tiga tahun pertama operasional, BSI berhasil menambah jumlah nasabah hingga 9,26 juta, mencapai total 23,7 juta per akhir triwulan pertama 2026. Pertumbuhan ini didominasi oleh peningkatan jumlah tabungan haji, yang naik 7,25 juta akun, menunjukkan kontribusi besar dari Special Plan dalam memperkuat posisi BSI di pasar keuangan.
Strategi Integrasi dan Peningkatan DPK
Keberhasilan pertumbuhan nasabah BSI diimbangi dengan kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 18% (YOY), atau Rp376,8 triliun. Pertumbuhan ini terutama terjadi di segmen dana murah (CASA), dengan giro tumbuh 24,17% (YOY) menjadi Rp71,7 triliun, dan tabungan naik 20,18% (YOY) hingga Rp164,5 triliun. Special Plan, yang merupakan inisiatif khusus untuk memperluas basis pelanggan, membantu meningkatkan aksesibilitas layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap produk perbankan syariah dan emas.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengakui bahwa tabungan haji menjadi salah satu motor pertumbuhan perusahaan. “Special Plan terkait tabungan haji menjadi engine growth BSI, karena lebih dari 70% nasabah baru berasal dari program ini,” jelas Anggoro dalam laporan kinerja Triwulan I 2026. Selain itu, kenaikan jumlah pelanggan juga didukung oleh kampanye nasional dan kemudahan pembukaan rekening melalui platform digital BSI.
Market Share dan Pelanggan Muda
BSI menunjukkan dominasi di sektor tabungan haji nasional, dengan market share naik dari 49,5% pada 2023 menjadi 53,6% pada 2025. Dari total 422,3 ribu pendaftar haji 2026, sebanyak 226,4 ribu mendaftar melalui BSI. Dalam fase keberangkatan, 83,5% kuota jemaah yang terdaftar adalah nasabah BSI, mengindikasikan keberhasilan Special Plan dalam menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas.
Program Special Plan ini juga menarik perhatian generasi muda, termasuk milenial dan Gen-Z. Dari 7,25 juta pelanggan tabungan haji, sekitar 1,2 juta di antaranya termasuk usia muda. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh semakin tingginya minat masyarakat terhadap berhaji, dengan jumlah pendaftar haji nasional meningkat dari 286,4 ribu pada 2023 menjadi 422,3 ribu pada 2025. Special Plan berperan aktif dalam memfasilitasi pengalihan kegiatan tabungan ke platform digital, meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna.
Program Special Plan dan Kinerja Keuangan
Keberhasilan Special Plan tidak hanya terlihat dari pertumbuhan nasabah, tetapi juga memperkuat kinerja keuangan BSI. Pada Triwulan I 2026, BSI membukukan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun, tumbuh 17,1% (YOY). Pertumbuhan ini didukung oleh penurunan biaya dana hingga 2,12%, serta penjagaan kualitas pembiayaan yang tetap sehat, dengan NPF gross turun dari 1,88% menjadi 1,8%.
“Special Plan yang terintegrasi dengan dual lisensi bank syariah dan emas menghasilkan kinerja BSI yang sehat dan profit sustain,” tambah Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho. Strategi ini menciptakan rasio laba bersih yang ideal, yaitu ROA 2,53% dan ROE 19,36%, serta menjaga biaya CoC di level 0,73%.
Di sisi pendapatan, BSI mencatatkan kontribusi signifikan dari bisnis berbasis fee (FBI), yang mencapai Rp2,09 triliun, atau 22,98% dari total pendapatan. Bisnis emas menjadi penopang utama, menyumbang 33,69% pendapatan FBI sebesar Rp705 miliar, tumbuh 125% (YOY). Special Plan yang mengintegrasikan layanan emas juga berkontribusi pada diversifikasi pendapatan, mengurangi ketergantungan pada sektor lain.
Strategi khusus ini tidak hanya meningkatkan volume transaksi, tetapi juga memperkuat daya saing BSI di industri perbankan. Dengan total aset mencapai Rp460,1 triliun per 31 Maret 2026, BSI kini berada dalam kelas Top 5 Bank di Indonesia, menunjukkan peningkatan konsistensi kinerja yang didukung oleh Special Plan. Tantangan utama tetap dihadapi, seperti persaingan dengan bank-bank lain yang juga mengembangkan inisiatif serupa, tetapi BSI tetap berada di jalur yang solid.
