Dari Dapur Sederhana, Olahan Kurma Binaan BRI Hasilkan Cuan Besar
Special Plan – Berawal dari dapur kecil di Jalan Bojong, Legok, Tangerang, Banten, sebuah usaha sederhana kini berkembang menjadi bisnis yang mampu menghasilkan omzet ratusan juta rupiah per bulan. Produk olahan kurma bernama Renaco, yang lahir dari perubahan menu makanan, berhasil menembus pasar dengan keunikan rasa dan konsep kemasan yang modern. Meski diawali dari perangkat sederhana, kini usaha ini menjadi contoh sukses dalam pemanfaatan Special Plan yang digagas BRI.
Lilia, 48 tahun, menjadi pengusaha perlahan setelah mencoba berbagai jenis makanan sejak tahun 2005. Kebutuhan ekonomi keluarga mendorongnya untuk menggali peluang bisnis. Namun, hingga akhirnya ia menemukan titik optimal dengan mengolah kurma menjadi camilan segar berbentuk cokelat. “Awalnya usaha apa saja karena faktor ekonomi,” katanya saat diwawancara Media Indonesia di lokasi produksi Renaco, Rabu (13/5). “Tapi waktu itu masih mencari-cari, belum tahu mau fokus pada apa.”
“Setelah coba-coba, akhirnya ketemu kurma cokelat ini dan ternyata cocok. Banyak juga peminatnya. Kalau bikin kurma cokelat kan enggak terlalu ribet resepnya,”
Hasil olahan tersebut mampu menarik minat konsumen yang mencari alternatif camilan sehat dan lezat. Lilia menemukan bahwa kurma cokelat lebih mudah dipertahankan kualitasnya dibandingkan makanan lain. “Produk ini lebih mudah dijaga konsistensinya dibanding makanan tradisional,” terangnya. Keberhasilan awal juga berkat perubahan merek dari “Rena Choco & Cake” menjadi Renaco, yang merefleksikan identitas pribadinya.
Strategi Pemasaran yang Kreatif
Di tengah tantangan menjaga daya tarik produk, Lilia mengubah konsep kemasan agar lebih dinamis. Awalnya, ia menggunakan toples khas kue Lebaran, yang membuat konsumen menganggap Renaco sebagai camilan musiman. Untuk memperluas pasar, ia mencoba desain kemasan yang menarik dan memungkinkan produk dijual kapan saja. “Nah tadinya kemasannya toples biasa kayak kue Lebaran. Jadi orang lihatnya ya kue Lebaran, bukan camilan harian,” jelasnya. Perubahan ini menunjukkan komitmen untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen yang berubah.
Berikutnya, legalitas lengkap dan strategi pemasaran digital juga jadi faktor kunci. “Sertifikasi kami hampir lengkap ya, tinggal izin BPOM,” tambah Lilia. Dengan dukungan Special Plan, ia bisa memanfaatkan teknik pemasaran modern seperti media sosial dan e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar. Langkah ini membantu bisnisnya tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh pesat.
Perjalanan dan Kesuksesan yang Terukur
Kehidupan Renaco kini jauh berbeda dari masa awal. Perusahaan kecil yang dulu hanya bisa memenuhi pesanan lokal kini mampu menjangkau pasar nasional dan bahkan internasional. “Jumlah pesanan bulanannya bisa sampai 1000 paket,” katanya. Proses pengemasan dan pengiriman yang terorganisir serta kualitas bahan baku yang dipertahankan menjadi faktor utama keberhasilan ini.
Perjalanan menuju kesuksesan juga penuh tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan waktu penjualan karena kurma cokelat identik dengan Ramadan. Untuk mengatasi hal itu, Lilia berfokus pada variasi produk dan promosi sepanjang tahun. “Kami juga mengembangkan olahan kurma lainnya, seperti kurma kacang dan kurma keju, agar tidak hanya bergantung pada satu musim,” ujarnya. Dengan Special Plan, ia mampu memperluas strategi ini secara bertahap.
Kontribusi Special Plan tidak hanya mengubah cara berpikir Lilia, tetapi juga memperkuat kompetensinya sebagai pengusaha. Program pelatihan dari Rumah BUMN Jakarta memberikan bekal tentang manajemen keuangan, fotografi, dan pemasaran digital. “Dari seluruh Indonesia kan ribuan. Jadi terpilih 30 orang. Kami dimentoring secara online,” katanya. Mentor yang dihadirkan BRI juga membantu memastikan bisnisnya tetap relevan dengan tren pasar.
Saat ini, Renaco berhasil masuk 30 besar BRIncubator 2024, yang menunjukkan apresiasi terhadap inisiatif pengembangan usaha dari BRI. Lilia berharap program ini terus dijalankan karena banyak pelaku usaha kecil yang membutuhkan dukungan. “Selain itu, pelatihan ini memperkaya pemahaman tentang strategi pemasaran yang lebih efektif,” tutupnya. Dengan Special Plan, ia mampu mengubah dapur sederhana menjadi salah satu pelaku usaha yang memberikan dampak nyata di sekitar kita.
