RUPST Rombak Direksi dan Komisaris, Umumkan Presiden Direktur Baru
Topics Covered – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menghasilkan keputusan strategis penting, termasuk pembaharuan susunan direksi dan komisaris, serta perekrutan presiden direktur baru. RUPST yang berlangsung di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, pada Jumat (8/5) menandai pengunduran diri Marlo Budiman dari jabatan Presiden Direktur. Menggantikan posisinya, Indra Yuwana dan Agus Arismunandar diangkat sebagai Presiden Direktur dan Wakil Presiden Direktur, masing-masing dengan masa jabatan aktif sejak penyelenggaraan RUPST ditutup.
Keputusan ini tidak hanya memperbarui komposisi manajemen perusahaan, tetapi juga memberikan pengarahan baru untuk menghadapi tantangan dan peluang pasar yang dinamis. Di sisi lain, RUPST juga menyetujui keangkatan Bambang Soesatyo dan Theo L Sambuaga sebagai anggota komisaris independen. Kedua nama tersebut menambah kekuatan dewan komisaris yang sebelumnya dipimpin oleh Ginandjar Kartasasmita, sekaligus mengukuhkan laporan tahunan dan keuangan untuk periode akuntansi yang berakhir 31 Desember 2025.
Kinerja Keuangan dan Strategi Peningkatan Profitabilitas
Topics Covered – Dalam RUPST 2026, LPKR menyampaikan laporan keuangan tahunan yang menunjukkan kinerja yang positif. Pendapatan perusahaan mencapai Rp9,03 triliun, sementara EBITDA sebesar Rp1,37 triliun. Laba bersih (NPAT) mencatatkan angka Rp470 miliar, sedangkan underlying NPAT melonjak 57% ke Rp630 miliar. Kinerja keuangan ini menjadi indikator bahwa perusahaan berhasil mengoptimalkan operasional, mengelola biaya secara efisien, dan meningkatkan efektivitas strategi bisnis.
Pencapaian tersebut didukung oleh fokus pada sektor properti dan lifestyle yang dinilai potensial. Manajemen juga menekankan pengendalian utang serta penguatan posisi kas perusahaan hingga mencapai Rp1,96 triliun di akhir periode. Dengan kinerja yang stabil, LPKR optimis dapat mempertahankan pertumbuhan di masa mendatang.
“Kami yakin rekrutmen direksi dan komisaris baru akan membawa dampak positif dalam memperkuat kapasitas pengambilan keputusan dan keberlanjutan bisnis,” ujar pernyataan manajemen, dikutip Senin (11/5).
Susunan Direksi dan Komisaris Baru
RUPST 2026 menghasilkan susunan dewan komisaris yang lebih bervariasi, dengan Ginandjar Kartasasmita tetap memimpin sebagai Presiden Komisaris. Kehadiran Bambang Soesatyo dan Theo L Sambuaga sebagai anggota komisaris independen diperkirakan akan menambah pengawasan terhadap kebijakan strategis perusahaan. Komisaris non-independen tetap terdiri dari Anand Kumar, Kin Chan, George Raymond Zage III, dan Ketut Budi Wijaya.
Pada level direksi, Indra Yuwana menjabat sebagai Presiden Direktur, sementara Agus Arismunandar menjadi Wakil Presiden Direktur. Susunan direksi juga melibatkan Marshal Martinus Tissadharma, Surya Tatang, Dominique Dion Leswara, David Iman Santosa, dan Fendi Santoso. Keempat anggota direksi ini diharapkan mampu menjalankan visi perusahaan secara terpadu, termasuk dalam pengembangan proyek strategis dan pengelolaan aset.
Topics Covered – RUPST 2026 menandai transformasi manajemen LPKR yang bertujuan mengoptimalkan peran direksi dan komisaris dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Dengan keberagaman latar belakang dan pengalaman, jajaran baru diharapkan mampu memperkuat koordinasi internal, mendorong inovasi, serta meningkatkan kinerja operasional. Manajemen menegaskan bahwa perubahan ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan kestabilan operasional dan keberlanjutan strategi jangka panjang.
