Jemaah Haji Indonesia Diminta Waspadai Kelelahan dan Penyakit Komorbid
Solution For – PANITIA Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberikan peringatan kepada para jemaah haji Indonesia agar mewaspadai risiko kelelahan serta penyakit penyerta yang mungkin memengaruhi kinerja ibadah. Langkah pencegahan ini dirasa penting untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan optimal di Tanah Suci. Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Edi Supriyatna, menekankan perlunya penyesuaian tubuh secara bertahap. “Kita perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan di sini. Jangan memaksakan diri hingga kelelahan, karena kondisi tubuh yang tidak stabil bisa mengganggu kualitas ibadah,” jelas Edi di Mekah, Minggu (10/5).
Edi menyampaikan bahwa tim kesehatan melakukan pemantauan kondisi jemaah yang baru tiba. Fokus utama pada jemaah gelombang kedua yang masuk melalui Jeddah adalah memastikan penyakit penyerta dari Tanah Air tetap terkendali. Beberapa kondisi seperti hipertensi, gangguan jantung, dan diabetes menjadi prioritas perhatian. Disiplin dalam mengonsumsi obat dan pengaturan jadwal istirahat dianggap krusial agar penyakit tidak memburuk di bawah cuaca ekstrem Arab Saudi.
“Karena kalau sudah lelah, akan terjadi gangguan kesehatan yang berdampak pada kemampuan menjalani ibadah dengan baik,” ujar Edi.
Jemaah yang tiba di Mekkah pertama kali dinilai sudah mulai mampu beradaptasi dengan lingkungan. Namun, setelah sembilan hari beraktivitas di Madinah, tim kesehatan mengkhawatirkan tantangan baru akibat perubahan iklim. Edi mengingatkan bahwa perbedaan suhu dan kondisi cuaca bisa memicu dehidrasi serta kelelahan. Oleh karena itu, jemaah diharapkan menjaga keseimbangan antara aktivitas dan waktu pemulihan. Suplai cairan yang cukup menjadi syarat utama untuk menjaga kebugaran tubuh hingga puncak ibadah 2026.
