BNPB: Wilayah Utara dan Ekuator RI Masih Diguyur Hujan di Tengah Kemarau
Beritabaru1.com – BNPB – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap adanya perubahan iklim tidak biasa saat musim kemarau meluas di seluruh Indonesia. Meski secara umum cuaca kering menguasai sebagian besar wilayah, daerah di bagian utara dan sekitar garis ekuator masih mengalami hujan ringan hingga intens. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut bahwa kondisi basah ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global dan kestabilan udara lokal yang cukup tinggi.
Pemicu Hujan Anomali
Fenomena cuaca aneh terjadi karena aktifnya gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) di Papua. Abdul juga menegaskan bahwa pertumbuhan awan hujan didorong oleh pergerakan Gelombang Kelvin di Sumatera dan Kalimantan, serta adanya Gelombang Rossby Ekuatorial yang memengaruhi wilayah ekuator. “Aktivitas atmosfer skala global ini diperkuat oleh hasil analisis kondisi lokal yang menunjukkan peningkatan kecenderungan konveksi akibat labilitas udara yang tinggi di sekitar garis ekuator,” kata Abdul di Jakarta, Jumat (3/7).
“Faktor-faktor atmosfer skala global tersebut diperkuat oleh hasil analisis kondisi lokal yang menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif akibat tingkat labilitas atmosfer yang kuat di sekitar wilayah ekuator,” ujar Abdul di Jakarta, Jumat (3/7).
Wilayah Selatan Terpuruk dalam Kemarau
Di sisi lain, bagian selatan Indonesia menghadapi cuaca ekstrem berupa panas tinggi. Data hidrometeorologi menunjukkan 493 titik pengamatan mencatat Hari Tanpa Hujan (HTH) berdurasi panjang. Suhu udara maksimum bahkan mencapai di atas 35 derajat Celsius di beberapa provinsi, seperti Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah. Fenomena El Nino di Samudra Pasifik menjadi penyebab utama kenaikan suhu tersebut.
Peringatan untuk Masyarakat
BNPB meminta masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan, krisis air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan. “Dengan kondisi cuaca yang beragam, penting bagi masyarakat untuk bijak dalam penggunaan air bersih dan rutin memeriksa instalasi pipa untuk menghindari kebocoran,” tambah Abdul.
