Kowani Luncurkan Program Baru: Pelestarian Sejarah dan Pemberdayaan Perempuan
Beritabaru1.com –
Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) meluncurkan inisiatif terbaru dalam rangka merayakan 100 tahun keberadaan organisasi tersebut. Acara ini diselenggarakan dengan memutar film berjudul Jangan Buang Ibu di Plaza Senayan XXI, Jakarta, pada Rabu, 1 Juli 2026. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap peran perempuan dalam sejarah bangsa serta memperkuat posisi mereka dalam mendorong perubahan sosial dan ekonomi.
Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan rasa cinta dan penghargaan terhadap peran perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Dengan menampilkan kisah-kisah nyata melalui film, KOWANI menginginkan agar masyarakat lebih mengenal kontribusi perempuan dalam membentuk identitas nasional dan berkontribusi pada penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Kampanye Sejarah sebagai Pilar Perempuan Indonesia
Program ini merupakan bagian dari upaya melestarikan arsip sejarah perempuan Indonesia, yang selama ini sering terabaikan. KOWANI, dalam perayaan ini, menggandeng sejumlah organisasi dan individu untuk merangkul berbagai bentuk pengabdian perempuan di berbagai bidang kehidupan.
“Kami ingin generasi muda memahami bahwa sejarah perempuan Indonesia tidak hanya tentang perjuangan, tetapi juga tentang ketangguhan, pengorbanan, dan penguasaan dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik,” kata Nannie Hadi Tjahjanto, Ketua Umum KOWANI periode 2024–2029.
Dalam kesempatan ini, Nannie menekankan bahwa 100 tahun KOWANI bukan hanya momen seremonial, tetapi juga momen transformasi untuk menciptakan perempuan yang lebih kuat, mandiri, dan berwawasan historis. Ia meminta masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengumpulan arsip melalui foto, dokumen, atau surat-surat yang berkaitan dengan peran perempuan sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.
Program Kowani Goes to UNESCO: Memori Dunia untuk Perempuan
KOWANI juga meluncurkan program Kowani Goes to UNESCO Memory of the World, yang bertujuan mengumpulkan dan mendokumentasikan peran perempuan dalam sejarah nasional.
Film Jangan Buang Ibu dipilih sebagai media utama karena menggambarkan ketangguhan perempuan dalam menghadapi tantangan sehari-hari, serta nilai-nilai rasa syukur terhadap orang tua yang menjadi fondasi kehidupan keluarga. Karakter Bu Resti dalam film menjadi representasi figur perempuan yang menjadi pilar bagi keluarga dan masyarakat.
“Film ini bukan hanya cerita, tapi juga kesadaran kolektif tentang pentingnya perempuan dalam membangun bangsa. Mereka adalah sumber inspirasi dan katalisator perubahan sosial,” tambah Nannie.
Dengan menggandeng UNESCO, KOWANI berharap bisa menciptakan peran kritis perempuan dalam pembangunan nasional. Program ini juga mencakup pendokumentasian arsip digital serta pelatihan keterampilan pengelolaan data sejarah untuk memastikan keberlanjutan warisan perempuan Indonesia.
Kolaborasi untuk Penguatan Kesejahteraan Perempuan
Dalam rangkaian kegiatan, KOWANI meluncurkan program bela diri yang didukung oleh Sensei Puspa Meonk dari PB FORKI.
Program ini dirancang agar perempuan, baik yang memiliki latar belakang seni bela diri maupun tidak, dapat mempelajari teknik dasar untuk meningkatkan kemampuan melawan ancaman dan menumbuhkan rasa percaya diri.
“Kesejahteraan perempuan tidak hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang keamanan dan keterampilan hidup yang lebih lengkap,” ujar Nannie Hadi Tjahjanto.
Kegiatan ini juga turut merayakan Hari Bhayangkara ke-80. Nannie, putri seorang anggota Brimob, menyampaikan apresiasi terhadap Polri atas perannya dalam melindungi masyarakat dan memastikan keamanan bagi perempuan Indonesia.
Regenerasi Kepemimpinan dan Transformasi Perempuan
KOWANI menekankan pentingnya regenerasi pemimpin perempuan sebagai bagian dari visi transformasi bangsa.
“Semangat 100 tahun KOWANI adalah semangat perubahan. Kami yakin, dengan kolaborasi lintas sektor, perempuan Indonesia akan semakin berkontribusi pada kemajuan bangsa yang inklusif dan adil,” pungkas Nannie.
Program ini juga memberikan ruang bagi perempuan muda untuk menjadi pelaku perubahan melalui keterampilan sosial, politik, dan ekonomi. Nannie menegaskan bahwa KOWANI ingin menciptakan lingkungan di mana perempuan memiliki akses yang sama dalam membangun masa depan bangsa, tanpa terbatas oleh kebiasaan masa lalu.
Perspektif Masa Depan: Perempuan sebagai Pelaku Historiografi
Sebagai bagian dari Latest Program, KOWANI juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam merekam peran perempuan melalui media digital.
Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi untuk pembelajaran sejarah yang lebih inklusif, terutama bagi generasi muda yang sering mengabaikan kontribusi perempuan dalam perjalanan bangsa. Dengan program ini, KOWANI menawarkan peluang bagi perempuan untuk menjadi pelaku historiografi, bukan hanya saksi atau korban.
“Perempuan adalah penyimpan sejarah. Mereka memiliki kisah-kisah yang memperkaya narasi nasional,” imbuh Nannie.
KOWANI berharap program ini bisa memicu lebih banyak partisipasi masyarakat dalam mendokumentasikan peran perempuan, termasuk melalui video, foto, atau cerita lisan yang dihimpun sebagai bagian dari arsip nasional.
Kontribusi KOWANI dalam Penguatan Budaya Sejarah
Latest Program ini menunjukkan komitmen KOWANI dalam memperkuat nilai-nilai sejarah sebagai bagian dari identitas nasional.
Kegiatan yang diselenggarakan di Plaza Senayan XXI ini bukan hanya untuk memperingati ulang tahun organisasi, tetapi juga untuk merayakan keberhasilan perempuan dalam perjuangan sosial dan ekonomi. Nannie menekankan bahwa KOWANI ingin menjadi penggerak utama dalam menciptakan kesadaran bahwa perempuan adalah bagian integral dari pembangunan bangsa.
“Program ini adalah langkah awal. Kami ingin menyebarluaskan pesan bahwa sejarah perempuan harus diperjuangkan agar terus hidup dalam memori masyarakat,” tutup Nannie.
Dengan menyebarluaskan narasi sejarah perempuan melalui film dan program kolaboratif, KOWANI berharap menciptakan perubahan kebijakan dan perilaku masyarakat yang lebih menghargai peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berkeadilan.
